Beda Usia Tapi Cinta

Beda Usia Tapi Cinta
Bertemu Mantan Terindah


__ADS_3

"Pak Elwan ada undangan ulang tahun dari nona Dona, apakah anda akan hadir?"


Elwan memicingkan alisnya dan sedikit memanyunkan bibirnya pertanda ia kesal mendengar nama itu disebut kembali.


"Apakah saya harus memberikan penolakan atas nama anda pak?" tanya Yoga lagi.


"Biarkan saja"


"Baik pak"


Elwan menyandarkan punggungnya di kursi kerjanya yang nyaman. Wajah Dona terbayang begitu cantik dan manis ketika mereka masih berpacaran dulu. Elwan begitu mencintai Dona dan tergila-gila pada wanita itu. Tapi sayang sekali Dona menghancurkan kepercayaan dan cinta Elwan. Ia memilih pergi meninggalkan Elwan yang menjanjikan pernikahan serta masa depan untuk Dona.


Dona bilang jika ia menikah itu akan menghancurkan kariernya. Karena itu ia memilih pergi ke Paris dan memutuskan hubungan dengan Elwan.


Sekarang Dona telah kembali dan memberikan undangan ulang tahun pada Elwan.


Dia pikir dia siapa bisa seenaknya padaku?!


"Yoga panggil Lula kemari"


"Baik pak"

__ADS_1


***


Aku berdiri di depan meja kerja pak Elwan. Ia memandangku dengan tatapan aneh. seolah seperti sedang mengukur diriku. Maksudku mengukur seberapa cantik wajahku, seberapa menarik diriku, seberapa bagus rambutku dan bodyku. Kalau ku tangkap dari pandangannya kira-kira seperti itu.


"Lula kau ikut denganku ke pesta nanti malam" kata Elwan.


"Pesta pak? pesta apa pak?"


"Yoga terangkan padanya"


"Lula ikut saya..." Aku langsung mengikuti langkah lebar Yoga menuju ruang kerjanya. Di atas meja kerjanya terdapat sebuah kotak besar dengan hiasan pita dan tertulis brand mode ternama disana. Yoga membuka pita itu dan ia menunjukan isinya padaku. Aku terbelalak menyaksikan sebuah gaun berwarna merah cerah lengkap dengan sebuah aksesoris kalung berlian.


"Benar sekali dan kau akan memakainya ke pesta nanti malam bersama pak Elwan"


"Hah saya? mengenakan gaun indah ini?"


"Benar jika kau bisa bersandiwara dengan baik maka gaun itu boleh untukmu"


"Benarkah? sandiwara apa pak?"


"Pak Elwan memiliki seorang mantan kekasih bernama Dona. Sekarang ia telah kembali dari Paris dan nanti malam ia mengadakan perayaan ulang tahunnya. Ia sengaja mengundang pak Elwan. Tugasmu adalah menjadi pendamping pak Elwan ke pesta sekaligus bersandiwara jika kau adalah kekasihnya"

__ADS_1


"Kekasih siapa?" tanyaku bingung dengan penjelasan Yoga yang panjang bak rel kereta api Argo Bromo itu.


"Kekasih satpam kantor!" jawabnya ketus. Aku menggaruk kepalaku dan nyengir.


Aku rasa semua sudah gila tapi aku tertarik dengan gaun cantik itu. Lebih dari itu aku ingin membantu Elwan di depan mantan kekasihnya.


Toh ini hanya sandiwara tidak akan terjadi apa-apa antara aku dan Elwan. Lagi pula jarak usia kami juga lumayan jauh.


Malam itu pak Elwan mendatangkan make up profesional untuk mendandani wajahku yang biasa ini. Setelah berjibaku dengan perlengkapan make up akhirnya tiba juga aku mengenakan gaun indah berwarna merah itu. Setelah berkaca aku pangling dengan diriku sendiri.


Yoga berdiri di depanku dan memandangku takub. Ia memintaku segera menemui pak Elwan. Aku berjalan perlahan karena tidak mau jika gaunku berantakan. Ku lihat pak Elwan berdiri di dekat pintu mobilnya. Ia terlihat tampan sekali dengan stelan jas hitam dan dasi kupu-kupu.


Ia memandangku sesaat. Yoga berjalan mendekat dan membukakan pintu mobil untuk kami. Selama di mobil pak Elwan hanya terdiam. Ia lebih banyak memperhatikan jalanan melalui kaca mobil.


Setibanya di gedung tempat penyelenggaraan pesta, Pak Elwan mengulurkan lengannya. Dengan tanggap tapi sedikit canggung aku langsung meraih lengan macho itu dan menggamitnya. Kami berjalan bak pasangan kekasih sungguhan. Setiap mata tamu undangan menjurus menatap kami dengan kagum.


Aku senang tapi pak Elwan terlihat biasa saja. cuek dan diam. Aku mengedarkan pandanganku dan terhenti di sosok seorang wanita tinggi semampai bak model internasional. Perempuan itu cantik sekali. Kulitnya putih halus dan ia terlihat sangat anggun dengan gaunnya yang menawan.


"Hai El sudah lama sekali kita tidak bertemu, apa kabar mu?"


Pak Elwan tetap diam seribu bahasa. Peremouan cantik itu memeluk dan mencium pipi pak Elwan. Kini aku tahu jika dia adalah Dona mantan kekasih Elwan.

__ADS_1


__ADS_2