Because One Night

Because One Night
Istirahat


__ADS_3

Bella dan Alexi menghampiri Aira.


"Bella... Maafkan Aku..." Aira menangis dan memeluk Bella.


"Tidak Nona, Saya yang seharusnya minta maaf" Bella membalas pelukan Aira.


Aira menggenggam tangan Bella dan menggelengkan kepalanya "Panggil Aku Aira".


"A...Aira"


Aira menganggukkan kepalanya, "Maafkan Aku atas semua kesalahan ku. Aku benar-benar sudah mensia-siakan orang-orang baik di sekitar ku"


Bella menggelengkan kepalanya "Tidak, Aku yang seharusnya minta maaf. Seharusnya Aku tidak pernah hadir di kehidupan Kalian"


"No Bella, jika Kamu tidak hadir di hidup Kami, Aku akan kesulitan meninggalkan Dito sendirian"


Dito menggam tangan Aira "Jangan katakan itu Aira"


Aira menggenggam tangan Dito "Aku tidak tahu kapan ajal ku tiba. Tapi kamu sudah tau keadaan ku, Aku tidak akan bisa melakukan apapun untuk mu. Bahkan Aku akan kesulitan mengurus diriku sendiri. Jadi Mas..." Aira menundukkan kepalanya "Ceraikan Aku"


Dito dan Bella tampak terkejut.


"Tidak Aira, biarkan Kami yang menjaga dan merawat mu. Ijinkan Aku menjaga mu" Bella menggelengkan kepalanya dengan air mata mengalir di pipinya.


Aira tersenyum, "Jangan menangis, lihatlah Alexi. Dia terlihat sedih saat melihat mu menangis"


Bella menatap Alexi di pangkuannya, Bella menghampus air matanya.


"Hallo jagoan, masih ingat Aku?"


Alexi terlihat senang "Maaamiiii"


Bella dan Dito membelalakkan matanya.


"Benar, anak hebat." Aira menatap Dito dan Bella secara bergantian, "Kami pernah bertemu beberapa kali. Saat Aku mengetahui Alexi adalah anak Kalian, Aku menemuinya saat Alexi bersama Siti. Maaf Aku meminta Siti merahasiakan kedatangan ku"


Bella menggelengkan kepalanya "Tidak apa-apa, Aku senang Alexi mengenali mu"


Alexi merentangkan tangannya kepada Aira, "Boleh Aku menggendongnya?"


"Tapi, Kamu baik-baik saja?" Dito tampak khawatir.


"Yes, Aku baik-baik saja" Aira menganggukkan kepalanya.


Bella memberikan Alexi kepada Aira. Alexi tampak bahagia, dia menyentuh wajah Aira. "Mamamami..."


Aira menganggukkan kepalanya "Iya jagoan. Mami mau bilang sesuatu kepada mu, dengarkan ya"


Alexi seperti mengerti perkataan Aira, dia terlihat diam mendengarkan.


"Jaga Mama dan Papa mu ya, jangan buat Mereka bersedih. Jangan biarkan Mereka berpisah kembali. Dan Mami minta maaf" Aira mencium tangannya yang mungil.


Alexi tertawa dan mengusap wajah Aira.


Dito dan Bella tampak menangis, "Tolong jangan katakan apapun lagi" Bella mengusap pundak Aira.

__ADS_1


Aira tersenyum "Kalau begitu, bahagialah Kalian" Aira menggenggam tangan Bella dan Dito.


"Tidak" Bella menggelengkan kepalanya "Kita..."


"No Bella, jangan sampai ada Aira-Aira yang lainnya dalam hidup mu" Aira menggelengkan kepalanya. "Mas, jangan sakiti Bella lagi. Bella sudah cukup menderita. Satu tahun menjaga seorang anak sendirian bukanlah hal yang mudah"


Dito hanya terdiam dan menganggukkan kepalanya.


Aira menatap Bella "Ada satu hal yang Aku inginkan Bel"


Bella menganggukkan kepalanya "Katakan pada ku"


"Aku ingin pulang, Aku ingin di rumah. Perlakukan Aku sebagai orang sehat"


"Tapi Hon..." Dito menyela.


"Mas Dito menolak keinginan ku"


Bella menatap Dito dan menganggukkan kepalanya.


"Tapi..."


"Aira sehat... Aira sehat... Kita harus membawanya pulang, tidak baik terlalu lama berada di sini" Air mata Bella mengalir dengan deras.


"Kamu benar, Aku sehat. Tidak seharusnya Aku berada di sini"


Dito menganggukkan kepalanya dan keluar untuk berbicara dengan dokter.


Aira membuka penutup kepalanya "Kamu tidak harus cemburu kepada ku Bella, Dito tidak akan mencintai ku dengan keadaan yang seperti ini. Dulu saja dia tidak mencintai ku, apalagi sekarang" Aira tertawa.


Bella menggelengkan kepalanya "Cantik. Kamu bahkan terlihat lebih cantik. Cantik itu dari sini" Bella menyentuh dada Aira.


Dito datang bersama dokter John, "Aira? Bagaimana sekarang?"


"Baik dok" Aira tersenyum.


"Mau pulang?"


Aira menganggukkan kepalanya dengan sangat bersemangat.


"Boleh Aku minta satu hal?"


"Yes? Apa itu?"


"Pulanglah dengan alat-alat yang ada di tubuh mu".


Aira terdiam sejenak, "Jika itu pilihannya, baiklah"


Dokter John tersenyum "Kamu bisa pulang sore ini".


Mereka mempersiapkan segalanya. Aira tampak sangat bahagia.


Dalam perjalanan pulang, Aira duduk di samping Dito. Dia menggenggam tangan Dito dan bersandar di pundaknya.


"Bella..."

__ADS_1


"Ya Aira?" Bella dan Alexi duduk di kursi bagian depan.


"Aku pinjam Dito sebentar ya".


Bella tersenyum dan menganggukkan kepalanya, perasaannya kali ini berbeda dengan sebelumnya. Bella merasa kasihan kepada Aira. Perasaannya begitu tersentuh saat melihat Aira tersenyum dan bersandar di pundak Dito. Tangannya dia tautkan dengan tangan Dito.


"Aku ingin tidur seperti ini" Aira tersenyum dan memejamkan matanya.


"Tidurlah, Aku akan membangunkan mu saat Kita tiba di rumah" Dito mengusap kepala Aira yang ditutupi penutup kepala.


Air mata Bella mengalir begitu saja, dia melihat keikhlasan dalam senyuman Aira. Wajahnya terlihat bahagia karena mendapatkan cinta yang dia inginkan.


Alexi yang juga tertidur di pangkuan Bella tiba-tiba terbangun.


"Kenapa Sayang?" Bella mengusap air matanya dan memeluk Alexi.


Alexi terlihat sangat bingung, Bella memberikannya minum. "Minumlah Sayang, Kamu mimpi buruk ya?"


Selesai minum, Alexi menatap Bella. "Maamaamiii"


"Mami? Dia sedang tidur bersama Papa. Kamu merindukannya ya?"


Alexi melihat ke arah belakang, dilihatnya Dito tengah tersenyum kepadanya dan memberikan isyarat untuk jangan berisik "Ssstt... Mami bobo"


Alexi tersenyum senang.


Setelah beberapa waktu, Mereka tiba di kediaman Dito. Beberapa orang menurunkan alat kesehatan Aira yang dibawa di mobil yang berbeda.


Bella turun dari mobil, Bi Sumi segera menggendong Alexi.


Bella mengambil kursi roda dan memberikannya kepada Dito.


"Aira masih tidur?"


"Biarkan dia tidur, sepertinya dia kelelahan" Dito meraih tubuh Aira. Namun Dito begitu terkejut saat tubuh Aira begitu tidak berdaya.


"Aira... Airaaa...." Dito mengguncang tubuh Aira.


Bella terlihat panik saat Dito berteriak memanggil nama Aira. Bella memegang tangan Aira dan tidak menemukan denyut nadi di dalamnya.


Bella menutup mulutnya tidak percaya. Beberapa tim medis membawa tubuh Aira dan melakukan pertolongan pertama, namun hasilnya nihil.


...----------------...


...----------------...


...----------------...


...😭😭😭...


...Nggak tega sebenarnya.... Tapiiiii.......


...Jangan lupa tinggalkan jejak Kalian yaa Zheyeeenk......


...Like, komentar jugaaa...

__ADS_1


...Habis nangis jangan lupa kirim secangkir kopi *uhuk...


...Makasih yaa semuanya 🥰🥰...


__ADS_2