Beda Usia Tapi Cinta

Beda Usia Tapi Cinta
Pernikaha Kiano-Fania


__ADS_3

Kristal membantu Fania mengenakan gaun rancangannya. Fania nampak cantik dan elegan. wajahnya awet muda, ia sengaja memakai riasan natural karena tidak mau terlalu mencolok itu akan membuatnya tampak lebih tua.


"Aku berdebar". Kata Fania pada Kristal yang sibuk merapikan gaunnya.


"Wajar, dulu sewaktu aku dan kak Hen menikah aku juga berdebar tapi senang".


"Benar".


"Akhirnya kalian bisa bersatu setelah melalui jalan berliku".


"Sudah siap?".Tanya Hendrico. ia mendampingi pengantin pria .


Acara pernikahan berlangsung, Kristal terharu akhirnya Kiano bisa bersama dengan Fania yang ia cintai. meski kedua orangtua Kiano tidak hadir tapi ada orang tua Fania yang ikut menyaksikan kebahagiaan keduanya.


Hendrico memberi hadiah perjalanan bulan madu untuk Kiano dan Fania. Kiano mengambil cuti selama satu minggu untuk bulan madu. keduanya memilih Paris.


***


Hendrico berbaring dengan Kristal di sofa. Kristal merasa sedikit tidak enak badan. perutnya terasa nyeri. ia habis meminum obat yang di berikan Kiano kemarin waktu periksa ke rumah sakit.


"Apa masih terasa sakit?". Hendrico mengelus perut Kristal.


"Tidak sudah lumayan, aku mengira aku hamil". Kata Kristal sedikit kecewa. Hendrico mengecup kening istrinya.


"Kau mau anak laki-laki atau perempuan?". Tanya Kristal antusias. Hendrico tersenyum.

__ADS_1


"Yang penting kau sehat dulu sayang".


"Jawab kau mau yang mana?".


"Laki-laki atau perempuan sama saja yang penting kau ibunya".


Kristal memeluk Hendrico. ia menyematkan do'a semoga segera memiliki keturunan. ia ingin memiliki kebahagiaan lengkap dengan Hendrico dan anak mereka.


***


Armand mulai memikirkan masa depan hubungannya dengan Ana. ia berniat menikahi Ana secepatnya. orangtuanya sudah mendesak nya untuk segera menikah. Armand memilih cincin berlian untuk melamar Ana. ia sudah bicara banyak dengan Kristal adiknya mengenai rencana pernikahannya.


Ana terharu sewaktu Armand melamarnya. ia tidak menyangka benar-benar akan menikah dengan cinta pertamanya.


Kristal yang bertugas merancang gaun pernikahan Ana seperti ia merancang gaun pernikahan untuk Fania.


Kristal emnyiapkan gaun berwarna off white yang indah. simpel dan pas dengan kepribadian Ana. sederhana tapi menarik.


Siang itu Kristal mengajak Ana ke toko perhiasan untuk membeli amting yang akan Ana kenaka di pernikahannya nanti. keduanya juga pergi ke salon bersama untuk melakukan perawatan kulit dan rambut.


"Bagaimana perasaan mu ana?". Tanya Kristal yang duduk di samping Ana yang sedang di keringkan rambutnya.


"Aku sangat senang Krist, sulit untuk melukiskan perasaan ini". Keduanya tertawa senang.


Setelah dari salon Kristal di jemout Ryan untuk segera oulangbkarena Hendriconsudah menunggu di rumah.

__ADS_1


"Maaf nona anda baik-baik saja?". Rya terlihat cemas memandang Kristal dari kaca spion. Kristal terlihat memegangi perutnya yang terasa nyeri. wajahnya pucat dan berkeringat. Ryan bergegas membawanya ke runah sakit. ia menelpon Hendrico, dan Hendrico segera menyusul ke rumah sakit.


"Maaf tuan saya lalai menjaga nona". Kata Ryan gugup.


"Ini bukan kesalahan mu, Kristal memang sedang tidak baik-baik saja".


"Ryan apa Kiano sudah kembali dari bulan madunya?".


"Sudah tuan, jadwal praktik tuan Kiano adalah besok pagi tuan".


"Panggil Kiano sekarang, aku ingin dia memeriksa Kristal sekarang".


"Baik tuan".


Kiano tiba dengan tergesa-gesa. ia bergegas memasuki ruang rawat Kristal. di sana ada Hendrico yang sedang menunggui Kristal.


"Ia harus secepatnya di operasi Hen".


Hendrico menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.


"Apa operasi itu berbahaya".


"Tidak, kami akan mengangkat kistanya segera".


"Apa kau belum memberi tahunya?". Tanya Kiano heran. Hendrico terdiam, ia tidak tega jika harus menceritakan keadaan Kristal karena baru kemarin ia membicarakan soal anak dengan Hendrico. Kristal sangat berharap segera memiliki buah hati.

__ADS_1


__ADS_2