Beda Usia Tapi Cinta

Beda Usia Tapi Cinta
Bertemu Armand


__ADS_3

Hendrico menemui Kristal di ruang rawatnya. Kristal tersenyum dan menggenggam tangan Hendrico.


"Kenapa tangan mu dingin sayang". Tanya Kristal.


"Mungkin karena tadi aku menyetir dengan panik".


Hendrico memeluk istrinya. ia mengusap punggung Kristal dengan lembut. wajahnya sedih ia tidak membayangkan jika Kristal tahu tentang penyakit kistanya.


"Kenapa sayang?". Tanya Kristal mengelus wajah tampan Hendrico. lelaki itu menggeleng dan tersenyum.


"Sekarang ayo kita pulang, aku ingin tiduran di kamar bersama mu". Kata Kristal.


"Ryan". Hendrico memanggil Ryan untuk menyiapkan mobil. Ryan bergegas menuju parkiran.


Sesampainya di rumah, Kristal langsung beristirahat. Hendrico membersihkan diri dan menemani Kristal, ia mengelus rambut pendek Kristal dengan penuh kasih.


"Sayang dua hari lagi aku harus ke rumah sakit untuk periksa. kalau sakit magh saja kenapa harus seribet itu?". Tanya Kristal sembari menatap wajah Hendrico yang terdiam.


"Karena maghnya sudah lumayan parah jadi harus ada pengobatan rutin".


Hendrico mengecup bibir Kristal. Kristal membalasnya dan ia membuka sedikit kancing bajunya. ia tahu kesukaan Hendrico saat bersamanya adalah melakukan hobinya yang satu itu.

__ADS_1


Hendrico tersenyum ia mengusap wajah cantik Kristal dan menundukan wajahnya menuju dada Kristal.


***


Fania memasak makanan untuk Kiano di apartemennya. keduanya saling melepas rindu setelah perpisahan yang lama.


Fania menata makanan di atas meja makan. Kiano menggulung lengan kemeja putihnya dan mengendorkan dasinya.


Keduanya makan malam bersama di apartemen Fania. Kiano merindukan masakan Fania. sudah lama sekali ia tak merasakannya.


Selesai makan Keduanya rebahan di sofa di depan tv. Fania tiduran berbantalkan lengan kekar Kiano. Kiano mengelus rambut ikal Fania.


"Fania". Panggil Kiano lembut.


Sementara Hendrico mencoba menutupi sakit yang di derita Kristal. ia meminta Kristal untuk memundurkan jadwal pagelaran busana sampai ia benar-benar sehat kembali.


Hendrico menghubungi Kiano membicarakan tentang jadwal pemeriksaan Kristal. ia ingin secepatnya Kristal di tangani.


Siang itu Hendrico pergi menemui sahabatnya sekaligus iparnya Armand. lama mereka tidak bertemu karena kesibukan masing-masing. kino keduanya duduk di cafe memesan minuma kesukaan dan mengobrol panjang lebar. keduanya masih seperti sahabat tidak ada kecanggungan di antara Hendrico maupun Armand.


Hendrico menceritakan perihal sakit yang dinalami Kristal. wajah Armand menegang cemas.

__ADS_1


"Bagaimana kondisinya?". Tanya Armand.


"Ia baik-baik saja tidak ada keluhan. Kiano bilang itu beresiko pada keturunan".


"Maksud mu....". Armand tidak melanjutkan ucapannya. ia sudah tahu resiko sakit yang di alami Kristal.


"Benar kemungkinan memiliki keturunan akan kecil". Hendrico meminum minumannya dan melonggarkan dasinya. Armand menepuk bahu Hendrico dan me.meberinya semangat. esok ia berniat menemui adiknya.


Paginya Armand datang ke rumah Hendrico. ia bertemu dengan Kristal. Armand memeluk adiknya iti melepaskan rindu.


"Kakak kenapa kau tidak bilang mau kesini?". Kristal menggamit lengan Armand.


"Kak Hen sudah berangkat bekerja".


"Iya aku sudha bertemu dnegannya". KatabArmand sambil memandang adiknya dengan seksama.


"Bagaimana keadaan mu?".


"Aku baik-baik saja kak".


"Kakak bagaimana dengan Ana?, kapan kalian akan menikah?".

__ADS_1


Arman tertawa. pertama ia senang karen Kristal baik-baik saja. dan soal pernikahannya dengan Ana ia baru memikirkannya.


__ADS_2