Beda Usia Tapi Cinta

Beda Usia Tapi Cinta
Hari Pertama


__ADS_3

Aku berangkat pagi dari rumah agar tidak terjebak macet. Aku bergegas menuju ruang kerjaku setelah sampai di gedung Jaya Group.


Masih pagi, suasana kantor masih lengang. Aku duduk sambil merapikan penampilanku.Tak berapa lama karyawan dan staff petinggi berdatangan. Pak Elwan juga datang di iringi Yoga asistennya. Semua karyawan di ruangan itu berdiri dan mengucapkan selamat pagi pada pak Elwan. Pak Elwan berjalan dengan cuek menuju ruang kerjanya.


"Mari ikut denganku" kata Yoga yang menghampiriku.


Yoga selalu terlihat rapi dan wangi. Kaca mata minus yang tidak pernah tertinggal selalu bertengger di hidungnya. Wajah kaku dan bicara juga seperlunya. Mirip dengan bosnya.


"Ini meja kerjamu, nyalakan laptopmu dan mulailah dengan pekerjaanmu"


"Baik" kataku penuh semangat.


Aku berdo'a sebelum memulai pekerjaanku. Orang-orang di ruangan itu sungguh menakutkan. Dengan wajah tidak ramah dan mereka selaku terlihat sibuk.


"Lula..." Sebuah suara memanggilku. Aku menoleh ke arah pak Elwan yang berdiri di depan meja kerjaku.


"Kamu siapkan materi meeting untuk siang nanti. Tanyakan pada Yoga jika kamu belum paham"

__ADS_1


"Baik pak" Ia kembali berjalan pergi dengan langkahnya yang lebar dan cepat.


Aku bergegas menuju ruang kerja Yoga untuk minta di ajari mempersiapkan materi nanti.


Yoga dengan cepat mengajariku. Dia terlihat pintar dan cerdas. Yoga juga cekatan, ia menguasai beberapa bahasa asing dengan fasih.


Yoga menghela napasnya ketika aku sedikit susah di arahkan olehnya. Maklum kemampuan otakku tidak selevel dengannya. Aku sedikit lambat jika berurusan dengan angka. Ya dari sekolah dasar sampai sekolah menengah dan kuliah aku kurang pintar matematika.


"Cepat kamu print dan serahkan pada pak Elwan"


"Baik" Aku bergegas menuju ruang kerja pak Elwan begitu selesai dengan semua materi meeting. Pak Elwan seperti biasa duduk tenang di kursi kerjanya. Pria itu tergolong pendiam dan irit bicara.


"Permisi pak" kataku canggung, entah kenapa aku selalu canggung bila berhadapan dengannya.


"Duduk"


Aku segera duduk di kursi tepat di depan meja kerjanya. Ku letakkan dengan hati-hati file yang aku pegang dari tadi.

__ADS_1


"Sudah siap semua?" ia mengalihkan perhatiannya dari laptop ke arahku. Aku malah berdebar melihat wajahnya, fokusku langsung hilang.


"Lula ini hari pertamamu bekerja, tolong konsentrasi dan jangan buang waktu saya untuk meladeni lamunan kamu"


Aku langsung tersadar dan menyerahkan file yang tadi ku bawa untuk di periksa pak Elwan.


Pria di hadapanku mungkin usianya menjelang 40 tahun. Tapi hanya dengan sekali pandang ia bisa membuatku linglung.


"Baik, ada sedikit kesalahan tolong segera perbaiki" ia mencoret di bagian yang salah dengan bolpoint silvernya.


"Baik pak segera saya benahi" aku berdiri dan keluar dari ruangan pak Elwan. Segera ku edit bagian yang salah tadi dan kembali ku bawa ke hadapannya.


Ia sama sekali tidak memandangku, hanya fokus pada pekerjaanku yang ku serahkan padanya.


Pak Elwan membubuhkan tanda tangannya dan materi meeting itu segera meluncur ke ruang Vip perusahaan yang biasa di gunakan untuk meeting besar.


Aku senang sekali melihat hasil kerjaku. Tidak ku sangka pekerjaanku bisa di pakai dan akan dilihat banyak orang saat meeting nanti.

__ADS_1


Aku mengapresiasi diriku sendiri dengan cara memejamkan mata dan tersenyum menikmati kemampuanku. Tanpa sepengetahuanku pak Elwan dan Yoga sudah nerdiri tepat di depan meja kerjaku.


__ADS_2