
Perusahaan Kiano mengadakan makan bersama para staffnya. Fania tidak bisa ikut karena ia ada urusan pribadi.
"Cari tahu urusan penting apa yang akan ia lakukan sampai menolak undangan perusahaan". Kata Kiano pada asistennya.
"Baik tuan".
Tak berapa lama asistennya kembali ke ruangan kerja Kiano.
"Nona Fania akan pergi menemui seorang pria di restoran A tuan".
Jadi dia akan pergi kencan rupanya?, ini akan seru sekali.
Kiano tersenyum licik, sudah pasti ia akan menjahili Fania lagi.
"Kau ikut dengan ku, kita akan bermain permainan yang sangat menyenangkan". Kata Kiano.
Kita?, anda tuan yang akan mempermainkan nona Fania. anda jangan mencari alasan dengan menyebut kita.
Fania mengenakan pakaian santai. ia pun seperti tak berniat untuk menemui lelaki itu. hanya karena merasa tidak enak pada ibu nya ia mau pergi menemui lelaki itu. Fania menunggu bus di halte dan bergegas masuk kedalam bus begitu bus berhenti di halte.
"Benarkan ia akan pergi berkencan dengan pakaian seperti itu?". Kiano memgerutkan keningnya.
__ADS_1
"Seleranya buruk sekali!, dasar bodoh mana ada lelaki yang tertarik padanya. hahahaha!". Kiano menertawakan selera berpakaian Fania saat akan pergi berkencan.
Anda tuan yang tertarik padanya!, kenapa anda masih berkelit. bukankah saat ini anda sedang cemburu dengan nona Fania?!.
Kiano dan asistennya mengikuti Fania sampai ke restoran. keduanya memesan meja kosong tak jauh dari meja Fania dan lelaki itu. lelaki yang berkencan dengan Fania memang terlihat lumayan. Kiano sedikit kesal ini lain dari yang ia bayangkan. ia kira lelaki itu akan terlihat gendut dan aneh. tapi kenyataannya yang sedang duduk bersama Fania adalah lelaki tampan dan terlihat lumayan. Fania terlihat tertawa bersama lelaki itu.
Kiano berdiri dari duduknya dan mendekati meja Fania.
"Kau disini rupanya?". Sapa Kiano mengagetkan Fania. Fania terpana memandang Kiano dan asistennya memergokinya sedang berkencan dengan seorang lelaki.
"Siapa dia?". Tanya lelaki itu.
"Fania kenapa kau berkencan dengan pria lain sedangkan kau sudah memiliki kekasih". asisten Kiano ikut terkejut mendengar ucapan tuannya barusan. rasanya ia ingin membungkam mulut tuannya agar tidak memalukan dirinya sendiri.
"Apa karena sedang marah dengan ku makanya kau mencari pria lain sebagai pelampiasan mu?". Tambah Kiano, sepertinya ia memang ada bakat jadi actor.
"Tuan hentikan!". Fania berdiri dari kursinya dan menatap marah pada Kiano.
Fania berjalan pergi meninggalkan restoran. ia menangis karena malu. malu pada Kiano karena ketahuan pergi berkencan dan malu pada lelaki itu. Kiano mengejar langkah Fania. ia menarik lengan Fania dan menatap wajah gadis itu.
"Kenapa kau menangis dan marah?, hey aku sudah menyelamatkan mu".
__ADS_1
"Menyelamat kan ku?!, kenapa tidak kau bunuh saja aku tuan?!".
"Memang apa salah ku?,kenapa dia marah?, aku sudah menyelamatkannya dari lelaki tidak jelas itu harusnya di berterimakasih. bukan begitu?". Tanyanya pada sang asisten yang terdiam karena ikut jengkel dengan tingkah majikannya.
Keesokan paginya di kantor Fania diam tidak menegur atau menyapa Kiano. ia masih marah lelaki itu sudah keterlaluan mencampuri urusannya.
Kiano memperhatikan Fania dari kejauhan. ia tidak tahan gadis itu mendiamkannya dan marah padanya.
Kiano meminta Fania membereskan file di lemari. ia sekaligus meminta Fania mencari data yang lama untuk di gunakan dalam meeting nanti.
Fania berjinjit mengambil outner file di jajaran lemari paling atas. file-file itu cukup berat hingga ia sedikit kewalahan. saat akan menarik file itu ia tidak sengaja menyenggol file di sebelahnya hingga terjatuh dan hampir mengenai wajahnya. Fania mejamkan matanya tapi file itu tidak jadi mengenai wajahnya tapi menimpa lepala Kiano yang mecoba melindunginya.
Semua panik karena pelipis Kiano berdarah terkena outner file yang menimpanya tadi. asisten mengambilkan perlengkapan obat dan perban. Fania membersihkan darah dan mengobati luka Kiano.
Si brengsek ini benar-benar mempermainkan ku!. ia sampai terluka karena ku.
Fania menangis kesal. ia menatap Kiano dengan pandangan yang sulit di jelaskan.
"Hey kenapa kau menangis, bukankah kau tidak terluka?". Kiano memegang perban di pelipisnya.
"Bisakah anda berhenti mengganggu saya tuan?, saya mohon kalau tidak saya lebih baik keluar dari perusahaan ini". Kata Fania di sela tangisnya.
__ADS_1
Kiano tertegun memandang Fania. gadis itu sedang mengancamnya.