Beda Usia Tapi Cinta

Beda Usia Tapi Cinta
Mencari Kerja


__ADS_3

Apa yang biasa di kerjakan pengangguran selevel sarjana yang masih dalam proses mencari pekerjaan? ya tentu saja hari-hari di lalui dengan menonton acara gosip di tv, membaca novel jika mau, hang out sama teman-teman kalau lagi nggak bokek.


Itu juga yang terjadi padaku, Namaku Lula lulusan S1 sekretaris dan masih menganggur setelah wisuda yang cukup lama. Sampai suatu hari di siang bolong aku menerima notifikasi di emailku.


Intinya ada balasan dari surat lamaran kerja yang aku kirimkan di sebuah perusahaan besar. HRD mengabari jika aku di terima menjadi sekretaris CEO perusahaan.


Aku segera berlari ke kamarku dan membuka lemari. Ku persiapkan baju untuk besok interview. Blazer putih dan celana panjang biru menjadi pilihanku.


Semalaman aku berlatih paduan interview yang baik dan benar agar aku benar-benar lolos dan di terima bekerja. Kalau bisa langsung kontrak nggak pakai outshorching.


"Lu, kamu di terima kerja di perusahaan Jaya Group?" tanya Tania temanku yang kebetulan menelpon.


"Belum final masih ada satu interview dengan usernya besok" kataku.


Malam itu ku akhiri telepon dengan Tania dan lekas pergi tidur.


Keesokan paginya aku bergegas mandi dan sarapan. Mama membuatkan bekal makan siang kalau-kalau nanti interview sampai sore.


Ku kenakan stelan formal dan ku rias wajahku sedemikian rupa agar terlihat menarik dan pantas jadi sekretaris. Ku kenakan high heels berwarna hitam dan bergegas menyambar tas tangan milikku. Aku memesan taxi online dan berangkat menuju salah satu perusahaan milik Jaya Group.


Tak butuh waktu lama untuk menunggu, seorang pria berkacamata minus dengan stelan jas rapi memintaku untuk masuk ke ruangan CEO perusahaan.

__ADS_1


tuk...tuk...


Aku mengetuk dengan sopan pintu ruangan itu.


"Masuk" sebuah suara bariton terkesan datar, kaku dan dingin memintaku untuk masuk ke ruang kerjanya.


Begitu melihat seisi ruangan itu fix ku simpulkan jika itu buka kantor tapi mirip hotel bintang lima. Semua serba mewah dan terlihat bersih serta nyaman.


Seorang pria duduk di kursi kerjanya dan sibuk dengan laptopnya tanpa menghiraukan ku dan tidak juga menganggap ku ada.


"Duduk" katanya setelah setengah jam aku berdiri mematung di hadapannya. baru ia mempersilahkan ku untuk duduk.


Rambutnya rapi dan klimis, sebuah kaca mata minus bertengger di hidung mancungnya. Ia menatapku dan aku menggigil karena nervous.


"Lula Kania" ia menyebut namaku dengan indah.


"Benar pak"


"Kau belum pernah bekerja?"


"Belum pak"

__ADS_1


"Apa kau yakin dengan kemampuanmu? kenapa kau berani melamar pekerjaan di perusahaan ini sebagai sekretaris CEO?"


"Sebenarnya saya tidak melamar sebagai sekretaris CEO pak tapi sekretaris manager"


"Baiklah aku mau lihat sejauh mana kau bisa menunjukan kemampuanmu"


"Sekarang pergilah"


Aku rasa mungkin aku bisa bertahan satu bulan di perusahaan ini. melihat pria di hadapanku aku sungguh tidak yakin aku bisa bekerja untuknya.


"Kenapa masih disini?" ia mengerutkan keningnya dan menatapku aneh.


"Maf pak, saya permisi" aku berjalan tanpa semangat keluar dari ruangan kerja bak hotel bintang lima itu.


Seorang pria berkacamata menyambutku.


"Saya Yoga asisten pribadi pak Elwn Baruna, mulai besok kamu bekerja dengan saya. Ruangan kerja kita bersebelahan. Segala dokumen atau pekerjaan apapun darimu berikan dulu pada saya untuk saya check sebelum di berikan pada pak Elwan"


"Baik.." sepertinya bekerja di perusahaan ini akan membuatku tertekan. Tapi aku butuh pekerjaan karena sudah terlalu lama jadi pengangguran aku takut otakku jadi karatan.


Aku pulang ke rumah untuk menyiapkan mental dan segala sesuatu yang ku butuhkan besok saat bekerja.

__ADS_1


__ADS_2