
Armand bertemu dengan Hendrico dan Kristal. ketiga nya duduk diam. Kristal terlihat tegang ia menggenggam tangan Hendrico.
"Baiklah aku menyetujui hubungan kalian". Kata Armand. senyum cerah terlihat di wajah Kristal dan Hendrico.
"Kakak terimakasih banyak, aku sangat menyayangi mu". Kata kristal terharu.
"Ar terimakasih". Kata Hendrico.
"Apa rencana kalian kedepannya?". Tanya Armand.
"Kami ingin segera menikah". Jawab Hendrico mantab.
"Apa kalian tidak sebaiknya bertunangan dulu?".
"Kami ingin langsung menikah saja". Kata Kristal.
"Baiklah kau bisa membicarakan semua ini dengan ayah dan ibu". Kata Armand lagi. Kristal mengangguk. tidak akan sulit minta restu pada kedua orang tuanya. ayahnya sudah mengenal Hendrico dan tahu latar belakang Hendrico. pasti ayahnya akan setuju begitu pula ibunya.
Hendrico mencoba jas barunya di bantu Amelia. ia sudah kembaki ke kantornya untuk bekerja. sementara Kristal kembali ke butik.
"Aku tidak menyangka kalian akan benar-benar menikah". Kata Amelia. ia merapikan jas Hendrico.
"Kapan hari pernikahan kalian?". Tanya Amelia.
"Secepatnya kami akan mencari tanggal untuk pernikahan kami".
***
__ADS_1
Kiano menemui Kristalndi butik ibunya ia membawa sekotak es krim untuk ia dan Kristal. Kiano sebenarnya tidak suka manis tapi kali ini ia ingin menikmati es krim faforit Kristal sebelum gadis itu menikah.
Kristal memberikan segelas kecil es krim untuk Kiano dan satu gelas lagi untuknya.
"Bagaimana kabar nya?". Tanya Kristal di sela ia menikmati es krimnya.
"Siapa?". Tanya Kiano.
"Staff itu, yang kau antar ke runah sakit tempo hari".
"Oh dia sudah sembuh".
Kristal memandang Kiano, ia tersenyum.
"Apa kau menyukai nya?".
"Siapa?". Kristal mulai emosi ia meletakan gelas es krimnya dan menepuk keras bahu Kiano. lelaki itu tertawa melihat Kristal gemas padanya.
"Tapi ia cantik bukan?".
"Tidak!".
"Benarkah?, aku ingin nertemu dengannya".
"Eh untuk apa?, tidak perlu".
"Siapa namanya?".
__ADS_1
"Fania". Kiano keceplosan ia menghentika menyendok es krimnya dan memandang Kristal yang tersenyum jahil.
"Ajak ia kemari, aku ingin mengobrol dengannya. kumohon". Wajah Kristal emmohin dan memelas pada Kiano.
"Baiklah lain kali akan ku ajak ia kemari tapi kau jangan terkejut jika melihatnya".
"Krist aku senang akhirnya kau dan hendrico akan bersama". Tatapan Kiano terlihat tulus ia memandang sahabatnya itu. Kristal memeluknya dan mengucaokan terimakasih atas dukungan dan kelegaan hati Kiano mendengarkan segala ceritanya.
Kristal melepaskan pelukannya, di depannya ada Asisten Kiano dan seorang wanita cantik.
"Apa dia Fania?". Kristal berbisik di telinga Kiano. Kiano menoleh ke belakang dan terkejut asistennya membawa Fania ikut ke butik.
Dia berpelukan dengan seorang gadis cantik. gadis itu terlihat modis dan kaya. dasar brengsek ia menggagalkan kencan ku tapi ia sendiri berkencan dengan seorang wanita di butik.
"Baiklah Krist aku pergi dulu". Kiano berdiri dari duduknya.
"Sampai jumpa" Kristal tersenyum manis pada Kiano dan juga asisten Kiano yang memberi salam.
"Apa sudah kau kerjakan pekerjaan yang ku suruh?".
"Sudah tuan".
"Bagus kalau begitu kau boleh pergi". Kata Kiano. ia tadi meminta Fania dan asistennya mengurus kado pernikahan untuk Kristal dan Hendrico.
Kiano melangkah pergi menuju mobilnya diikuti asistennya.
"Tunggu tuan!" Fania menghentikan langkah Kiano. ia berjalan cepat mendekat pada lelaki itu wajahnya merah karena kesal.
__ADS_1
"Kenapa kau menggagalkan kencan ku kemarin?, dan kenapa kau selalu menyiksa ku dengan pekerjaan yang tidak masuk akal ketika di kantor! karena mu aku harus beryengkar dengan ibu ku!, aku akan resign!". Fania memutar tubuhnya dan berjalan menjauhi Kiano. Kiano terdiam menatap tingkah aneh gadis itu.
"Apa dia itu benar-benar elien?". Gumamnya kesal.