
Asisten Kiano memeberi tahu pada Fania kalau tuan Kiano ingin makan siang dengannya Fania semakin tidak mengerti dengan kegilaan Kiano. ia tidak habis pikir apa lagi yang di rencanakan lelaki itu untuk mengerjainya.
"Tuan asisten untuk apa tuan Kiano mengajak makan siang staff biasa seperti ku?".
"Bersiaplah dan jangan banyak bertanya". Jawab sang asisten.
Fania jengah kedua orang itu sama saja. yang satu amat menyebalkan dan yang satu lagi kaku seperti robot.
Fania menyapukan lipstick tipis di bibirnya. ia menyisir rambut bergelombangnya dan bersiap ke ruang kerja presdir. di sana Kiano sudah menunggunya.
"Kenapa lama sekali?, kau bersolek dulu untuk bertemu dengan ku?". Tanya Kiano pedas. Fania tidak menghiraukannya.
"Tuan memanggil saya untuk makan siang".
"Ikut dengan ku". Kiano melangkah keluar ruang kerjanya Fania dan asistennya mengikuti dari belakang. Kiano menuju kedai makanan sederhana yang ramai pengunjung. Fania tidak habis pikir kenapa Kiano mau makan di kedai itu. dari pangkatnya di perusahaan kedai itu bukanlah kelasnya.
Asisten Kiano terliahat sibuk menyiapkan meja makan dan tempat duduk yang nyaman untuk tuannya. Fania ingin tertawa melihat keanehan kedua orang itu. Fania memesan dua porsi makanan khas yang di jajakan di kedai itu.
__ADS_1
Fania menyerahkan satu porsi pada Kiano. Kiano memandangi makanannya lalu memandang Fania. Fania terlihat mengaduk makanannya agar tercampur rata dengan bumbunya. ia menambahkan saus kacang agar terasa gurih.
"Apa itu?, kenapa kau menambahkannya ke makanan mu?".
"Ini saus kacang tuan, apa kau mau?". Tanya Fania yang bersiap menyendok makanannya.
Kiano menggeser piringnya dan memaksa bertukar makanan dengan milik Fania.
"Aku ingin makan itu, kau makan yang ini". Kiano merebut piring Fania. Fania kesal dan ia hanya bisa mengalah. Fania mengambil piring Kiano dan langsung menyendok makananya tanpa mengaduk atau menambahkan saus kacang.
Kiano terlihat senang, ia lahap menyantap makan siangnya bersama Fania.
"Apa kau sudah menemukan kekasih untuk kau kenalkan pada orang tua mu?". Tanya Kiano yang tiba-tiba ingat dengan pesan pendek ibu Fania kemarin.
Fania tersedak makanannya. ia panik mengambil air minum dan menghabiskan satu gelas.
"Kenapa anda bertanya soal itu tuan?".
__ADS_1
"Aku hanya ingin tahu saja".
"Maaf tuan saya tidak mau menjawabnya, itu urusan pribadi saya". Kata Fania jengkel.
"Baiklah, tidak masalah". Kiano melangkah pergi di ikuti asistennya.
'Oh ya kau yang bereskan meja dan kursi tuan Kiano". Kata asisten itu. Fania mengumpat kesal ia harus menenteng kursi lipat dan meja kecil milik Kiano.
Dasar merepotkan kalau tidak mau bersinggungan dengan pembeli lain utnuk apa ia makan di kedai?!, makan saja di restoran seperti biasanya!.
Kiano tersenyum puas mslihat Fania kerepotan membawa kursi dan meja kecil itu.
"Lihat lah bukan kah dia lucu sekali?". Tanya Kiano pada asistennya.
"Benar tuan".
Gadis malang, tuan kau sungguh kekanakan.
__ADS_1
Ponsel Fania berbunyi, telepon dari ibunya. ibunya mengatur pertemuan Fania dengan seorang lelaki. lelaki itu pelanggan tetap ibunya di toko. ibunya bilang lelaki itu baik dan lumayan tampan. Fania tak bisa lagi membantah ia sudah terlalu sering menolak perjodohan dari ibunya. tapi sampai sekarang ia bahkan belum memiliki seorang kekasih untuk di kenalkan pada ayah dan ibunya.