
Fania sedang duduk makan siang di dekat kantornya . ibunya datang menemuinya. ibunya meminta penjelasan mengenai kencannya yang gagal kemarin.
"Siapa pria itu?, dia bilang ada yang mengaku kekasih mu dan membatalkan kencan kalian". Kata ibu Fania sedikit kesal.
Fania masih terdiam. ia tidak bisa menjawab ibunya.
Semua gara-gara si brengsek itu!, dia benar-benar membuat ku sulit sekarang.
"Ibu aku belum memiliki seorang kekasih, pria kemarin itu hanya pria gila yang mengganggu ku saja".
"Pria gila?". Ibu Fania terlihat tidak percaya.
"Hai Fania". Kiano muncul, lelaki itu menyapa ibu Fania. ibu Fania terkesima dengan Kiano.
"Aku yang sudah menggagalkan kencan Fania bu". Ibu Fania masih terdiam memandang Kiano.
"Ku mohon bujuklah Fania agar mau menerima cinta ku bu".
Fania menutup mulutnya dengan kedua tangannya. asisten Kiano tak kalah terkejut dengan sikap tuannya. menurutnya kali ini tuannya sungguh keterlaluan.
"Fania dia tampan sekali!, kenapa kau ini, kenapa menyia-nyiakan pria tampan ini?!". Ibu memukul bahu Fania.
"Apa ibu merestui jika aku mencintai Fania?".
"Tentu saja ibu setuju". Kata ibu Fania ramah.
Fania terdiam kesal. ia sungguh marah dengan Kiano kali ini. ia akan membuat oerhitungan dengan lelaki itu.
__ADS_1
Ibu Fania pamit pulang. Kiano mengantarnya menuju mobil. Fania menarik lengan Kiano begitu ibunya pergi.
"Apa maksudmu bicara begitu pada ibu ku?!, apa tidak cukup kau mengerjaiku selama ini?". Fania mulai menangis.
"Kenapa kau mempermainkan ku?, apa karena di usiaku sekarang dan aku belum memiliki kekasih, karena itu kau mempermainkan ku?!". Fania terisak sedih.
Kau sungguh keterlaluan tuan. batin sang asisten.
"Fania aku.....". Kiano merasa bersalah melihat Fania terisak. ia sudah menyakiti hati gadis itu. ia tidak berniat mempermainkan Fania.
Fania bergegas pergi meninggalkan Kiano. ia melemparkan surat mengunduran diri untuk kedua kalinya. kali ini ia melemparnya ke wajah Kiano dan berlalu pergi.
Kiano mengejar Fania, ia menarik pergelangan tangan Fania.
"Apa?, kau belum puas bermain-main dengan ku?, baiklah akan ku temani kau bermain sampai kau puas mengerjaiku!".
"Fania...aku mencintai mu". Kata Kiano menatap wajah Fania yang menangis. ia berniat mengusap air mata Fania dengan jemarinya tapi Fania menepisnya.
"Aku sungguh mencintai mu!, aku tidak berbohong Fania!". Kiano setengah berteriak kesal karena Fania tidak mempercayainya.
Tuan ini sungguhan atau kau hanya bersandiwara?. Kasihan nona Fania.
-asisten-.
"Benarkah yang kau ucapkan?".
"Tidak, aku hanya bergurau!". Kiano tergelak ia melepas pergelangan tangan Fania.
__ADS_1
Fania pergi dan menangis sejadinya. ia marah dan kesal pada Kiano.
Tuan kenapa kau lakukan kebodohan ini?, kenapa kau tidak mengakui saja jika memang kau mencintainya.
"Hei lihatlah lucu sekali, dia marah pada ku".
"Maaf tuan tapi kali ini anda benar-benar keterlaluan". Kata asiaten Kiano. ia berbalik menuju mobilnya.
"Kenapa kau juga ikut marah pada ku?!".
Fania duduk di lantai kamarnya. ia menangis sejadinya. betapa bodohnya ia hampir percaya dengan ucapan Kiano. lelaki itu muda, kaya dan tampan mana mungkin jatuh cinta padanya. usia mereka selisih delapan tahun.
Kiano menekan bel pintu apartemen Fania. ia cemas dengan Fania yang tidak menjawab teleponnya.
"Kau masih marah?". Tanya Kiano sembari menahan pintu yang hampir di tutup oleh Fania.
Kiano menarik lengan Fania dan ******* bibir Fania. Fania mendorongnya sekuat tenaga hingga Kiano jatuh ke sofa.
"Kau pikir aku wanita macam apa hingga kau bisa seenaknya pada ku?". Kata Fania marah.
"Maaf kan aku Fania, aku sungguh mencintai mu. aku tadi pura-pura bergurau karena takut kau akan menolak ku dan aku akan patah hati".
Hening....
Fania melangkah dan duduk di sofa. kepalanya terasa pening. Kiano memeluknya lembut.
"Aku mencintai mu Fania, maukah kau menjadi kekasih ku?". Fania menangis di pelukan Kiano. ia juga menyukai Kiano meski lelaki itu suka mempermainkannya.
__ADS_1
"Mulai sekarang aku tidak akan menjahili mu atau mengganggu mu". Bisik Kiano di telinga Fania.
Fania mengangguk dan membals pelukan Kiano.