Because One Night

Because One Night
Alexi?


__ADS_3

Bella terlihat sangat khawatir.


Tidak berapa lama kemudian, Bella melihat Tiara keluar dari kamarnya sambil menelpon seseorang.


"Dia keluar, ini kesempatan untuk ku" Bella menghampiri kamar yang ditempati Dito namun dia tidak bisa membuka pintunya.


Seorang pelayan datang menghampiri Bella "Ada apa Nona?"


"Emm maaf, Saya... Saya lupa membawa kunci kamar, jadi Saya tidak bisa membuka pintunya"


"Maaf, Anda siapa?"


Bella terdiam, dia mengingat seseorang memanggil gadis itu "Tiara. Saya Tiara, sebenarnya di dalam ada rekan Saya, Aldito. Tapi sepertinya dia sedang tidur. Saya tidak bisa menelponnya, dia tidak menjawab panggilan Saya" Bella tampak memainkan ponselnya.


Pelayan tersebut membuka pintu untuk Bella.


"Silahkan Nona, semoga nanti tidak lupa lagi"


Bella menganggukkan kepalanya kemudian bergegas masuk.


Tampak Dito sedang tidur di atas tempat tidur mewah.


"Tuan... Tuan..."


Dito masih belum sadarkan diri.


"Tuan, bangunlah. Anda harus segera pergi dari tempat ini"


Dito tampak menggeliat, Bella terus menyadarkan Dito dengan perasaan waswas. Lampu dalam ruangan tampak mati, hanya lampu tidur yang masih menyala.


Dito mengucek matanya "Kamu siapa?"


Bella memalingkan pandangannya, namun dia ingat kalau Tiara mungkin akan kembali.


Bella melihat ke luar kamar, belum ada tanda-tanda kalau Tiara kembali.


Bella melihat seorang pelayan yang sedang membereskan beberapa unit kamar yang sudah melakukan check out.


"Maaf, boleh Saya minta tolong?"


"Iya kenapa Nona?"


"Teman Saya sakit, tolong bantu Saya membawanya ke lobby hotel. Saya akan membawanya ke rumah sakit"


"Baiklah, Saya akan membantunya"


Bella dan pelayan tersebut memapah Dito yang masih belum benar-benar sadarkan diri.


"Apa ada jalan selain ke lobby?"


"Kenapa Nona?" Pelayan tersebut tampak bingung.


"Di lobby ada tamu yang sedang menunggu Kami, tapi Kami belum bisa menemuinya, secepatnya Saya akan menemuinya"


"Baiklah Nona, ikuti Saya"

__ADS_1


Pelayan tersebut membawa Bella dan Dito menuju tempat parkir melalui lift khusus karyawan.


Bella segera memesan taxi online. Mereka pergi bersama.


Di tempat lain Tiara sedang berjalan menuju kamarnya "Siapa sebenarnya orang itu? Berani sekali mengerjaiku. Lagi pula, bagaimana orang itu bisa tau Aku sedang berada di sini?" Tiara tampak bingung.


"Sudahlah, yang terpenting Aku bisa menghabiskan malam ku bersama Dito" Tiara tersenyum dan berjalan menuju kamar.


Betapa terkejutnya dia saat melihat Dito tidak ada di dalam kamar.


"Apa? Kemana dia? Tidak mungkin kalau dia sadar dalam waktu sesingkat ini. Pasti ada sesuatu"


Tiara menghubungi bagian resepsionis, dia menanyakan kepergian Dito.


"Maaf Nona, tidak ada yang keluar sejak tadi sore"


"Kamu yakin? Seseorang yang tadi bersama ku tidak ada di kamar"


Resepsionis tersebut tampak kebingungan "Maaf Nona, tapi..."


Tiara membanting telpon yang ada di dalam kamar.


"Aaarrrgghhh siapa yang berani melakukan ini?"


Tiara mencari ke seluruh bagian kamar, hasilnya tetap nihil.


"Aku tidak akan memaafkan siapa pun yang berani melakukan ini"


Bella dan Dito masih berada di dalam taxi.


Bella memberikan alamat tempatnya mengontrak. Namun dia kembali ingat keberadaan Cindy, akan sangat sulit kalau sampai Cindy mengetahuinya.


"Tidak Pak, bawa Kami ke hotel K" Bella menyebutkan sebuah hotel mewah yang berada cukup jauh dari tempatnya saat ini.


Dito masih tertidur di pangkuan Bella.


Bella meraih tas yang dibawanya "Apa uang ku akan cukup?" batin Bella bergumam.


Tiba-tiba ponsel Dito berdering, menandakan panggilan masuk. Rupanya itu adalah panggilan dari Oro.


Bella tidak berani menjawab panggilan tersebut. Bella hendak memasukkan ponsel tersebut ke dalam pakaian Dito. Namun sebuah dompet terjatuh di dalamnya.


Tanpa sengaja uang tunai keluar dari dalam dompet Dito.


"Bagaimana ini?" Bella membereskannya.


Kemudian dia teringat sesuatu "Baiklah, Aku akan meminjam uang ini untuk biaya taxi dan hotel"


Namun Bella menggelengkan kepalanya "Tidak tidak, Kamu yang berhutang padaku karena Aku sudah menyelamatkan mu. Lagian bagaimana bisa Kamu terjebak dalam jebakannya. Seharusnya Kamu tau kalau dia memasukkan sesuatu ke dalamnya"


Bella terus saja mengomel. Dito masih saja terlelap.


"Aku minta uangnya ya, ini untuk mu. Bukan untuk ku"


Bella menyimpan beberapa lembar uang tersebut dan menyimpan kembali dompet Dito ke dalam pakaiannya.

__ADS_1


Namun Bella tampak penasaran saat melihat sesuatu di dalam dompet yang hampir terjatuh. Bella membuka dompet tersebut dan ternyata itu adalah foto dirinya.


Foto yang diambil setahun lalu tanpa sepengetahuannya.


"Bagaimana Anda bisa memiliki gambar ini Tuan? Ini tidak adil, Aku bahkan tidak memiliki foto mu. Lagi pula bagaimana mungkin Anda menyimpan foto seperti ini?" Bella menatap gambar dirinya saat sedang hamil dan duduk di taman belakang.


"Untuk saja Aku masih terlihat cantik walaupun Aku tidak tau kalau Kamu mengambil gambar ku"


Bella menyimpan kembali gambar dirinya ke dalam dompet milik Dito.


"Eh tunggu dulu? Kenapa hanya foto ku? Dimana foto Nona Aira?"


Bella tidak menemukannya sama sekali, "Ternyata Kamu masih belum bisa bersikap adil. Seharunya Kamu bersikap adil"


Bella menatap Dito tengan sangat intens.


"Sudah lama sekali Aku tidak melihat wajah ini. Dulu sebelum Aku tidur, Aku selalu melihat wajah ini. Bahkan setelah Aku bangun pun, Aku masih melihatnya. Sama persis seperti ini, tidur telelap"


Bella hendak menyentuh wajah Dito, namun dihentikannya.


Bella melambaikan tangannya di depan wajah Dito, kemudian dia tersenyum.


"Kamu benar-benar tidur ya?" Bella menyentuh wajah Dito dengan perlahan.


Mengusap pipinya, bibirnya, matanya. "Aku senang Kamu baik-baik saja. Maaf Aku tidak mengabari mu, tapi Aku senang Kamu berhasil bangkit dan hidup bahagia bersama Nona Aira"


Air mata Bella mengalir begitu saja, air matanya terjatuh mengenai pipi Dito.


Bella tersenyum dan mengusap pipinya kemudian pipi Dito.


"Entah kenapa, air mata ini selalu mengalir kalau Aku mengingat mu. Entah karena Aku mengingat masa lalu ku yang terlalu sakit bagiku, atau karena Aku..." Bella terdiam sejenak "Merindukan mu?"


"Aku tidak tau apa yang sebenarnya terjadi"


Bella mengusap kepala Dito. "Aku tidak tau apa yang akan terjadi kalau Kamu mengetahui Aku dan Alexi masih hidup. Kamu tau tidak? Alexi sangat mirip dengan mu. Aku senang karena mempunyai pengobat rinduku"


Batin Dito bergumam "Alexi? Sepertinya Aku pernah mendengar nama itu"


"Tunggu dulu, apa itu anak yang Bi Sumi bawa waktu itu? Jadi benar dia adalah anak Bella, anak ku?" batin Dito masih bergumam namun raut wajahnya tampak menegang.


...----------------...


...----------------...


...----------------...


...Tadinya mau libur up, tapi sayang sama Kalian...


...Pasti nungguin....


...Pasti penasaran....


...Maaf Up malem-malem....


...Jangan lupa like, komentar dan vote yaa (senin, artinya punya jatah vote kan hihi)...

__ADS_1


...Atau secangkir kopi dan sebuah hati juga boleh ko 🥰🥰🥰...


__ADS_2