
Kristal bertemu dengan Fania di cafe nine.
"Fania apa kabar mu?". Tanya Kristal begitu bertemu.
"Aku baik Krist".
"Aku turut prihatin hubungan mu dengan Kiano...".
Fania terdiam dan senyum menanggapi ucapak Kristal.
"Apa kau tahu kenapa Kiano sekarang bisa menjadi seorang dokter?".
Fania menggeleng dan menatap Kristal mencoba mencari penjelasan dari Kristal. Kristal adalah sahabat dekat Kiano dan ia juga dekat dengan keluarga Kiano jadi Kristal pasti tahu tentang Kiano.
"Ayah nyanmemberinya dua pilihan. ia tetap tinggal dan menjadi presdir di perusahaan ayahnya serta tetap menjadi tuan muda di rumahnya asalkan ia tidak lagi bersama mu atau ia memilih pergi tanpa membawa sepeserpun dan boleh mengejar cinta mu".
Fania terkejut, Kristal tersenyum menatap Fania.
"Dan kau pasti tahu Kiano memilih yang mana kan?".
Fania merasakan matanya memanas. ada bulir yang mengalir ke pipinya.
"Kiano sudah bekerja sangat keras dengan mencari beasiswa untuk kuliahnya dan ia jjga bekerja paruh waktu di dua tempat berbeda. ia menolak bantuan dari kak Hen".
"Oh ya Fania aku bertemu dengan mu karena ingin mengajak mu bergabung dalam pagelaran busana yang akan ku adakan bulan depan, jika kau bersedia tolong hubungi aku secepatnya. aku butuh bantuan mu Fania". Kristal memberikan kartu namanya pada Fania. Kristal mengenakan kaca mata hitamnya dan menuju mobil. Ryan membukakan pintu mkbil untuk Kristal.
***
Kiano menikmati makan siang di kantin rumah sakit. seperti biasa ia makan sendirian.
__ADS_1
"Apa aku boleh duduk disini?". Fania muncul di hadapan Kiano. Kiano tertegun, Fania menarik sedikit kursi dan duduk di hadapan Kiano. hening diantara keduanya. Kiano memandang Fania tanpa berpaling.
"Maafkan aku, akj tidak tahu jika kau....". Fania tidak meneruskan ucapannya. air matanya menetes deras membasahi pipinya. Kiano tersenyum ia mngusap air mata Fania.
"Apa kau masih mencintai ku?". Tanya Kiano menggenggam tangan Fania. gadis itu mengangguk.
"Bagus, jadi kau belum menikah?". Ganya Kiano lagi.
"Kau juga belum menikah?". Tanya Fania.
Keduanya tersenyum, Kiano menggenggam tangan Fania. karena gadis itu ia keluar dari keluarganya dan hidup nyabsungguh keras beberapa tahun ini. karena gadis itunoula Kiano mendapatkan mimpinya sebagai seorang dokter.
Kiano mengajak Fania jalan-jalan di aman rumah sakit yang hijau.dan teduh.
"Kau masih sama tetap cantik seperti dulu". Bisik Kiano di telinga Fania. ia menyelipkan helaian rambut Fania ke balik telinga gadis itu.
"Kau juga tetap tampan seperti dulu". Fania menatap Kiano.
"Kristal, aku bertemu dengannya". Kiano tersenyum ia sudha menduganya. karena orang yang tahu semua tentangnyanadalah Kristal sahabatnya.
"Bagaimana kau bisa bertemu Kristal?".
"Kristal menghubjngi ku dan menawari ku pekerjaan. ia akan ada peragaan busana lusa".
"Apa kau setuju membantunya?".
"Kurasa begitu tapi aku belum memberinya jawaban". Kiano menggenggam tangan Fania dan mengajaknya duduk di bangku taman.
***
__ADS_1
Kristal teelihat sangat sibuk menyiapkan semua rancangannya untuk peragaan busana nanti. ia samoai kelelahan dan Kristal hamoir jatuh pingsan karena perutnya terasa sakit dan nyeri hebat. keringat dingin mengucur dari dahinya. ia memegangi perutnya yang sakit. Ryan dan beberapa pekerja Kristal ikut panik dan segera membawa Kristal ke rumah sakit. Ryan menghubungi Hendrico yang sedang meeting. Hendrico menjawab panggilan telepon dari asistennya itu.
"Maaf tuan, nona pingsan". Kata Ryan cemas.
"Ryannn!, apa yang kau lakukan?!, bukankah aku menyuruh mu untuk menjaganya?".
"Maafkan saya tuan". Hendrico meninggalkan runga meeting dengan tergesa. semua yang berada di ruangan itu bingung dna saling berbisik. sekretaris Hendrico mengambil alih meeting dan menyelesaikannya dengan cepat.
Hendrico menuju rumah sakit dengan mobilnya. ia bergegas mencari ruang utama tempat Kristal sedang di periksa. Kiano menyambutnya, ia ikut memeriksa kondisi Kristal.
Kiano mengajak Hendrico bicara di ruangannya.
"Apa yang terjadi kenapa dia bisa pingsan?". Tanya Hendrico cemas.
"Kristal kelelahan". Terang Kiano. Hendrico memejamkan matanya karena kesal. istrinya pasti sibuk mempersiapkan pekerjaannya.
"Hen ada penyebab lain Kristalbisa sampai pingsan".
"Apa maksud mu?".
"Ia mengalami nyeri hebat di perutnya, ia menderita kista ovarium". Hendrico memucat mendengar penjelasan Kiano.
"Kami akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk pengobatannya, mengingat kalian belum memiliki keturunan".
"Sembuhkan dia, kau dokter terbaik disini bukan?!, aku ingin dia selamat!".
"Dia bisa selamat itu tidak akan membahayakannya jika dinlakukan operasi nantinya. hanya saja....peluangnkalian memiliki keturunan akan sangat kecil".
Hendrico menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya. ia membayangkannselama ini Kristalnbegitu ingin memiliki anak dengannya.
__ADS_1
"