Beloved Violet

Beloved Violet
Ibu dan anak


__ADS_3

Di sebuah rumah mewah minimalis, seorang ibu dan anak terlihat sedang terlibat obrolan serius. Mereka duduk berdua di sofa mewah. Dari apa yang diceritakan anaknya, sang ibu nampak geram menahan emosi.


"Bagaimana mungkin gadis cacat itu bisa kenal dengan Tuan Kin? " tanya wanita paruh baya itu setelah mendengar cerita dari anaknya.


Bella memberengut mendengar pertanyaan ibunya. Kesal rasanya mengingat bagaimana Tuan Kin membela Violet di depan matanya kemarin.


"Bella juga nggak tahu, Ma. Tuan Kin tiba-tiba muncul di rumah Violet! " jawab Bella dengan emosi menggebu. Ia sangat kesal saat mengingat bagaimana pria idolanya justru membela Violet, si gadis cacat.


"Rasanya tidak masuk akal! "


Wulan adalah nama dari ibu Bella yang artinya adalah ibu tiri Violet. Sosoknya dikenal sebagai wanita yang anggun dan berkelas. Ia adalah wanita sosialita yang suka sekali mengenakan barang-barang mewah.


Dan bagi Violet, Wulan adalah sesosok ibu tiri yang kerap ada dalam sinetron-sinetron, yaitu ibu tiri yang kejam. Contoh tindakan kejamnya adalah menghasut Hadi, selaku ayah Violet untuk menjual rumah yang ditempati anak tirinya itu. Hingga Hadi menuruti apa perkataannya dan membuat anaknya sendiri tak punya tempat tinggal. Dengan banyak rayuannya itu, sosok seorang ayah yang baik untuk Violet perlahan hilang. Hadi menjadi tidak peduli pada Violet dan lebih mementingkan Bella.


"Tuan Kin bahkan mengancamku, Ma, " adu Bella.


Wulan mengerutkan kening. Semua yang diucapkan oleh putrinya itu bagai sulit dipercaya. "Diancam? "


Bella mengangguk. "Ya. Tuan Kin mengancamku untuk tidak mengganggu Violet lagi atau dia akan melakukan sesuatu padaku jika aku masih mengganggu Violet, " terang Bella.


Mengingat bagaimana orang sehebat Tuan Kin mengancamnya membuatnya merasa takut. Ia juga sangat murka, ia tidak suka Violet mendapat bantuan orang apalagi dari Tuan Kin, orang yang menjadi idolanya. Ia menyukai Violet yang menderita, ia tidak suka Violet mendapatkan kebahagiaan.


"Aku tidak suka, Ma. Aku tidak suka Violet dekat dengan Tuan Kin. Gadis cacat itu tidak pantas, aku yang lebih pantas! " sambung Bella merengek.


Gigi Wulan saling bergemeletuk mendengar ucapan Bella. Sorot netranya menggambarkan kemarahan yang besar. Bukan kepada Tuan Kin, akan tetapi ia murka kepada Violet. Berani-beraninya gadis itu membuat anakku sedih, batinnya.


Wulan mendekap tubuh Bella dan mengelus putri manjanya itu. "Tenang, Sayang. Mama pastiin gadis cacat itu nggak akan bisa bertahan lama di samping Tuan Kin. Tuan Kin pasti hanya bermain-main sama dia. Kita akan buat Tuan Kin membuang gadis itu dan kamu bisa mulai mendekati Tuan Kin, " terang Wulan menenangkan Bella. Sudah menjadi kebiasaan dia selalu menuruti apa yang Bella inginkan.


Wulan tidak akan membiarkan Violet bahagia. Ia tidak suka melihat gadis itu tersenyum.

__ADS_1


Wulan begitu menyayangi Bella, itulah sebabnya ia rela menghasut Hadi untuk meninggalkan Violet supaya Bella mendapatkan kasih sayang penuh seorang ayah dari Hadi. Ia bahkan tak mempedulikan seberapa menderitanya Violet, yang dia pedulikan hanyalah kebahagian putri satu-satunya. Andai cara yang ia lakukan benar maka Wulan pantas di sebut seorang ibu yang sangat baik.


Sayangnya Wulan melakukan kejahatan demi kebahagiaan dia dan putrinya tanpa peduli ada kehidupan yang ia hancurkan. Wulan tak peduli, toh, ibu kandung Violet sendiri saja juga membuangnya. Setidaknya ada yang jauh lebih jahat darinya.


"Janji ya, Ma? Pokoknya aku harus dapatin Tuan Kin, " ucap Bella.


"Iya, Sayang. Mama akan lakukan apapun buat kamu. "


Wulan berencana untuk menjauhkan Violet dari Tuan Kin. Ia tidak bisa membiarkan Tuan Kin terus-terusan bersimpati pada Violet, hal ini mungkin akan dimanfaatkan Violet. Lagipula jika ia berhasil mendekatkan Bella dengan Tuan Kin maka ia akan mendapatkan keuntungan besar. Menurutnya, Bella lebih cantik dari Violet.


"Benar ya, Ma? "


"Iya, Sayang! "


Bella tersenyum smirk dalam pelukan Wulan. "Rasain kamu, Violet. Aku nggak bakal biarin kamu bahagia! "


Bella yakin bahwa ibunya pasti bisa melakukan apa yang ia inginkan. Selama ini ibunya itu selalu menuruti apapun keinginannya, maka kali inipun ibunya pasti akan melakukan apapun untuknya. Ia melupakan satu fakta terpenting bahwa ancaman Tuan Kin kemarin bukanlah candaan. Tuan Kin akan benar-benar membuatnya menderita jika sampai berani menyentuh Violet.


*


*


*


Sebelum Tuan Kin berangkat ke kantor, ia memberikan titah kepada Asisten Li agar mengantarkan Violet dan Tyas pergi berbelanja kebutuhan mereka. Tyas sangat antusias, meskipun tidak bisa tinggal di mansion mewah milih Tuan Kin tapi setidaknya ia mendapatkan tlaktiran belanja seperti ini. Ia akan membeli apapun yang ia inginkan.


Berbeda dengan Violet yang tampak sungkan begitu mendapatkan perintah untuk pergi berbelanja sepuasnya. Ia merasa Tuan Kin terlalu baik padanya.


"Sebaiknya, Kak Li, kembali saja ke kantor. Aku bisa pergi dengan Tyas berdua saja, " seru Violet, ia tidak ingin merepotkan Ali.

__ADS_1


"Tidak apa-apa, Nona. Tuan Kin menyuruh saya untuk menemani, Nona, berbelanja, " balas Asisten Ali tersenyum sopan.


"Tapi nanti, Kak Li, capek, " ucap Violet. Ia tahu tugas sebagai Asisten itu bukanlah hal riangan. Kerjaan seorang Asisten sangatlah melelahkan, apalagi Ali harus siap siaga menjalankan perintah dari Tuan Kin kapan saja.


Berbelanja pasti membutuhkan waktu yang lama, Violet takut Ali akan bosan dan lelah.


"Tidak apa-apa, Nona. " Hanya itu yang dapat Ali katakan pada Violet yang nampak tak enak padanya. Dari pada menuruti perintah Violet, tentunya Asisten Ali lebih memilih menuruti perintah bosnya. Dia tidak ingin mendapatkan kemarahan dari Tuan Kin.


"Emm--- "


"Dahlah, Vio! Dia bilang, 'kan nggak keberatan, yaudah, sih biarin! Yok, kita buruan belanja, " potong Tyas tak sabaran.


Tyas kesal karena sejak masuk ke dalam mall, mereka bahkan belum belanja satu barangpun. Violet malah sibuk mengurusi pria yang menjabat sebagai bawahan Tuan Kin itu. Dia, 'kan sudah tidak sabar untuk belanja sepuasnya menggunakan kartu ATM tanpa limite milik Tuan Kin.


Melihat Mall yang tempatnya berada ini begitu mewah, membuat jiwa miss queen-nya meronta-ronta. Sebenarnya ia cukup kaya, tetapi orang tuanya belum pernah mengizinkannya belanja sepuas-puasnya. justru Tuan Kin yang memberikan hal itu padanya secara cuma-cuma.


Sultan emang bebas!


"Yas.... "


"Apa? Lagian dia nggak bakal nurutin perkataan kamu, kamu bukan bosnya! " tandas Tyas, ia mengerucutkan bibir kesal.


Tyas berkata blak-blakkan hingga membuat Violet menggeleng-gelengkan kepalanya. Sedangkan Asisten Ali hanya bisa tersenyum tipis sebab yang dikatakan Tyas juga bukanlah hal yang salah.


"Teman anda benar, Nona! "


"Baiklah, Kak Li. Aku juga tidak dapat memaksanya, " cetus Violet. Benar yang dikatakan Tyas, percuma saja ia menyuruh Asisten Ali pergi sebab pria itu juga tak akan menurutinya.


Tyas menyeringai, ia menatap Asisten Ali.

__ADS_1


"Kau sendiri? "


__ADS_2