Behind The Mask

Behind The Mask
Tempat Indah


__ADS_3

Waktu menunjukkan pukul 16.15 , itu artinya , semua para siswa mendapatkan kebebasannya.


"Akhirnya pulang juga"


"Kita masih ada tugas loh Dea" ucap Chalissa pada siswi yang kini duduk tepat dihadapannya.


"Huftt... ia juga sih, kalau besok aja kerja kelompoknya gimana?" ucap Dea dengan penuh harap.


"Gimana? Yuta bisa gak kalau besok?"


"Yuta gimana Isa aja"


"Isa bisa kok"


"Yaudah, kalau gitu ,Yuta juga bisa" Tangannya tak tinggal diam , perlahan terangkat mengelus pipi chubby gadis itu.


"Aduh... Yuta, lo gak liat ada jomblo depan lo? jangan bikin gue envy Ta" Yuta tak menghiraukan apa yang Dea katakan, memangnya sejak kapan ia dekat dengan siswi dihadapannya ini hingga ia berani berbicara padanya. Yuta dengan sengaja mendekatkan dirinya pada Isa .


"Isa mau langsung pulang atau jalan dulu?"


"Emm... pulang aja ya"


"Yah... padahal Yuta mau ajak ke suatu tempat"


"emangnya Yuta mau ajak Isa kemana?" Tanyanya yang kini tengah penasaran.


Yuta menatap mata Isa dengan kerlingan mata jahilnya. "Udah, Isa ikut aja"


"kalau gitu, Isa izin ayah dulu ya"


Isa mendial no sang ayah untuk meminta izin. Namun dengan cepat Yuta merampasnya.


"Hallo sayang, ada apa?" sahut sang ayah dari sebrang sana.


"selamat sore om, perkenalkan, saya Yuta teman sekelasnya Isa, saya meminta izin untuk membawa Isa main"


"Isa? (berarti lelaki ini dapat dipercaya karena memanggil anakku dengan sebutan Isa) oh, baik kalau begitu, jangan lebih dari jam 7 malam"


"Pasti om, terima kasih atas izin nya"


"iya, hati-hati dijalannya"


"Baik om"


Yuta pun memberikan ponselnya pada Isa , "diizinin , yuk berangkat"


"Okey, bye Dea, Isa sama Yuta duluan ya"


"Iya Byeeee..."

__ADS_1


Akhirnya Yuta dan Isa berjalan beriringan melewati koridor sekolah yang masih padat oleh para siswa siswi lainnya. Dengan matanya yang menelisik tajam, ia membuat para siswa siswi itu memberikan jalan pada keduanya. Dan hal itu tak luput dari penglihatan Isa.


Senyum dalam batinnya memberi bukti sebagaimana ia senang akan hadirnya seseorang yang kini berada disampingnya.


Semua pergerakan keduanya menjadi sorotan. Bagaimana tidak?? Yuta? Si bad boy dekat dengan murid baru cak bidadari?


"*Itu beneran si Yuta?"


"Pangeran gue...."


"Yah.. kena tikungan tajam dah..."


"Alah, paling dia lagi taruhan sama musuhnya hahaha*..." suara tawa itu begitu menggelegar, tanpa memikirkan hati seseorang yang kini tengah menatap mereka dengan sendunya.


"eh eh.. liat sini tuh..." sang temannya berkata seraya menyenggol sikut lelaki yang tadi bicara seenaknya.


Semua yang berada di kumpulan lelaki itu menoleh menatap Isa, bukan hanya itu, namun semua yang kini sedang berjalan di koridor menghentikan langkah mereka demi melihat sebuah pertunjukan.


"eh.. em... hai" Sang lelaki yang bername tag Robi menatap risih Yuta yang kini memberikan tatapan tajamnya.


Tangan Yuta semakin mengerat namun tetap terasa lembut saat ia menatap mata indah gadis pujaannya yang berkaca-kaca. Namun , kemudian Isa menatap Yuta seolah memintanya melepas genggaman tangan itu. Dengan berat hati , akhirnya Yuta pun melepaskannya.


Isa mendekat seraya memainkan jari- jari cantiknya. Ia gugup


"Hai.. nama aku Chalissa..kamu?"


Chalissa memiringkan badannya menatap ke arah belakang Robi seraya menyapa mereka dengan wajah imutnya.


"hai semuanya... aku Chalissa"


"Hallo Chalissa..."


"Hai..."


"Hai juga Chal.."


Chalissa kembali menatap Robi dengan mata berkaca-kacanya. Hal itu membuat Robi dan kawan - kawan tak tega.


"Emang beneran apa yang Robi bilang tadi?" ucapnya begitu pelan dan sendu saat mengatakannya.


"eh.. em.. gue , eh aku juga gatau.. tadi asal tebak aja"


"Iya, asal tebak"


Chalissa kini menatap ke arah Yuta yang kini masih menatap datar para lelaki dihadapannya.


"Yuta, benar gak , apa yang dikata Robi, kalau Yuta jadiin Isa taruhan?"


"Enggak sayang, itu gak benar, percaya sama aku , hm..."

__ADS_1


Isa menganggukkan kepalanya , ia percaya pada Yuta .


Akhirnya tanpa pamit dan berbasa - basi lebih lama lagi, Yuta menarik pelan tangan Isa untuk mengikutinya. Namun sebelum itu ia membalikkan wajahnya menatap ke arah Robi.


"Kalian selanjutnya" ucapnya tanpa suara membuat Robi dan kawan - kawan terdiam kaku.


Kejadian itu tak luput dari pandangan seseorang yang kini berada tak jauh dari tempat kejadian. Dengan seringai tipis dan mata tajamnya , ia menatap gadis itu penuh dengan rencana - rencana yang kini tengah bersarang di otaknya.


〰〰〰〰


Sesampainya di parkiran yang kini masih terasa ramai karena banyaknya siswa yang memakai kendaraan atau menunggu jemputan , keduanya kembali menjadi pusat perhatian .


"Ini, pakai helm Yuta dulu aja ya, nanti kita beli khusus buat Isa"


"Beneran?? beli buat Isa?"


"Iya, buat Isa" tangannya mulai terangkat untuk memakaikan helm fullface miliknya.


"Yuta, helm nya berat" ucap Isa dengan lirih, namun masih terdengar oleh sang pemilik helm.


"Iya, maaf ya, nanti kita beli helm yang kamu suka"


"asikkk.. ayok, let's goooo, eeeehhhhh...." Isa yang terlonjak senang merasa badannya akan terjatuh karena helm dikepalanya.


"Hati-hati sayang... sini" Akhirnya Yuta membantu Isa untuk menaiki motor sport miliknya.


brrummm.. brruummmm...


Setelah meninggalkan sekolah, mereka langsung menuju mall untuk membeli baju ganti dan juga helm yang Isa inginkan. Dan ternyata, pilihan Isa terjatuh pada helm pink dengan gambar lolipop disamping kirinya.


Keduanya telah selesai, akhirnya mereka melanjutkan perjalanan mereka menuju tempat yang Yuta rahasiakan tadi.


"ini dia... Selamat datanggggg!!!!!"


Yuta melepas kedua telapak tangannya yang sedari tadi menutupi mata Isa.


Danau hijau dengan adanya satu pohon yang tumbuh ditengah danau tersebut membuat kesan tersendiri bagi yang melihatnya.


Pohon itu, seperti dirinya...


"Gimana?? Suka?"


"Suka... Isa suka banget... " Isa mengalihkan pandangannya yang kini tertuju tepat pada Yuta.


"Makasih Yuta, karena mau jadi teman Isa dan kasih lihat Isa pemandangan ini"


"Kita bukan teman, kamu adalah milikku Isa, selamanya akan begitu. Dan sama - sama, tapi , sebelum itu, kamu harus liat ini" Yuta bangkit dari duduknya dan mencari sebuah batu kemudian melemparnya tepat pada tengah danau yang terdapat pohon itu.


"Wahhh... kunang kunang.... "

__ADS_1


__ADS_2