Behind The Mask

Behind The Mask
Persiapan Pernikahan


__ADS_3

Acara makan malam telah usai. Tidak ada pembahasan lebih, karena Arthur mempercayai semua hal tentang pernikahan kepada Noah. Dan lucunya, Noah tidak mengatakan hal apapun soal pernikahan, bahkan kala mereka kini berada di dalam mobil—berdua dengan aura yang membuat Kaylee begitu tegang dan canggung.


“Tuhan, aku salah apa sehingga berada dalam situasi seperti ini?” tanyanya pada diri sendiri—dalam hati dengan pikiran yang berkelana kala mengamati pemandangan dari luar jendela mobil di malam hari.


Membosankan. Itulah yang terpikirkan  oleh Kaylee. Sementara Noah yang sejak tadi memilih diam—fokus pada sesi menyetirnya, perlahan menoleh ke arah Kaylee. Noah mengamati sekilas, tatapan bosan itu—ia bisa memahaminya, hanya saja Noah tidak mengerti harus mengatakan apa.


Hingga, Noah menghembuskan napas pelan. “Pernikahan akan dilangsungkan tiga minggu lagi. Persiapkan dirimu.”


Tentu saja, Kaylee langsung membulatkan kedua mata. “Tiga minggu lagi? Secepat itu?”


Noah mengangguk. “Sebastian akan memberitahu apa yang harus kau lakukan kala aku harus kembali melakukan perjalanan bisnis,” ucapnya dengan tenang.


Tidak tahu, hati Kaylee menggerutu. Pernyataan itu, membuatnya sedikit sebal. Ia kembali akan ditinggalkan. “Apa Tuan akan—“


“Kau harus belajar memanggil namaku, Kaylee.”


Kaylee dengan cepat menutup mulut lalu mengerjapkan mata. “Ya, No—Noah. Maksudku, kapan kau akan kembali dari perjalanan bisnis?” tanyanya. Terdengar aneh dengan apa yang ia katakan kepada Noah, tetapi Kaylee akan mencoba untuk santai—sesuai yang diinginkan oleh pria itu.


“Tidak tahu.”


Dua kata itu yang terdengar sangat menyebalkan. Namun, Kaylee tidak bisa melakukan hal apapun selain tersenyum tipis, kembali pada aktivitas sebelumnya. Mengingat, kata itu menjadi akhir dari pembicaraan singkat mereka.


Bahkan, Kaylee harus memahami satu hal kala perkataan pelayan mengenai Noah yang jarang berada di mansion itu memang benar. Terbukti kala setibanya mereka di mansion pribadi Noah, pria pekerja keras yang terus mengejar uang bahkan kini datang sendiri kepadanya itu kembali berkutat pada pekerjaan di ruang kerjanya.


Namun, lucunya, Kaylee harus mendengar berita mengenai Noah yang harus kembali melakukan penerbangan—mengikuti perjalanan bisnis yang membuat Kaylee heran sendiri.


Noah benar-benar serakah dan tidak mengistirahatkan tubuhnya. Hal yang mengejutkan, ialah yang akan menjadi pendamping Noah nantinya. Memang, terjadi kesepakatan di antara mereka. Kaylee bahkan tidak tahu bagaimana ke depannya antara ia dengan Noah—semua terjadi begitu saja.


Dengan perlahan, Kaylee mencoba menghilangkan rasa menjanggal dalam diri akibat keputusan yang dibuatnya. Lalu, memilih fokus pada ponselnya setelah ia telah berganti pakaian. Kini hanya menggunakan bathrobe saja.


Kaylee memainkan aplikasi media sosial. Akan tetapi, mana tahu suasana hatinya langsung mendadak kacau setelah melihat sebuah berita.


...Davidson Corp Kini Menjadi Salah Satu Perusahan Real Estate yang Memasuki Peringkat Dunia. ...

__ADS_1


Berita yang membuat Kaylee tersenyum kecut. “Mereka bahagia di atas penderitaanku.”


Kaylee sontak menggelengkan kepala. “Aku sudah sejauh ini. Aku harus memastikan kehancuran mereka. Sumpah itu, aku akan melakukannya! Bagaimana pun caranya nanti!”


...***...


Kaylee menikmati dan menjalani harinya sebagai staf keuangan. Ia mulai terbiasa dengan keadaan Perusahaan Diamond Garfield—mendetail dan disiplin. Suatu hal yang harus Kaylee biasakan.


Hanya saja, setelah kesepakatan itu terjadi. Perlahan, kehidupan Kaylee berubah. Hampir menjadi Nyonya Garfield, Kaylee sudah harus menetap di mansion mewah itu dan mendapatkan berbagai fasilitas—seperti mobil serta supirnya.


Kaylee menolak, tetapi Noah bersikeras. Sehingga Kaylee menjadi kubu yang tidak bisa berlaku banyak. Ia alhasil menggunakan fasilitas yang ada, tetapi tentu tidak memberitahukan semua orang pasal statusnya.


Ayolah! Kabar mereka belum terungkap. Ada sedikit ketenangan, mengingat Kaylee belum siap untuk dikenal sebagai pasangan Noah Garfield, tetapi mau tidak mau semuanya pasti akan mencuat. Hanya menanti waktu saja.


Dengan cepat, Kaylee menggelengkan kepala. Ia tidak ingin mengacaukan harinya. Mencoba fokus pada kegiatannya bersama dengan tim—merangkum beberapa transaksi besar yang terjadi. Thea dan Peter menemani waktu Kaylee—melakukan analisis begitu cekatan, cermat dan sesuai panduan yang ada.


Akan tetapi, kegiatan mereka harus teralihkan dengan kedatangan Oliv—selalu Direktur Keuangan. Wanita itu menatap mereka dengan senyum lebar. “Halo, semuanya. Semoga kalian menikmati hari-hari yang melelahkan.” Diselingi dengan kekehan karena  itulah yang saat ini terjadi.


Mereka pun memilih mengangguk dengan senyum yang tersisa. Lalu kembali pada kegiatan yang sempat tertunda. Namun, nyatanya harus tertunda lagi kala Oliv hendak mengatakan sesuatu.


Sang empu menoleh pada Oliv, yang lainnya malah memilih memusatkan fokus pada Kaylee. Oliv masih tersenyum walau ia sedikit bingung.“Kau temuilah Sebastian di lantai dasar. Ada hal yang katanya harus kalian selesaikan. Ini pun perintah dari Tuan Garfield.”


Kaylee yang mendengar sedikit terkejut. Sepertinya, ini ada kaitannya dengan persiapan pernikahan. Alhasil, Kaylee mengangguk. “Terima kasih atas informasinya, Nona Oliv. Saya izin ke sana terlebih dahulu kalau begitu,” ucap Kaylee yang berusaha untuk tenang walau ia sedang tegang.


Tatapan dari rekannya—termasuk Oliv membuat Kaylee seperti ditelan bulat-bulat. Lagipula, Kaylee masih baru dan ia sering dipanggil akan kepentingan terhadap Sebastian atas perintah dari Noah, itu adalah hal yang aneh dan janggal. Tentu semua orang akan berpikiran aneh mengenai dirinya.


Kaylee bahkan berpikir seperti itu.


Sesuai yang diperintahkan pun, Kaylee bergegas ke sana—tidak ingin berada di situasi yang mengintimidasi dirinya. Sedikit mempercepat langkah setelah keluar dari lift—menuju lantai dasar yang dikatakan oleh Oliv. Setidaknya, Kaylee tidak perlu beralasan apapun jika Noah sudah mengatur hal tersebut dengan meminta dirinya secara langsung dari Oliv.


“Entah apa yang mereka pikirkan!” Kaylee bergumam. Berusaha mengatur napas yang tersengal kala berusaha untuk mendekat ke arah Sebastian yang tengah menantinya sembari memainkan ponsel.


Perlahan, Kaylee mengontrol diri setelah berhadapan langsung dengan Sebastian yang menatapnya dengan dingin—sama saja dengan perilaku Noah yang tidak bisa ramah sedikit saja

__ADS_1


“Ayo, kita harus segera ke butik yang diinginkan oleh Tuan Garfield,” ucapnya.


Bukankah Kaylee sudah mengatakan perilakunya yang hampir mirip dengan Noah? Ya, itu benar. Lihat saja! Kaylee langsung ditinggalkan. Terlihat Sebastian yang bergegas masuk ke dalam mobil—menuju tempat yang akan mereka kunjungi.


Butik. Mereka akan melakukan fitting baju. Terlihat sangat lucu, karena Noah malah meminta Sebastian untuk menggantikannya—menemani dan ikut serta bersama dengan sang calon istri. Bukankah sangat aneh?


Namun, Kaylee mencoba untuk tidak peduli. Noah bisa melakukan apapun yang ia inginkan. Termasuk menyuruh Sebastian dalam hal ini.


Hanya butuh beberapa menit, mereka telah tiba di sebuah butik yang terkenal. Kaylee mengetahui butik itu—G'Boutiqe dan Kaylee langsung menyipitkan mata. Nama tempat itu beberapa saat lalu tampil kala ia memeriksa laporan hasil keuangan. Itu berarti, G’Boutiqe adalah salah satu kepemilikan dari Perusahaan Diamond Garfield.


Kaylee berdecak kagum. Ia masih berada di luar butik, pun hendak melangkahkan kaki tetapi Kaylee melihat Sebastian yang diam saja di depan pintu. Membuat Kaylee mengerutkan dahi.


“Sebastian, kau tidak masuk?”


Pria itu langsung menggelengkan kepala. “Saya hanya menjalankan perintah dari Tuan Garfield. Saya akan menunggu di luar. Selebihnya, ada Miss Helena yang akan menuntun Nyonya,” ucap Sebastian. Terdengar sangat aneh, tetapi Kaylee memilih mengangguk agar semuanya cepat selesai.


Alhasil, Sebastian menanti di luar. Sementara Kaylee kini masuk ke dalam butik. Benar saja, Kaylee langsung disapa oleh seorang perempuan berambut blonde yang dikenal dengan nama Miss Helena.


Wanita itu langsung menuntun Kaylee, memberitahu beberapa hal soal gaun pernikahan. “Tuan Garfield sudah memilih tiga gaun yang dapat Nyonya pilih dan soal setelan milik mempelai pria, Tuan Garfield sendiri sudah memilihnya,” ucap Miss Helena menjelaskan.


Kaylee mengangguk paham. Mengikuti setiap langkah Miss Helena yang membawanya ke sebuah ruangan di mana terdapat tiga penampilan gaun putih yang begitu indah—melebihi ekspektasinya. Kaylee seharusnya tidak lupa jika calonnya adalah pebisnis terkenal dan tersohor. Tentu saja harus tampak begitu mewah dan menjadi sorotan dunia.


Kaylee memerhatikan tiga gaun yang tampak begitu luar biasa. Terdapat gaun Off the shoulder wedding dress yang memiliki bentuk gaun panjang dengan potongan A line—memperlihatkan leher yang jenjang dan terkesan seksi untuk sang mempelai. Lalu, gaun Puffy sleeve dress—gaun model mermaid dengan aksen puffy sleeve dan kerah V neck yang panjang. Kerah V neck yang ada di gaun itu membuat penggunanya nampak lebih seksi dan anggun disaat bersamaan. Lantas, yang terakhir, gaun ball gown dress yang dipadukan dengan kerah bermodel off shoulder—terlihat begitu elegan, seksi dan membuat Kaylee terkesiap.


Kedua kakinya melangkah pelan ke arah gaun yang matanya terakhir kali lihat dan itu membuat Miss Helena tersenyum kecil. “Tuan Garfield sempat terpesona dengan gaun ini ball gown ini, Nyonya. Sangat eksklusif dan hanya satu kali diproduksi oleh G’Boutiqe,” ucapnya menjelaskan.


Kaylee lalu menoleh ke arah Miss Helena. “Apa Noah ke sini?”


Miss Helena mengangguk. “Gaun ini didesain khusus oleh Tuan Garfield beberapa waktu yang lalu. Sedikit pengerjaan lagi, baru siap untuk dikenakan, Nyonya. Hanya saja, Tuan Garfield menambah pilihan dari stok eksklusif yang tersedia dan membiarkan Nyonya memilih gaun,” jelasnya.


Kaylee masih terpaku pada gaun indah itu. Juga ia cukup terkejut mengenai Noah yang ternyata begitu detail dalam pernikahan ini. Pria itu, melakukan banyak hal—menganggap pernikahan yang ada bukan hanya kesepakatan.


Kaylee tiba-tiba saja tersenyum tipis. Noah memiliki banyak hal misteri yang tidak diketahuinya dan sedikit membuat Kaylee terkejut. Masih dalam amatan yang sama, ia pun mengangguk.

__ADS_1


“Aku pilih gaun ini.”


__ADS_2