
#Flashback...
Saat hendak masuk tiolet, Dito melihat seseorang keluar dengan terburu-buru. Dito mengikuti perempuan itu, dan benar saja. Itu adalah wanita yang sangat dirindukannya. Perasaan senang, marah menjadi satu. Dito senang bisa melihat Bella kembali, tapi dia marah kenapa Bella harus bersembunyi darinya. Kenapa Bella harus memalsukan kematiannya dan dimana dia tinggal sekarang?
Dito ingin sekali berlari ke arahnya, memeluknya, merangkulnya dan mencurahkan semua kerinduannya.
Namun dia menahan gejolaknya. Bella sengaja menghindarinya. Dito menghargai keputusannya, dia akan menghampiri Bella jika Bella memang mengijinkannya. Dito tidak akan melakukan kesalahan yang sama, Dito ingin Bella menghampirinya dan membuatnya jatuh cinta kepadanya.
Jantung Dito berdegub kencang, namun sesuatu menarik perhatiannya.
Bella tengah mengintip seseorang, "Tiara?" Dito bergumam.
Dito memperhatikan gerak gerik Tiara. Tiara tampak memasukkan sesuatu ke dalam minuman. "Obat apa itu?" Dito memperhatikan dari kejauhan.
Dito teringan sesuatu, Tiara sering mengalami sulit tidur. "Apa itu obat tidur miliknya? Apa itu untukku?"
Bella terlihat geram, Dito tersenyum senang.
Secara diam-diam Dito menghubungi Oro.
"Siaga"
"Baik Tuan" Oro mengetahui maksud Dito, dia segera bergerak secara diam-diam.
Panggilan masih berlangsung, Dito menghampiri Tiara dan meminum minuman yang diberikan Tiara.
Dito langsung bereaksi, dia berpura-pura pusing. Tiara tampak senang dan Bella tampak khawatir.
Di dalam mobil, Dito tidur di kursi belakang dan Tiara duduk di belakang kemudi.
Oro terus memberikan informasi kepada Dito.
"Tuan, Nona Bella terlihat panik. Dia pergi menggunakan sebuah taxi dan mengikuti mobil Nona Tiara dari belakang"
Bibir Dito tampak menyeringai, dia senang rencananya berjalan lancar.
Oro ikut bergerak mengikuti mobil yang dikendarai Tiara.
Sampai di hotel, Oro masih mengawasi setiap gerak-gerik Tiara dan Bella.
Sesaat setelah Dito di bawa ke dalam kamar, Oro memanggil Tiara melalui ponselnya. Dia meminta seseorang menahannya di lobby hotel.
"Nona Bella tampak beraksi Tuan, dia berada tepat di depan kamar Anda"
"Bagus" Dito meminum obat penawar yang diberikan Tiara.
Dito meminta seorang pelayan membukakan pintu untuk Bella.
"Tapi Tuan"
"Telah terjadi penculikan kepada Tuan Kami, jadi lakukan saja atau Aku akan menutup tempat ini"
Pelayan tersebut tampak ketakutan, dia mengikuti permintaan Oro.
Bella berhasil masuk ke dalam kamar, Dito masih berpura-pura tidak sadarkan diri.
Bella mencoba menyadarkan Dito, namun Dito enggan membuka matanya.
"Siapa Kamu?" Dito pura-pura bergumam.
Hatinya terasa sakit saat Bella tidak mau menyebutkan namanya.
__ADS_1
Di luar, Oro tampak panik.
"Nona Bella, cepat keluar. Apa Anda mencoba menghabisi Tuan Dito di dalam sana?" Oro melihat ke arah lift dia takut Tiara tiba-tiba datang.
"Atau Tuan Dito yang menghabisi Anda di dalam sana?" Pikiran Oro sudah trevelling kesana kemari.
Namun tiba-tiba pintu kamar terbuka, dia melihat Bella membawa Dito keluar.
"Good job Nona"
Oro melihat Bella membawa Dito ke dalam taxi.
"Tugas Saya sudah selesai Tuan. Saya pamit" Oro mengakhiri panggilannya.
Oro menghubungi Aira dan mengatakan kalau Dito pergi beberapa hari untuk keperluan pekerjaan, dia meminta Aira menghubungi dirinya jika ada keperluan kepada Dito.
Jantung Dito berdegub semakin kencang saat Bella mencoba melindunginya.
Bahkan Bella mencurahkan semua isi hatinya, tangannya yang lembut kini menyentuh wajahnya.
Senyuman tipis terukir di bibirnya.
Dito menggeliat dan mengubah posisinya. Kini dia tertidur di pangkuan Bella dengan posisi wajah menghadap bagian tubuh Bella.
Dito menghirup aroma tubuh Bella. Aroma yang sangat dirindukannya.
Bella masih mengelus kepala Dito.
Mobil tampak berhenti, Bella menggerakkan tubuhnya untuk segera turun.
Dia meninggalkan Dito di dalam mobil.
Dito bangun dan melihat kemana perginya Bella, ternyata Bella pergi ke bagian resepsionis. Dia memesan sebuah kamar untuk Dito.
"Benar"
"Maaf atas nama siapa?"
"Aldito Pratama"
Bella kembali ke dalam mobil, Dito memejamkan kepalanya.
Tampak seorang pelayan membawa sebuah kursi roda.
Mereka tiba di dalam sebuah kamar mewah yang Bella pesankan.
Dito tersenyum tipis dan batinnya bergumam "Selera mu bagus juga Sayang".
Kini tinggal Mereka berdua di dalam kamar. Jantung Dito berdegub sangat kencang, dia merasa tersiksa karena tidak bisa melakukan apaoun. Jika dia tiba-tiba bangun, Bella akan sangat terkejut.
"Bagaimana ini? Apa Aku tinggalkan saja dia sendiri? Tapi bagaimana kalau sampai pagi dia masih tidak sadarkan diri?"
Bella naik ke atas kasur dan menyentuh kening Dito. "Tidak demam"
Dito tersenyum licik, dia merencanakan sesuatu.
"Panas... Tubuh ku panas..." Dito tampak gelisah.
Bella terlihat panik "Tuan... Tuan, tolong buka mata Anda"
"Panas, tolong Aku. Aku diberikan obat ****"
__ADS_1
"Apa? Obat apa itu?" Bella meraih ponselnya, dia mencari obat yang dimaksud.
Bella membelalakkan matanya saat mengetahui obat yang dimaksud adalah obat perangsang.
"Apa? Aku harus bagaimana?"
Bella mencari solusi untuk menetralkannya, "Tapi ini pukul dua dini hari. Bagaimana Aku bisa mencari obat penawar?"
Bella mencari solusi secara alami, matanya membelalak. "Apa?"
Dito masih tampak gelisah, Bella memberikan air dingin namun Dito enggan meminumnya.
"Bagaimana ini?"
Bella yang tidak tega segera menghampiri Dito, dengan ragu dia membuka jas dan kancing kemeja milik Dito.
"Apa sudah mulai membaik?"
Dito masih memerankan aksinya dengan sangat baik.
"Skin to skin?"
Bella menyentuh dada bidang milik Dito, tubuhnya yang bagaikan roti sobek berbagai ukuran itu Bella sentuh satu persatu. Bella menyentuh bagian dada Dito, "Jantungnya berdegub kencang sekali. Bagaimana kalau obat itu menyerang jantungnya?"
Bella tampak panik, dia memeluk tubuh Dito. Namun jantung Dito berdegub semakin kencang.
"Aku... Aku akan mencobanya"
Bella ******* bibir Dito, Dito tampak terkejut. Dia membalas ******* Bella dengan perasaan sangat bahagia.
Bella yang sudah sangat merindukan Dito tidak bisa menahan lagi rasa rindunya.
Bella mengalungkan lengannya di leher Dito, perlahan tubuhnya naik ke atas tubuh Dito.
Dito memeluk erat tubuh Bella, salah satu tubuhnya meraih bagian bokong Bella.
Dito meremasnya hingga Bella mengeluarkan suara-suara yang sangat dirindukannya.
Bella mengangkat sedikit bagian pinggulnya, Dito menyeringai bahagia. Kini Bella yang mempersilahkannya.
Dito meraih paha Bella bagian dalamnya. Perlahan Dito membuka matanya, wajah Bella kini tampak memerah.
"Kamu istri ku... Kamu adalah istri ku"
Bella menganggukkan kepalanya "Iya, Aku Bella. Aku Bella istri mu"
...----------------...
...----------------...
...----------------...
...Akhirnyaaaa......
...Awalnya ngakak karena Bella kena prank. Tapi akhirnya panas yaa zheyeenk....
...Aduuuh pengen lanjut nulis rasanya, tapi pengen bikin Kalian penasaran juga hihi....
...Ayooo mana yang kemaren-kemaren mengumpat Oro tidak bisa bekerja dengan baik? Oro bekerja dengan sangat baik. Jangan lupa yaa Babang Dito untuk sungkem ke Babang Oro 😂😂...
...Santai aja yaa Bell, Dito udah dapet cuti beberapa hari hihi....
__ADS_1
...Like dan komen dong. Kalo banyak yg like, komen dan vote Aku bakalan double up nih hihi...
...Makasih yaa zheyeeenk ku 🤗🤗...