Beda Usia Tapi Cinta

Beda Usia Tapi Cinta
Malam Indah Kristal


__ADS_3

Hendrico pulang kerja lebih awal. ia ingin menghabiskan waktu bersama Kristal. Ryan asistennya menaruh tas kerja Hendrico ke ruang kerjanya lalu pulang.


Semenjak menikah bibi Yun ikut bersama Kristal menempati rumah Hendrico. bibi Yun membawakan secangkir jahe hangat untuk Hendrico yang baru saja pulang bekerja.


Kristal mengecup bibir Hendrico dan memeluk suaminya itu. aroma parfum mahal menyeruak, Kristal merapikan rambut Hendrico dengan jemarinya. ia melepas dasi dan beberapa kancing kemeja Hendrico.


"Apa saja yang kau lakukan hari ini sayang?". Tanya Hendrico sembari berbaring di sofa di sudut kamar dan Kristal dengan manja berbaring di atas tubuh Hendrico.


"Aku merancang beberapa busana".


"Bagaimana persiapan fashion show nya?".


"Sudah 70% sayang".


Hendrico menggelontorkan dana 1 miliar untuk fashion show itu. nominal itu tidak jadi masalah untuknya yang penting Kristal senang dan akan semangat mengejar mimpinya.

__ADS_1


Kristal menyelipkan tangannya ke dada Hendrico dan mengelusnya pelan. Hendrico menarik wajah Kristal dan ******* bibir istrinya.


"Apa aku harus melakukannya sekarang?". Tanya hendrico menggoda. Kristal tertawa dan melepas kancing kemeja Hendrico lalu melepar kemeja itu ke lantai.


Kristal paling suka aroma Hendrico ketika pulang bekerja. bau parfum yang menggoda dan wajah sedikit sayu karena lelah bekerja membuat Kristal tidak bisa menahan diri untuk tidak menggoda suaminya itu.


"Pria tua tampan!". Bisik Kristal di telinga Hendrico. lelaki itu tertawa dan ******* kembali bibir Kristal tanpa ampun. ia menidih tubuh mungil Kristal dan mulai melepas piama sexy Kristal. jujur Hendrico sangat mengagumi pay*d*ra Kristal yang indah. ia bisa gila jika tidak menyesapnya walau hanya satu menit dalam sehari. Hendrico melakukan hobinya terlebih dahulu yaitu menyesap pay*da*a Kristal. itu membuatnya rileks dan melepaskan kepenatan setelah bekerja seharian.


Nafas Kristal memburu, membuatnya tidak tahan. Hendrico melepas ikat pinggang dan resleting celananya. ia menuntaskan kewajibannya terhadap Kristal.


Hendrico mandi air hangat selesai bercinta dengan Kristal. ia mengeringkan rambutnya dan melihat Kristal tertidur dengan wajah cantik tanpa riasan.


Pagi hari Kristal bangun dan mandi. ia sudah rapi dengan stelan kerjanya. Kristal menyiapkan stelan jas untuk Hendrico dan memilih dasi yang serasi dengan jas dan kemeja. Kristal memilihkan jam tangan warna hitam untuk Hendrico hari itu. selesai mandi Hendrico mengenakan baju kerjanya. Kristal membantu mengenakan dasi untuk Hendrico dan memakaikannya jas.


Ryan menunggu di bawah sudah siap dengan tas kerja Hendrico. ia juga sudah memanasi mobil.

__ADS_1


Bibi Yun dan dua pelayan menyiapkan sarapan di meja makan. Hendrico selalu memalan buah segar di pagi hari. segelas kopi racikan dan roti panggang dengan selai kacang.


"Sayang hari ini aku sedikit terlambat pulang, aku ingin bertemu Fania".


"Untuk apa?".


"Aku butuh bantuannya untum penyelenggaraan fashion show ku nanti".


"Baiklah hati-hati, biar Ryan mengantar mu".


"Terimakasih sayang". Kristal mengecup pipi Hendrico. lelaki itu tersenyum manis hingga menampakan lesung pipit di pipi nya.


Hendrico duduk di kursi belakang sembari memainkan ponselnya. Ryan berkonsentrasi pada kemudi di kursi depan.


"Yan kita mampir ke rumah sakit sebentar".

__ADS_1


"Baik tuan".


Hendrico menemui Kiano yang sudah ia akan menjadi direktur di rumah sakit itu. mereka meeting pagi membahas kemajuan di rumah sakit.


__ADS_2