Beda Usia Tapi Cinta

Beda Usia Tapi Cinta
Berlutut


__ADS_3

Hendrico menemui Armand di rumahnya. Armand membukakan pintu tanpa bicara sepatah kata pun. Ana dan bibi Yun sedang berada di ruang makan. keduanya tegang takut terjadi perkelahian.


"Pergilah aku malas melihat mu". Kata Armand. diluar dugaannya Hendrico langsung berlutut dan menunduk. Arman terkejut melihat sahabtanya memohon padanya sampai seperti itu.


"Apa yang kau lakukan?". Tanya Armand marah dan sedih.


"Ku mohon pada mu Ar, restui kami aku akan menjaga nya dengan nyawa ku, aku akan menyayanginya dengan sisa usiaku, aku akan menikahinya".


Ana dan bibi Yun terkejut dan menutup mulut mereka dengan tangan. keduanya tidak menyangka Hendrico begitu mencintai Kristal hingga ia memohon pada Armand sampai berlutut.


"Hendrico! ....". Armand mencengkeram kerah kemeja Hendrico dan menariknya sampai berdiri. Armand melayangkan tinjunya ke wajah Hendrico sampai ia terhuyung dan jatuh. Hendrico tidak membalas. Armand menangis bersedih memukul sahabatnya. Kristal dan Hendrico sama-sama orang yang ia sayangi. Ana mendekati Armand dan menenangkannya.


Kristal sama sekali tidak tahu kejadian itu. Hendrico menemui Kristal di taman. ia memeluk Kristal lama, melepas semua sesaknya. Kristal memegang luka di pelipis Hendrico. ia tahu pasti Hendrico habis berkelahi dengan seseorang.


"Kau terluka". Kata Kristal lirih. Hendrico tersenyum dan mencium tangan Kristal yang menyentuh wajahnya.


"Aku tidak apa-apa" .


"Apa kakak ku yang melakukannya?".

__ADS_1


"Tidak, ini maslah pekerjaan saja".


Kenapa kau berbohong pada ku. pasti kakak ku yang memukul mu. kau menemuinya untuk meminta restu bukan?.


Kristal menangis dalam pelukan Hendrico. hatinya hancur melihat orang-orang terkasihnya berkelahi karena dirinya.


Armand duduk termenung di sofa ruang tamu rumahnya. Ana dan bibi Yun terdiam tidak berani bicara.


"Ana, tolong kau beritahu Kristal aku ingin bertemu dengannya dan Hendrico besok".


"Baik sayang".


***


Kiano terbangun dari tidurnya setelah ibunya berkali-kali membangunkannya untuk pergi bekerja. stelan jasnya sudah siap, asistennya juga sudah menunggu dibawah.


Kiano mandi dan mengenakan stelan kerjanya. ia menata rambutnya. Ia turun ke lantai bawah untuk sarapan. Kiano tersenyum di sela sarapannya.


"Nampak nya kau sedang senang?". Tanya ibunya.

__ADS_1


"Ah tidak biasa saja bu". Kiano terlihat salah tingkah. ia bergegas menuju mobilnya setelah pamitan dengan ibunya. asistennya menjalankan mobil meninggalkan pelataran rumah mewahnya.


"Apa dia sudah sembuh?". Tanya Kiano sembari memandang keluar kaca jendela mobilnya.


"Sudah tuan, saya pastikan nona Fania sudah berangkat bekerja hari ini".


Kiano tersenyum senang. ia sudah tidak sabar mengerjai Fania. entah kenapa ia menjadi sangat bersemangat bila dekat dengan gadis itu.


Sementara Fania sibuk dengan komputernya. sejak tiba di kantor ia langsung memeriksa email yang masuk dan mulai mengerjakan pekerjaanya yang menumpuk karena di tinggal libur dua hari.


Kiano berjalan melalui meja kerja Fania di iringi asistennya. ia melirik gadis itu yang sedang sibuk dengan konputernya hingga tidak menyapa Kiano.


Kiano memundurkan langkahnya menghampiri Fania.


"Kau tidak menyapa ku?". Tanya nya. Fania mendongakan wajahnya dan memandang Kiano. ia berdiri dari duduknya dan memberi salam pada Kiano.


"Maaf tuan saya tidak melihat anda datang, saya sedang memeriksa email di komputer saya"


"Baiklah lanjutkan pekerjaan mu". Kata Kiano sembari melenggang pergi. Fania kesal sekali dengan lelaki itu. Kiano memberinya libur dua hari tapi ia juga menyiksanya dengan tumpukan pekerjaan di meja Fania.

__ADS_1


__ADS_2