Behind The Mask

Behind The Mask
Makan Malam di Mansion Utama


__ADS_3

Kaylee hanya bisa menurut kala dua pelayan wanita kini begitu mempersiapkan dirinya—memberikan keindahan dan kecantikan pada Kaylee yang baru saja kembali dari kantor. Ia tidak lupa soal ajakan dari Noah melalui Sebastian beberapa saat yang lalu. Hanya saja, Kaylee merasa tidak nyaman kala pelayan tersebut bahkan ingin membantunya untuk mandi.


Sangat menggelikan. Kaylee lantas menggelengkan kepala. “Aku bisa sendiri, oke? Tunggu di luar saja.” Tanpa menunggu persetujuan dari pelayan itu, Kaylee langsung masuk dan mengunci pintu kamar mandi.


Ia frustrasi sekali. Mulanya, ia mengira akan bisa berpikir tenang sebelum bertemu dengan keluarga besar Garfield, ternyata tidak semudah itu.


Alhasil, Kaylee langsung bergegas untuk mandi. Niat awal yang sebelumnya ingin berendam—menenangkan isi pikirannya yang begitu kalut, harus urung ia lakukan. Mengingat, ia harus segera mempersiapkan diri. Kaylee melakukan ritual mandinya—berkutat beberapa saat hingga semerbak aroma mawar begitu kentara pada tubuhnya. Kaylee langsung keluar dengan balutan bathrobe .


Ia bisa melihat bagaimana pelayan tadi masih dengan posisinya—siap akan melayani Kaylee yang sebenarnya enggan untuk dilayani. Ia merasa bisa melakukannya seorang diri. Hanya saja, kedua pelayan tersebut enggan untuk menurut karena takut akan kemarahan Noah. Alhasil, Kaylee menurut saja.


Kali ini, Kaylee mengenakan gaun selutut dengan model a-line dress—memiliki potongan sangat khas seperti huruf A, dibuat menyempit tapi bagian bawahnya semakin melebar. Riasan wajah yang biasa Kaylee lakukan sendiri, kini diambil alih oleh mereka. Terlihat sangat cantik dan natural. Tidak lupa, mereka merapikan rambut Kaylee yang lurus menjadi sedikit bergelombang dengan gaya half-up hair—model kuncir rambut setengah yang mereka tambahkan dengan jepitan mutiara. Terlihat sangat elegan.


Semua orang yang melihat kecantikan Kaylee tidak akan berkedip dan enggan untuk berpaling. Bahkan, Kaylee merasa bukan dirinya setelah melihat dari cermin. Sosok tersebut terlihat sempurna dan tanpa celah. Kaylee kagum.


“Nyonya, Tuan Garfield sudah menunggu Nyonya di ruang utama,” ucap salah satu di antara mereka. Menyadarkan Kaylee akan kekagumannya pada dirinya sendiri.


Sling Back Heels berwarna biru langit yang senada dengan gaunnya pun lantas terdengar. Kaylee dengan pelan mengatur langkah untuk ke ruang utama. Dengan menaiki lift, Kaylee bisa dengan cepat berada di lantai yang pelayan itu maksud. Dalam lift, ia begitu gelisah dan takut. Bagaimana jika ia melakukan kesalahan saat makan malam besar nanti?


“Apakah Noah akan membunuhku?” tanyanya pada diri sendiri. Tidak berselang lama, pintu lift terbuka dan memperlihatkan ruang utama yang begitu luas dan mewah akan interior yang ada.


Dikelilingi kegelisahan, Kaylee terus menarik langkah—sembari mencari keberadaan seseorang yang ternyata membelakanginya. Noah tengah berbicara dengan seseorang. Sehingga Kaylee memilih untuk diam, menanti Noah berbalik dan mengatakan sesuatu.


“Baik, Sebastian. Semua yang selesai kau tinjau, kirimkan ke emailku. Aku akan segera mengeceknya setelah makan malam.” Lalu Noah mematikan ponsel dan menaruhnya di dalam saku jas yang berwarna biru gelap—begitu pas kala mereka bersanding.


“Tuan ....”


Mendengar suara itu, Noah lantas berbalik. Sorot mata tajamnya bisa melihat Kaylee dengan balutan gaun yang ia pilih—sangat cocok dan elegan wanita itu kenakan. Bahkan, Noah sebelumnya tidak bisa berkedip beberapa detik hingga pria itu menggelengkan kepala, membuat Kaylee tidak paham.


“Baik, kita akan segera ke mansion utama. Tidak perlu berpikir aneh. Cukup jadi dirimu sendiri dan aku akan melakukan selebihnya. Paham?”


Lucunya, Kaylee langsung mengangguk. Mungkin efek suara tegas Noah yang membuat nyalinya menciut. Lagipula, siapa yang bisa menjadi diri sendiri kala berada dalam kondisi yang mengintimidasi? Noah saja seperti itu, bagaimana jika bertemu dengan keluarga Noah yang lainnya? Kaylee menahan napas.


“Tuhan, apa yang harus kulakukan?”


...***...

__ADS_1


Mobil Bugatti Chiron berwarna hitam dengan sedikit paduan orange membelah jalan di gelapnya malam yang sedikit dingin. Namun, Kaylee merasakan begitu dingin menusuk kulit dengan duduk berdampingan dengan Noah yang kini memegang kendali pemudi. Pasalnya, Noah yang memancarkan aura dingin dan angkuh—tidak mengatakan apapun selain ucapannya di mansion tadi.


Bahkan, itu berlangsung hingga tiba di sebuah mansion yang besar, luas dan mewah—seperti jika mereka tiba di sebuah istana. Mulut dan kedua mata Kaylee bahkan membulat tidak percaya. Ia pun tidak sadar jika seperti itu, beruntung Noah menyadarkannya dan itu kala Noah membuka pintu.


“Jangan berlebihan. Santai dan tutup mulutmu itu,” ucap Noah dingin sembari mengulurkan jemarinya. Sontak, Kaylee menutup mulut dengan mata yang mengerjap. Ia sedikit malu lalu dengan cepat meraih uluran itu.


“Aku minta maaf.”


Tidak ada sahutan apapun. Noah menggenggam jemari dingin Kaylee yang tentu saat ini begitu tegang. Terlebih kala mereka telah di sambut oleh pelayan—dituntun untuk masuk ke ruang makan—di mana semua orang telah menanti. Kaylee semakin tegang melihat begitu banyak orang yang memenuhi meja panjang. Keluarga besar Garfield—membuatnya semakin kalut.


Noah bisa memahami kondisi Kaylee saat ini. “Tenangkan dirimu dan jadilah dirimu sendiri.”


Hanya itu yang Kaylee dengar kala mereka benar-benar berada di meja makan.


“Akhirnya, yang dinanti sudah tiba,” ucap seorang pria paruh baya. Kaylee mengenal pria itu. Arthur Garfield.


“Kami telat. Aku memiliki banyak kerjaan.” Noah berujar sembari menuntun Kaylee untuk duduk di sebuah kursi kosong—tepat berada di samping kursi kosong yang hendak didudukinya. Tentu saja, Kaylee hanya menurut. Tidak tahu harus mengatakan apapun. Namun, melihat raut wajah yang menatapnya aneh membuat Kaylee menelan ludah.


“Tidak apa-apa, Noah. Nikmati sajian ini dan siapakah gerangan wanita yang kau bawa itu?” tanya seorang wanita yang terlihat begitu glamor dan berkelas. Menatap Kaylee dengan sinis.


Bisakah Kaylee bersama pria seperti Noah di masa depan nanti?


Alhasil, dengan menahan semua rasa yang ada, Kaylee berdiri dengan pelan. Tidak lupa tersenyum seperti biasa. “Selamat malam. Perkenalkan nama saya Kaylee Mercier. Senang bisa bergabung di makan malam ini,” ucap Kaylee berusaha tenang. Ia menunduk pelan lalu kembali duduk kala mendapat titah dari Arthur—sang kepala keluarga.


Wanita yang sebelumnya bertanya soal dirinya kembali melayangkan tatapan sinis sebelum memasang wajah ramah. “Senang bisa mengenalmu. Beruntung, Noah segera memperkenalkanmu Kaylee dan oh iya, apa pekerjaanmu sekarang ini dan kau lulusan di mana?” tanya wanita itu. Pamela Bowe—istri dari Giffrey Garfield.


Mendengar pertanyaan itu, membuat Kaylee sedikit meringis. Ia sedikit menduga akan pertanyaan ini. “Aku bekerja sebagai staf keuangan di Diamond Garfield dan aku lulusan Akuntansi di LV University,” ucapnya yang mencoba tenang—sesuai yang diperintahkan oleh Noah.


Pamela tampak tidak suka mendengarnya, setidaknya Kaylee memilih sesuatu untuk dibanggakan. Akan tetapi, Pamela tetap mencoba mengikuti alur yang ada di pikirannya.


“Oh iya, Kaylee kau harus mengenal keluarga besar Garfield, calon suamimu. Di sini, yang menjadi kepala keluarga adalah ayah—Arthur Garfield, Kakek Noah yang menjadi pemegang semua saham Diamond Garfield. Lalu, ayah memiliki tiga anak yaitu mendiang Damian Garfield yang tidak lain adalah ayah dari calon suamimu, sebelumnya menjabat sebagai CEO yang kini turun ke Noah, anak tunggalnya,” ucap Pamela yang membuat Kaylee menoleh ke arah Noah—tidak ada ekspresi yang di perlihatkannya ketika ayahnya di sebut. Kaylee tentu tahu jika kedua orang tua Noah telah meninggal karena kecelakaan beberapa tahun silam. Kaylee hanya tahu itu, sebab Noah tidak menjelaskan apapun lagi.


Lantas, Pamela menunjuk ke arah seorang pria yang Kaylee kenali. Itu adalah Direktur Personalia Diamond Garfield. “Lalu anak tengah adalah suamiku, Giffrey Garfield yang kini menjabat sebagai Direktur Personalia Diamond Garfield dan aku adalah istrinya, Pamela Bowe, aku pendiri dan pemilik  P&B Jewelry,” ucapnya dengan senyum bangga.


Kaylee bisa paham dengan itu. Pantas saja wanita itu begitu penuh akan perhiasan di tubuhnya. Soal P&B Jewelry, itu adalah merek perhiasan yang terkenal di Las Vegas dan telah digunakan beberapa aktris holiwood terkenal.

__ADS_1


“Dan di sana, itu adalah putriku, Poppy Bowe Garfield, lulusan pendidikan dengan predikat terbaik di London Universty. Sekarang menjadi dosen di LV University dan di sampingnya adalah Brian Marcelar, menantuku yang tidak lain anak pemilik dari LV University yang kini diwariskan kepadanya.”


Kaylee hampir tersedak. Ia sempat mencoba untuk mengingat kapan terakhir melihat wajah pria bernama Brian itu dan mengetahui dari wanita tersebut, Kaylee hanya bisa tersenyum tipis sembari menundukkan kepala.


“Senang bisa bertemu dengan Profesor Brian dan Prosesor Poppy,” ucap Kaylee yang menyapa. Keduanya tersenyum ramah.


“Ya, senang bisa mengenalmu Kaylee. Aku langsung mengingatmu dan cukup terkejut dengan perubahanmu sekarang. Akan tetapi, kuakui kau memang terbaik di bagian Akuntasi dengan menyabet banyak penghargaan,” ucap Brian. Menurut Kaylee, pria itu ramah. Kaylee juga hampir memasukkan nama Poppy jika saja wanita itu tidak memperlihatkan ketidaksukaannya kala Brian memuji.


“Oh iya, aku memiliki putra bungsu tetapi saat ini berada di Jerman. Namanya George Garfield, saat ini menempuh pendidikan penerbangan di Jerman. Akan selesai tahun ini dan yang itu adalah anak bungsu keluarga ini, Van Garfield—pemilik dan salah satu dokter ahli bedah terkenal di Royal Garfield Hospital. Di sebelahnya adalah Axela Lim, dia bekerja sebagai Dokter kandungan di sana.”


Lantas, Pamela mengakhiri sesi perkenalan yang ia lakukan. Tidak ada pembicaraan banyak setelah Kaylee memperlihatkan rasa senangnya bisa ikut bergabung makan malam.


“Silakan menikmati makanan yang telah disajikan,” ucap Arthur sebagai pembuka. Ia tidak banyak berujar.


Giffrey yang melihat itu, memilih tersenyum kecut pada Noah yang mulai menikmati makanannya. “Apa ini Keponakanku? Kau memilih seorang wanita ditinggal mantan suaminya untuk menemani sisa hidupmu? Apakah stok gadis lajang begitu sedikit?” ucapnya yang membuat semua orang terkejut.


Poppy yang sangat terkejut pun menatap Kaylee dengan heran. “Seorang janda? Bukankah itu lucu?”


“Noah, kau seharusnya meminta bantuan—“


“Aku tidak membutuhkan bantuan siapapun dalam memilih,” ucap Noah yang masih fokus pada makanannya, tetapi perkataannya yang terdengar begitu dingin. Beberapa orang memang terkejut, tetapi enggan untuk berujar—hanya menyimak saja.


“Tetapi sepupuku, Noah, kau harus memikirkan reputasi keluarga,” ucap Poppy lalu menoleh ke arah Arthur.  “Kakek, katakan sesuatu! Kau tetap menyetujui pernikahan ini?”


Kaylee merasa tidak nyaman. Semua orang menyudutkan dan mengintimidasinya kali ini. Ia bisa menduga kala hal ini akan terjadi. Ia semakin kalut dan takut. Hanya saja, Kaylee tiba-tiba saja merasakan genggaman tangan seseorang yang begitu hangat pada jemarinya, menoleh dengan senyum sederhana—untuk pertama kalinya, Kaylee melihat itu. Senyum Noah waktu itu kembali memutar di kepalanya.


“Aku hanya akan menikah dengan Kaylee Mercier atau tidak sama sekali.”


Kalimat yang dikatakan Noah yang membuat bulu kuduk Kaylee meremang. Beberapa orang tidak suka dengan perkataan Noah yang terdengar begitu tegas. Pun kala Noah kini menatap satu persatu keluarga yang ada lalu berhenti pada sang kepala keluarga yang masih memilih diam.


“Kakek, kita sudah membahas ini sebelumnya,” ucapnya dengan dingin.


Arthur yang mendengar itu memang membenarkan dalam hati. Bahkan ia menyetujui dengan memberikan undangan untuk pertemuan seperti ini. Alhasil, tidak ada yang bisa menentang hal yang akan terjadi. Pun kala Arthur kini mengangguk.


“Urusan pernikahan, sepertinya kau sudah paham apa yang akan kau lakukan, Noah. Lakukan yang menurutmu tepat dan silakan lanjutkan makan malam kalian.”

__ADS_1


Hanya itu yang dikatakan oleh Arthur. Kaylee mengerjapkan mata mendengarnya, nyatanya restu sudah terlihat begitu jelas dan juga Kaylee bisa melihat Tuan Giffrey dengan keluarganya yang menatap ke arahnya tidak suka. Sangat jelas, mereka mengibarkan bendera perang mulai saat ini kepada dirinya.


__ADS_2