
Hendrico dan Armand beserta Ana dan Fania menunggui operasi Kristal. tampak kecemasan meliputi wajah tampan Hendrico dan Armand.
Kiano sedang di dalam ruang operasi bersama dua orang dokter spesialis untuk menangani operasi Kristal.
Armand mencoba menenangkan Hendrico yang berdiri gelisah sedari tadi.
"Tenanglah, ia akan baik-baik saja". Kata Armand menepuk bahu Hendrico memberi sahabatnya semangat. Hendrico mengangguk. ia mengenang sewaktu Hendrico menyelamatkan Kristal yang tenggelam di kolam renang sewaktu gadis itu duduk di bangku sekolah dasar. Hendrico mengangkatnya dari kolam renang dan memberi pertolongan pertama. dengan panik ia membangunkan Kristal. nadi Kristal semakin melemah dan hampir tak terdeteksi. Hendrico sudah putus asa dan menangisi Kristal waktu itu. ia memberi nafas buatan sekali lagi berharap Kristal kecil terbangun. dan Kristal benar-benar terbangun dan batuk-batuk. Hendrico melarikannya ke rumah sakit dengan menggendongnya.
Dokter bilang Kristal gadis yang sangat kuat . sungguh keajaiban ia bisa lolos dari kritisnya karena ia tenggelam cukup lama.
Lampu ruang operasi di matikan, Kiano keluar dari ruang operasi dan mengabarkan semua berjalan lancar. Hendrico memeluk Kiano dan Armand. ia lega istrinya selamat dan baik-baik saja.
Kristal mulai di pindahkan ke ruang rawat vip terbaik rumah sakit. setelah sadar Kristal menangis mencari Hendrico. Hendrico menungguinya dan tak pernah pergi dari sisi Kristal.
"Sayang ada apa dengan ku?". Tanya Kristal panik.
__ADS_1
"Tenang sayang, kau selesai operasi tadi".
"Memang aku kenapa sayang?". Kristal menangis.
"Kau terkena kista". Hendrico menggenggam tangan Kristal.
Kristal menangis ia tahu itu tandanya ia sulit memiliki keturunan sekarang. Kristal terlihat kecewa dan sedih, Hendrico terus menghiburnya.
"Kiano bilang peluang masih ada kita hanya harus berusaha dan berdo'a". Kata Hendrico.
Dua minggu pasca operasi Kristal memulihkan kondisinya. ia akan mulai menjalani progran untuk memiliki anak. Kristal memulai dengan konsultasi pada dokter kandungan dan makan makanan sehat. ia memupuk harapan besar dan mencoba selalu optimis. Hendrico selalu mendukungnya.
Siang itu Kristal memeriksakan dirinya ke dokter untuk melanjutkan program kehamilannya. Hendrico menemaninya, ia memeluk Kristal yang duduk diam setelah dari ruang pemeriksaan.
"Bagaimana jika program ini tidak berhasil?". Tanya Kristal pada Hendrico.
__ADS_1
"Masih ada cara lain sayang, kau jangan cemas". Hendrico selalu bisa menenangkan Kristal. keduanya pulang ke rumah dan tetap berusaha optimis sesuai pesan dokter.
***
Hari pernikahan Armand dan Ana tiba. Ana terlihat cantik dengan gaun panjangnya. Armand juga terlihat gagah dan tampan dengan jasnya. keduanya mengikat janji suci pernikahan. Kristal bahagia akhirnya kakaknya menikah juga. orang tuanya juga terlihat bahagia terutama ibunya.
Setidaknya kakak bisa memberikan cucu untuk ayah dan ibu.
Kristal memandang haru Armand dan Ana dari kejauhan. tanpa ia sadari ia mengelus perutnya dan matanya mulai memanas. Hendrico menggenggam tangan Kristal.
Armand dan Ana menjalani hidup bahagia kini Ana sudah hamil. begitu juga Fania yang sudah mulai membesar perutnya.
Siang itu Kristal sedang tidak enak badan. ia mual dan muntah seharian. tidak nafsu makan dan kepalanya juga pusing. Hendrico membawanya ke dokter. dan dokter mengumumkan kabar bahagia bahwa Kristal tengah hamil tiga minggu. Kristal dan hendrico begitu terharu. ia tidak menyangka program yang mereka jalani berhasil. Kiano iku senang dan memberi selamat. Hendrico mulai tegas pada Kristal untuk menjaga kandungannya. ia tidak memperbolehkan Kristal keluar rumah selain dengannya.
Kristal bersyukur kebahagiannya lengkap. ia dan hendrico sedang menunggu kelahiran sang buah hati yang di prediksi berjenis kelamin laki-laki.
__ADS_1