Because One Night

Because One Night
Hari yang Dinanti


__ADS_3

Pagi hari Bella dan Dito tiba di rumah. Tampak Alexi sedang makan bersama Bi Sumi.


"Papapapa..."


"Morning jagoan" Alexi memeluk Dito.


"Haii Alexi, sedang apa?" Bella mencium pipi Alexi yang gembul.


Alexi memalingkan wajahnya dan memeluk Dito.


Dito tertawa "Kenapa seperti ini?"


"Alexi, kenapa marah sama Mama? Papa loh yang nggak biarin Mama pulang." Bella merajuk.


"Loh kok Aku? Kamu juga mau kan? Siapa tadi malam yang..." Bella menutup mulut Dito. Dito tertawa terbahak-bahak.


"Jangan marah sama Mama. Maafin Mama ya Sayang."


Alexi tertawa dan memeluk Bella.


Hari berganti hari. Dito dan Bella tengah sibuk mempersiapkan acara pernikahannya.


"Sayang, memang harus semewah ini ya?" Bella tengah melihat gedung yang sedang didekor, taman yang dihias dengan sangat sempurna.


"Harus Sayang" Dito mengecup pucuk kepala Bella.


"Aku tidak menyangka hari ini tiba. Aku akan menikah dengan dekorasi yang sangat mewah"


"Kamu bisa mendapatkan lebih dari ini" Dito memeluk Bella.


"Terima kasih Sayang."


"Aku yang harus berterima kasih kepada mu. Kamu sudah mau menikah dengan ku, meninggalkan kampung halaman mu dan menghabiskan waktu dengan ku. Kamu juga sudah mau menjaga dan merawat putra ku, terima kasih untuk semuanya Sayang."


Bella tersenyum, "Kamu harus berterima kasih karena satu hal lagi."


"Apa?" Dito tampak bingung.


"Aku sedang mengandung anak mu lagi"


"What?" Dito membelalakkan matanya.


"Iya, ada anak Kita di dalam sini" Bella tersenyum.


Dito merasa sangat bahagia, dia mengangkat tubuh Bella dam memeluknya.


"Terima kasih... Terima kasih Sayaaaang"


Bella memeluk Dito dengan sangat erat.


Hari pernikahan pun tiba. Bella tampil dengan sangat cantik, gaun putih menjuntai dan rambut yang ditata dengan sangat baik. Make up sederhana yang menempel di wajahnya membuatnya semakin bertambah cantik.


Dito yang menggunakan pakaian senada dengan gaun yang digunakan oleh Bella tampak sangat berkarisma.

__ADS_1


Namun yang menjadi pusat perhatian saat ini adalah Alexi. Alexi yang memakai pakaian yang sama dengan Dito berada di pangkuan Dito.


Mereka berjalan bersama memebelah kerumunan orang. Seluruh karyawan perusahaan yang dipimpin Dito tampak memenuhi ruangan. Mereka sangat antusias dengan pernikahan kedua Dito.


Tampak beberapa orang berbisik, "Pernikahan kali ini jauh lebih mewah dari pada pernikahan yang pertama."


"Eh eh, lihat itu. Siapa anak itu?"


"Apa Tuan Dito menikahi seorang single parent?"


"Anak itu sangat mirip dengan Tuan Dito"


"Bella?" Cindy tampak sangat terkejut.


Bella dan Dito kini tengah berdiri di hadapan semua orang.


"Selamat pagi semuanya. Saya Aldito Pratama ingin mengenalkan orang yang sangat Saya cintai, sangat Saya sayangi. Dia adalah separuh dari jiwa Saya. Perkenalkan istri Saya, Bella. Nyonya Bella Pratama."


Semua orang bertepuk tangan. Bella tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


"Satu lagi, perkenalkan. Putra Saya, dia adalah calon pewaris perusahaan yang sedang Saya pimpin. Alexi Pratama, dia adalah putra Kami."


Semua orang tampak terkejut, bahkan terdengar beberapa orang tengah berbisik. "Putra Tuan Dito?"


"Bukankah Nyonya Aira baru meninggal beberapa bulan lalu?"


"Apa Tuan Dito berselingkuh?"


"Apa itu adalah perempuan simpanan Tuan Dito?"


Namun Oro seger bergerak, "Ehm..."


Semua orang tampak ketakutan kemudian bertepuk tangan.


"Saya tau Kalian pasti bingung. Kami menikah dua tahun yang lalu. Namun istri Saya dinyatakan hilang karena sebuah kecelakaan, namun takdir kembali mempertemukan Kita. Kami bertemu kembali tepat sebelum Aira meninggal. Jadi tentu saja, Aira mengetahui keberadaan Bella. Saya harap tidak ada lagi yang mempermasalahkan pernikahan Kami, Saya sangat mencintai Bella." Dito mengecup kening Bella.


Bella menatap Dito dengan penuh haru. "Terima kasih."


"Sama-sama Sayang."


Semua orang kembali bertepuk tangan.


Kini Bella dan Dito tengah kebanjiran ucapan selamat dari beberapa kolega Dito.


Namun mata Bella tertuju kepada seseorang yang tengah menatapnya dari jauh.


"Sayang, Aku ke sana dulu ya."


"Kemana?" Dito tampak khawatir.


"Cindy."


Dito menganggukkan kepalanya, "Baiklah."

__ADS_1


Bella menghampiri Cindy, namun Cindy tampak sedikit menghindar.


"Cindy, tunggu Aku."


Cindy menghentikan langkahnya, Bella meraih lengan Cindy.


"Maafkan Aku. Maafkan Aku karena menghilang tanpa kabar."


"Ti-tidak apa-apa Nyonya. Sungguh..."


Bella tertawa "Apa Kamu tidak mengenalku? Aku Bella. Aku Bella yang Kamu kenal."


Cindy menggelengkan kepalanya "Tidak, Anda bukan Bella yang Saya kenal."


Bella menarik nafas panjang. "Mungkin ini ekspressi marah mu kepada ku. Tapi Aku mohon, maafkan Aku. Aku tidak tau kalau Tuan Besar yang Kamu bicarakan adalah Dito. Seperti yang Kamu dengar, Kami kembali bertemu saat pesta itu selesai dan Aku tidak berani mengatakan kebenarannya kepada mu."


"Kalau Kamu menganggap ku sebagai sahabat mu, kenapa Kamu malah menghilang begitu saja? Aku mengkhawatirkan mu. Aku takut sesuatu terjadi kepada mu, Aku takut Kamu..." air mata mengalir dari mata Cindy.


"Maafkan Aku." Bella memeluk Cindy.


"Aku sangat mengkhawatirkan mu. Beberapa minggu Aku bahkan pergi berkeliling untuk mencari keberadaan mu. Aku taku Bella."


"Iya, Aku memang bersalah. Tapi Aku juga takut, Aku belum siap dengan kenyataan ku ini. Apalagi posisi ku saat itu adalah..."


"Aku akan sangat bahagia kalau Aku tau kalau Ayah dari Alexi adalah Tuan Dito. Seharusnya Kamu memberitahu ku Bella..." Cindy masih saja menangis.


"Maafkan Aku" Bella kehabisan kata-kata."Tapi, Kamu masih mau mejadi sahabat ku?"


Cindy membelalakkan matanya "Kamu masih mau menjadi teman ku? Sahabat ku?"


Bella menganggukkan kepalanya.


Cindy memeluk Bella, "Tentu saja Aku mau. Kamu adalah sahabat terbaik ku. Saat orang lain mengatakan Aku tidak mampu, hanya Kamu yang mempercayai ku."


Dito bersama Alexi menghampiri Bella. "Sayang, Alexi mencari mu."


"Kemari Lexi" Bella hendak menggendong Alexi namun Dito menahannya.


"Jangan terlalu lelah, duduklah. Kamu harus menjaga kandungan mu"


Cindy tampak terkejut, "Kamu hamil? Selamat Bella. Duduklah di sini."


Bella tersenyum "Terima kasih. Aku sangat bahagia. Sahabat yang baik, suami yang begitu mencintai ku, Alexi yang menyempurnakan kehidupan ku dan calom bayi dalam perut ku."


Bella memeluk Dito dan Alexi, tangannya menggenggam tangan Cindy.


...--------TAMAT--------...


Alhamdulillah akhirnya bisa menyelesaikan cerita ini. Maaf ya kalau kurang memuaskan.


Thank you atas dukungannya buat karya-karya ku.


Big hug buat Kalian semuanya.

__ADS_1


Semoga kisah Bella jauh dari kehidupan Kita semua.


Jangan lupa stay safe, jaga kesehatan Kalian 🥰🥰


__ADS_2