Because One Night

Because One Night
Pertemuan Pertama


__ADS_3

Setiap hari senin Bella pergi ke Kota untuk bekerja, seperti biasa Alexi dititipkan kepada Siti, adik dari Bi Sumi.


"Aku titip Lexi ya Bi Siti"


"Tenang saja Neng, Lexi aman sama Saya. Iya kan Lexi?" Lexi tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


"Bububububu..."


Bella membelalakkan matanya "Kamu memanggil Ibu nak? Ya ampun lucu sekali. Ibu akan pergi bekerja untuk Lexi. Nanti kalo Ibu pulang Lexi mau apa?"


"Bmm bmm..."


Bella tertawa "Mau mobil? Baiklah nanti Ibu belikan mobil-mobilan yaa".


Lexi nampak senang.


"Lucu banget sih udah bisa diajak bicara. Baiklah Ibu pergi dulu ya, Kamu yang baik bersama Yangti Siti". Bella memeluk dan mencium kedua pipi Lexi.


Bella pergi menggunakan kendaraan umum. Ada perasaan bersalah dalam dirinya karena meninggalkan Alexi bersama orang yang tidak ada hubungan darah dengannya.


"Maafkan Ibu nak harus menitipkan mu bersama Bi Siti dan Bi Sumi. Ibu tidak tau akan sampai kapan" Air mata Bella mengalir begitu saja di pipinya.


Membutuhkan waktu hampir dua jam untuk sampai ke tempat kerja Bella.


Bella segera menuju kamar yang akan ditempatinya dan menyimpan beberapa barang bawaannya. Tidak lupa Bella juga menyimpan foto Lexi di atas nakas.


Bella bergegas menuju dapur umum. Sudah banyak pekerja di sana yang mulai bekerja.


"Kamu anak baru ya?"


"Iya mbak, mohon bimbingannya" Bella menundukkan kepalanya.


"Aku juga baru dua bulan bekerja di sini, jadi jangan sungkan. Nama ku Cindy".


"Salam kenal Mbak Cindy, Saya Bella" Bella mengulurkan tangannya.


Cindy tertawa "Jangan terlalu formal seperti itu. Panggil Aku Cindy saja lah" Cindy meraih tangan Bella.


Bella tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


"Ini daftar resep makanannya, ini daftar makanan setiap harinya. Hari ini Kita akan memasak menu yang ini" Cindy memberikan sebuah buku berisi jadwal makanan dan resep makanan yang akan Mereka olah.


"Oh seperti ini. Bagaimana Kita akan memasak? Untuk berapa orang?"


"Kebetulan ada dua catering yang mereka pesan. Kita hanya menyediakan seribu lima ratus porsi"


Bella membelalakkan matanya "Seribu lima ratus?"


"Hei anak baru, kenapa malah mengobrol. Cepat bekerja"


"Baik, maaf..." Bella mengambil sebuah pisau dan mengiris beberapa bahan makanan.


Mereka bekerja hingga jam makan siang tiba. Bella bekerja dengan sangat gesit.


Setelah selesai bekerja Cindy menghampiri Bella "Bagaimana hari pertama nya? Pasti melelahkan ya?"


"Tidak, Aku senang. Aku senang dengan memasak, jadi pekerjaan ini menyenangkan bagiku"

__ADS_1


"Benarkah? Pantas saja tadi Kamu begitu gesit"


Bella tersenyum.


"Tapi Sayang, orang-orang tidak bertahan lama dengan bekerja di sini"


"Kenapa?" Bella nampak bingung.


"Gaji nya kecil. Sangat jauh dengan harga UMR di Kota ini. Bahkan orang-orang lebih memilih bekerja di pabrik dari pada di sini" Cindy menyeruput minuman miliknya.


"Tapi ini sudah cukup besar bagiku yang sudah lama di desa"


"Iya sih, Aku juga bahkan rasanya ingin mencari pekerjaan yang lebih menjanjikan"


"Memang pekerjaan apa yang lebih menjanjikan?"


Cindy menunjuk sebuah gedung pencakar langit "Itu, itu tempat yang Aku maksud"


Bella melihat gedung tinggi yang berada tidak jauh dari tempatnya bekerja.


"Tempat apa itu?"


"Itu perusahaan makanan terbesar di negeri ini. Orang-orang penting yang bekerja di perusahaan itu".


Bella menatap dengan tatapan kagum.


"Tapi sebelum Aku bekerja di sana, Aku ingin bekerja di sana" Cindy menunjuk sebuah toko kue.


"Di sana? Kenapa?" Bella nampak bingung.


"Oh jadi itu gedung tempat orang merencanakan dan itu tempat orang mengaplikasikannya, seperti itu?"


"Benar, kalau ingin bekerja di gedung itu mungkin hanya mimpi bagi Kita. Banyak sekali orang-orang hebat yang melamar di sana namun di tolak. Makanya Aku ingin bekerja di R Bakery itu saja".


Bella menatap tempat itu dengan penuh harapan.


"Hei, kenapa melamun?" Cindy menyadarkan Bella dari lamunannya.


"Kamu berminat juga?"


"Emm bu...Bukan begitu, tapi... Sama dengan mu, Aku tidak mungkin bertahan di tempat ini selamanya. Apalagi anak ku akan semakin tumbuh besar".


"Anak? Kami sudah punya anak?"


Bella tersenyum "Sudah, dia baru saja berusia satu tahun".


"Wah pasti sangat lucu. Lalu kenapa Kamu meninggalkannya?"


"Karena Aku butuh uang untuk biaya hidup Kami".


"Suami mu?"


Bella nampak bingung "Suami ku... Dia... Aku..."


Cindy mengusap pundak Bella "Biarkan saja laki-laki seperti itu. Mereka hanya ingin senangnya tanpa Mereka pikirkan bagaimana nasib istri dan anak yang Mereka tinggalkan"


Bella menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


Tiga hari sudah berlalu. Bella merasa tidak nyaman, perasaannya terus saja memikirkan Lexi.


"Kenapa Aku begitu mencemaskannya. Semoga Kamu baik-baik saja"


Di desa Bi Sumi sedang menggendong Lexi. "Nduk, Kamu harus tunggu bersama Eyang Siti. Nanti sore Yangti akan pulang menemui mu ya"


Lexi menggelengkan kepalanya dan memeluk Bi Sumi dengan sangat erat.


"Mungkin Lexi merindukan Ibunya" Bi Siti nampak khawatir.


"Iya benar. Bagaimana ini, hari sudah hampir siang"


"Lexi ikut Eyang Siti lihat bebek yuk? Ada ikan di kolam sana"


Lexi masih menggelengkan kepalanya dan memeluk Bi Sumi dengan sangat erat.


"Apa tidak apa-apa kalau Aku membawa Lexi bersama ku?"


Bi Siti nampak terkejut "Kalau Neng Bella tau, dia pasti tidak akan setuju. Apalagi Lexi akan bertemu Tuan Dito".


Bi Sumi terus saja membujuk Lexi, namun hasilnya nihil.


Bi Sumi tiba di kediaman Dito dan Aira.


Dito yang sedang berolah raga di depan rumah terkejut melihat Bi Sumi membawa seorang anak.


"Bi..."


"Emm Tuan, maaf Bibik bawa Lexi. Dia cucu adik Bibi, Siti. Ibunya sedang pergi bekerja dan Siti sedang tidak enak badan" Bi Sumi nampak tidak enak, dia berencana untuk tidak masuk hari ini namun Aira memintanya tetap bekerja.


"Oh iya tidak apa-apa Bi, dia bisa di titip di rumah belakang"


"Baik Tuan, terima kasih Tuan"


"Papapapapa..." Lexi meronta menginginkan ikat kepala yang digunakan Dito.


"Maaf Tuan" Bi Sumi membawa Lexi ke belakang namun Lexi menangis.


Dito menghampirinya "Kamu ingin ini? Ambillah"


Lexi tertawa dan meraih benda yang diinginkannya.


"Maaf Tuan..." Bi Sumi menundukkan kepalanya.


"Tidak apa Bi, anak-anak belum paham mana yang miliknya dan mana yang bukan miliknya"


Batin Bi Sumi bergumam "Sepertinya Lexi tau kalau Anda adalah ayahnya, maka dari itu dia tidak sungkan memintanya dari Anda Tuan Muda"


...----------------...


...----------------...


...----------------...


...Pertemuan pertama 🥺🥺...


...Jangan lupa like, komen dan tinggalkan jejak Love Kaliaaan zheyeeenk 🥰🥰🥰...

__ADS_1


__ADS_2