
Dito kini tengah menelpon Bella.
"Kamu tidak lupa janji Kita hari ini kan Sayang?"
"Tentu saja tidak. Sekarang baru pukul dua, bukankah kita akan pergi dinner?"
Dito tertawa "Aku sudah tidak sabar untuk bertemu dengan mu"
"Sayaaang, bukankah tadi pagi Kita sudah bertemu?" Bella tersipu malu.
"Tapi tetap saja Aku merindukan mu"
"Ish dasar tukang gombal" Bella masih tersenyum malu.
"Tapi Kamu suka kan?"
"Apa?" Bella membelalakkan matanya.
Dito tertawa "Pukul tiga nanti akan ada seseorang yang menjemput mu, pergilah dengannya. Aku sudah menyiapkan semuanya"
"Pukul tiga? Tapi Aku bisa pergi pukul lima atau pukul enam"
"Ikuti saja rencana ku Sayang"
Dito mengakhiri panggilannya, Bella masih tampak bingung apa yang direncanakan oleh suaminya?
Bi Sumi mengajak Alexi untuk jalan-jalan saat waktu menunjukkan hampir pukul tiga.
"Titip Alexi ya Bi"
"Tenang saja, Alexi akan baik-baik saja. Iya kan?"
Alexi menunjuk arah gerbang, dia ingin segera pergi jalan-jalan.
"Lihatlah, dia sudah tidak sabar"
Bella tampak ragu "Hmm Bi, kalau orang-orang..."
"Serahkan semuanya kepada Bibi, semua akan baik-baik saja"
Bella tersenyum "Terima kasih Bi"
Tepat pukul tiga, sebuah mobil putih keluaran terbaru memasuki halaman kediaman keluarga Pratama.
Bella tampak bingung, "Siapa dia? Kenapa tiba-tiba datang? Dan tidak dihalangi oleh penjaga?"
Seorang laki-laki paruh baya turun dari mobil tersebut, "Maaf Nona Bella, perkenalkan Saya Mang Didin, Saya diminta Tuan Dito untuk menjemput Anda"
"Dito? Baiklah. Tunggu sebentar" Bella meraih tas yang ada di atas meja kemudian menaiki mobil tersebut.
"Mang Didin bekerja di perusahaan Tuan Dito?"
"Tidak Nona, Mang Didin baru saja diminta Tuan Dito untuk bekerja dengannya"
Bella tampak bingung, namun ponselnya tiba-tiba berdering menandakan panggilan masuk.
"Sayang, apa Mang Didin sudah bersama mu?"
"Sudah, Aku sudah di jalan bersamanya"
"Kalau begitu selamat menikmati perjalanan mu. Aku menunggu mu"
Panggilan dimatikan begitu saja, Bella masih tampak bingung.
Tiba-tiba mobil yang ditumpangi Bella memasuki area salon ternama di Kota.
"Kenapa Kita di sini?"
"Tuan Dito meminta Saya mengantarkan Nona Bella ke sini"
Mang Dito membukakan pintu untuk Bella, Bella berjalan menuju pintu masuk namun seorang pegawai segera menghampirinya.
__ADS_1
"Nona Bella?"
"Benar, Anda siapa?"
"Saya diminta Tuan Dito untuk menemani Anda" pelayan tersebut tersenyum dan memberikan hormat kepada Bella.
"Apa yang Tuan Dito inginkan?"
"Silahkan masuk Nona, Kami sudah menyiapkan semuanya"
Bella mengikuti seseorang yang diketahui bernama Siska tersebut.
Bella memasuki sebuah kamar, disana terdapat perawatan lengkap.
Bella mendapatkan perawatan kecantikan, Dito sudah menghubunginya kalau dia sudah menyiapkan semuanya.
Bella menikmati setiap proses yang dilakukan.
Bahkan terakhir Bella diminta berendam di dalam air yang sudah tercampur dengan beberapa aroma terapi yang tercium sangat wangi.
Setelah selesai, Bella kembali mendapatkan pelayanan. Bella didandani secantik mungkin. Riasan sederhana menghiasi wajahnya yang cantik secara alami.
Rambutnya di angkat sehingga memperlihatkan lehernya yang cantik dan seksi. Gaun putih dipakaikan di tubuhnya.
"Kenapa Aku harus tampil seperti ini?"
"Malam ini akan menjadi malam yang sangat spesial" Dito terus saja meyakinkan Bella.
Sepatu high heels dan tas yang berwarna senada kini berada di tubuhnya.
Bella benar-benar terlihat jauh lebih cantik malam ini.
Terlihat Mang Didin masih setia menemani di ruang tunggu.
"Sudah selesai? Silahkan Nona"
Bella masuk kembali ke dalam mobil.
"Tidak apa-apa Nona, Saya baru tiba. Tadi Saya mencari beberapa makanan untuk ganjal perut. Begitu kata Tuan Dito"
"Ya ampun, Aku tidak tau apa yang direncanakan Tuan Dito"
Mobil memasuki sebuah restoran mewah ternama. Lampu-lampu menghiasi halaman depan.
Bella melangkahkan kakinya menuju pintu utama, beberapa pelayan tampak memberikan hormat.
Bella terus berjalan menuju sebuah ruangan yang sudah dihias sedemikian rupa.
Tampak satu meja dengan dua kursi di dalamnya.
Dito tengah duduk dan tersenyum menghampirinya. Dito memakai pakaian yang senada dengannya.
Dito meraih tangan Bella dan menciumnya, Bella tersenyum senang.
Dito mempersilahkan Bella untuk duduk, "Sayang, ada acara apa ini? Kenapa semuanya terlihat berbeda"
"Makan dulu Sayang, Kamu akan membutuhkan banyak tenaga ekstra" Dito tersenyum jahil.
Makanan tiba, banyak jenis makanan yang tersaji di atas meja.
Mereka menikmati makan malam bersama. Sesekali Bella melihat Dito dengan wajah bahagia.
Begitupun Dito, tangannya menggenggam tangan Bella dan sesekali mengecupnya.
"Kamu cantik sekali"
Pipi Bella terasa memanas, wajahnya yang cantik terlihat merona, "Terima kasih, ini karena Kamu"
"Karena Aku? Kamu sudah cantik sejak dulu"
Bella tampak malu "Kamu gombal terus"
__ADS_1
"Tapi suka kan?"
Bella tersenyum malu.
Selesai makan, Dito mengajak Bella menuju taman belakang. Di sana sudah dihiasi berbagai jenis tanaman bunga. Harum bunga tercium di seluruh penjuru restoran.
Musik live pun setia menemani Mereka.
Dito mengajak Bella untuk berdansa, namun Bella ragu. "Aku tidak bisa berdansa"
"Coba saja"
Bella pun mengulurkan tangannya, Dito menarik Bella ke dalam pelukannya. Tangan Bella berada di atas pundak Dito, dan tangan Dito memeluk pinggang Bella yang bagitu ramping.
Mereka berdansa mengikuti irama musik. Mata Mereka saling pandang, tidak ada yang lain dalam pikirannya saat ini.
"Kamu cantik"
"Terima kasih"
Dito mendekatkan wajahnya kepada Bella, perlahan Dito ******* bibir Bella. Bella memejamkan matanya.
Itu berlangsung cukup lama, hingga akhirnya Dito menghentikannya dan berlutut di hadapan Bella.
Bella tampak kebingungan, namun Dito mengeluarkan sebuah cincin dari dalam saku nya.
"Bella, terima kasih sudah mau menemani ku, menjaga anak ku dan mengorbankan masa depan mu untuk ku. Maukah Kamu menjadi satu-satunya istri ku untuk selamanya?"
Bella menutup mulutnya tidak percaya, air mata menggenangi matanya yang indah. Bella menganggukkan kepalanya.
"Ya, Aku mau"
Dito tersenyum, dia memasukkan cincinnya ke jari manis Bella. Bella menatap kagum cincin pemberian Dito. Dia sangat menyukainya.
"Terima kasih Sayang. Aku mencintai mu"
Bella tersenyum dengan air mata di pipinya. Dito melamarnya kembali dan ini pertama kali Dito menyatakan cintanya kepadanya.
"Aku juga... Aku juga mencintai mu"
Dito memeluk Bella dan kembali ******* bibirnya. Seluruh lampu di taman berubah menjadi redup, suana romantis semakin menyelimuti Mereka berdua.
Musik romantis mengiringi kebahagiaan Mereka.
...----------------...
...----------------...
...----------------...
Akhirnyaa Bella bahagiaaaa π₯Ίπ₯Ίπ₯Ί
Akupun ikut bahagia π₯Ίπ₯Ί
Selamat yaa Bella, perjuangan mu tidak sia-sia. Kesabaran Bell membuahkan hasil yang sangat manis.
Yaampun baper Aku π₯°π₯°
Semoga Kalian juga bahagiaaa π₯°
Jangan lupa untuk tetap dukung karya kuuuu π₯°π₯°
ππ» Like
π Komentar
β€ Favorite
dan Vote yaa ππ
Terima kasiiih π₯°π₯°
__ADS_1