
"Jadi, Nona hanya harus mengurus semua kebutuhan Tuan Kin, " seru asisten Li.
Violet yang sejak tadi hanya mendengarkan 'pun hanya bisa mengangguk. Saat ini dia berdua dengan asisten sedang membahas apa-apa saja tugasnya sebagai pelayan pribadi Tuan Kin.
"Em, boleh aku bertanya? " tanya Violet.
"Tentu saja, " balas Li mengangguk sopan.
"Rumah ini sangat besar, apa Tuan Kin tinggal sendirian di rumah ini? "
Asisten Li tersenyum, Ia mengarahkan pandangannya kepada beberapa pelayan yang terlihat sedang melakukan pekerjaannya membersihkan rumah. Pandangan asisten Li mengisyaratkan Violet untuk ikut juga menatap ke arah yang sama. Seketika Violet memperbaiki duduknya. Sejak tadi Ia duduk dengan gelisah.
"Baiklah, Tuan. Maksudku adalah, apakah Tuan Kin tinggal di sini sendirian tanpa keluarganya? Sejak kemarin aku belum melihat siapa-siapa selain Anda, Tuan Kin dan pelayan di rumah ini, " terang Violet.
Setelah Tuan Kin menjadikannya pelayan pribadi, Tuan Kin juga menyuruhnya tinggal di rumahnya. Tentunya itu adalah perintah tak terbantahkan dan Violet hanya bisa menurutinya. Dia akan tinggal di rumah mewah ini dan meninggalkan rumah sederhananya.
"Benar! Tuan Kin hanya tinggal dengan beberapa pelayaan. Keluarga Tuan Kin tinggal di Korea. Anda pasti pernah mendengar bahwa Tuan Kin adalah blasteran Indo-Korea. Jadi keluarganya tinggal di Korea. Di sini Tuan Kin tinggal sendiri untuk mengurus bisnisnya, " ucap asisten.
Tuan Kin memiliki nama asli Lee Arkino. Dia adalah keturunan Indo-Korea. Ibunya adalah orang Indonesia sedang Ayahnya adalah seorang pebisnis handal dari negeri ginseng. Keluarga Tuan Kin akrab dikenal dengan keluarga Lee. Keluarga Lee adalah keluarga terpandang di seluruh asia.
HV Best Gruop adalah nama perusahaan milik Keluarga Lee. Perusahaan ini membidangi beberapa bidang. Salah satu adalah industri fashion. Perusahaan ini memiliki Brand Fashion terkenal dan terkemuka. Produk-produk yang diluncurkan oleh Brand selalu terjual dengan harga fantastis. Bahkan menjadi Brand fashion terbaik se Asia.
HV Best Gruop juga berjalan di bidang properti. Keluarga Lee miliki beberapa hotel kelas atas di beberapa negara. Mall mewah, hunian mewah juga properti-properti mewah lainnya. Inilah yang menyebabkan Keluarga Lee begitu kaya dan terkenal. Kekayaannya ada di mana-mana.
Di sini, Tuan Kin hanyalah mengurus perusahaan cabang saja. Karena perusahaan pusat ada di Korea yang diurus langsung oleh ayahnya, Tuan Lee Eun Soon. Jadi, di rumah mewah ini dia memang bisa dikatakan tinggal sendiri tanpa keluarganya. Tuan Kin hanya tinggal dengan beberapa pelayan saja. Meski tinggal di Indonesia, Tuan Kin juga sering pulang ke Negara tempat keluarganya tinggal.
"Ah, iya. Saya baru ingat! " Sebenarnya Violet bukan tidak ingat tapi memang tidak tahu. Dia memang tahu siapa Tuan Kin tapi dia tak begitu mengenal kehidupannya. Meskipun kisah hidup Tuan Kin selalu menjadi perbincangan media. Nyatanya Violet selama ini tak begitu tahu banyak tentang Tuan Kin.
"Baiklah, Nona. Kalau sudah tidak ada yang membuat Anda, bingung. Saya akan kembali ke kantor, " ucap Li.
Pagi ini Li memang ditugaskan untuk membimbing Violet. Sedangkan Tuan Kin sendiri sudah sejak tadi pergi ke kantor. Violet akan mulai bekerja hari ini, jadi Tuan Kin memerintahkan asistennya itu untuk memebimbing Violet.
"Em, Tuan! " panggil Violet saat Li akan melangkah pergi.
"Ya? Nona, tidak perlu memanggil saya seperti itu. Panggil saja nama saya, Ali! " kata Li.
Baginya terdengar sedikit aneh ketika Violet memanggilnya seperti itu. Violet diperlakukan dengan istimewa oleh Tuannya. Tentunya dia takut Tuan Kin akan marah mendengarnya. Dia takut Tuannya berpikir bahwa dia bertindak tidak sopan. Jika orang lain melukai Tuan Kin mungkin orang itu akan mendapatkan balasan yang lebih berat. Tapi Violet berbeda. Ali sadar bahwa Tuannya itu tertarik dengan Violet.
Membuat masalah dengan Tuan Kin, Violet termasuk beruntung. Tuan Kin tidak memperhitungkannya, menjadi pelayannya adalah anugrah bagi beberapa orang. Karena itu artinya Ia berkesempatan untuk mendekati Tuan Kin.
"Tidak! Tidak pa-pa, aku juga tidak tahu harus panggil apa, " balas Violet menggaruk tengkuknya.
__ADS_1
"Tidak usah sungkan, Nona. Saya hanya asisten Tuan Kin. " Asisten Li membalas ramah.
"Kau asistennya dan aku hanya pelayannya, " kata hati Violet.
"Emm, kalau begitu boleh aku panggil kakak? Kak Li? " tanya Violet dengan tersenyum.
Li dapat melihat gadis di depannya ini tersenyum. Matanya hampir tertutup saat tersenyum. Terlihat menggemaskan. Andai rambut Violet itu tak menutupi wajahnya, mungkin sekarang Violet benar-benar sangat cantik.
"Nona Violet Memang cantik. Mungkin jika Ia tidak cacat, dia tidak semenderita ini. Dan Andai wajah itu terlihat sepenuhnya, pasti jauh lebih cantik. Tuan Kin bilang, Nona Violet sangat cantik meski dengan bekas luka di pipinya. " Asisten Li membatin. Dia mengakui bahwa Violet itu cantik. Tak hanya Tuannya saja yang menganggumi Violet. Ia bahkan mengakui bahwa Violet itu cantik.
"B--baik. " Ali menjawab gugup.
Violet terus tersenyum. "Kak Li, kapan Tuan Kin akan pulang? "
"Tuan mungkin pulang sebentar sore, Nona, " jawab Ali.
"Oh. Bolehkah aku keluar sebentar?. Aku akan pulang sebelum Tuan Kin kembali. "
"Anda ingin pergi kemana? " tanya Ali.
"Ah, itu ... aku ingin bertemu dengan temanku. Lagipula barang-barangku masih ada di rumah, aku ingin mengambilnya, " jawab Violet.
"Tidak, tidak perlu, Kak Li. Aku bisa pergi sendiri, " tolak Violet. "Kak Li, 'kan harus pergi bekerja. "
"Tidak pa-pa, Nona. Saya akan mengantarkan Anda, jika tidak mungkin Tuan Kin tidak akan mengijinkan, " terang Li.
Violet menghela nafas. "Baiklah.... "
*
*
*
Akhirnya Violet benar-benar pergi dengan Ali. Karena Ali sendiri juga mengatakan bahwa dia tidak boleh pergi jika tidak diantar. Ali mengantar Violet menggunakan mobilnya sendiri. Mobil yang cukup mewah, mobil ini adalah hadiah dari Tuan Kin untuknya. Mereka menuju ke rumah Violet.
Akhirnya mereka sampai di rumah Violet. Namun, di depan rumah Violet terlihat ada beberapa orang yang sedang adu mulut. Violet menatap Ali dan Ali hanya mengangguk. Ali mengisyaratkan agar mereka segera turun. Violet balas mengangguk, Ia membuka pintu mobil pelan.
Kedatangan mobil Ali sebenarnya menyita perhatian orang-orang yang ada di sana. Tyas, salah satu di antaranya. Ia menganga lebar melihat Violet turun dari mobil mewah itu.
"Yak! Ingat pulang juga, Kau?! " pekik Tyas.
__ADS_1
Violet hanya meringis mendengarnya. Sejak kemarin saat Ia bertemu dengan Tuan Kin, Ia baru mengabari Tyas tadi pagi. Pantas saja gadis itu terlihat marah. Sedang Ali yang juga mendengar teriakan itu merasa terganggu. Ia menatap Tyas dengan datar.
Ali dan Violet berjalan mendekati Tyas.
"Oh, si cacat baru pulang ternyata. " Violet berhenti dan menatap seseorang yang berdiri di depan Tyas. " Dari mana, sih? Nge-la**r, ya? Emang laku?! " ejeknya.
Violet menghela nafas dan menunduk. Ali menatap Violet yang menunduk, Ia lalu beralih menatap seseorang yang baru saja mengatai Violet.
"Woah! Mulutnya kagak pernah disekolahin, ya! Sini ku ajarin cara bicara yang baik dan benar sesuai KBBI! " sungut Tyas emosi.
"Yas, sebenarnya ada apa? " tanya Violet pada Tyas. Tyas yang ancang-ancang ingin menjotos orang itu 'pun urung dan beralih menatap Violet.
"Ini, nih! Si bab1 datang-datang ngerusuh! " jawab Tyas menunjuk Bella.
Ya, saudara tiri Violet itu lah yang kini ada di rumahnya. Keributan itu diciptakan olehnya. Gadis seusia Violet itu datang bersama dengan beberapa pengawal.
"Jaga, ya, mulutnya! Heh, dengerin ya! Aku datang ke sini tuh mau ngusir kalian dari rumah ini, " seru Bella.
"Kenapa? Ini rumah aku, Bell. "
"Ini bukan rumahmu! Rumah ini udah ku jual! " ucap Bella tertawa sinis.
"'Kan, Vi. Nih orang emang gak ada adab! Ada hak apa kau ngusir Violet dari rumahnya sendiri?! " cerca Tyas.
"Udah aku bilang, mulai sekarang ini bukan rumah dia lagi. Ayahku dan ibunya dia udah sepakat buat jual rumah ini. Dan sekarang rumah ini udah terjual. Jadi kalian harus pergi dari sini! "
Deg
Deg
Deg
Jantung Violet berdetak dengan rasa sakit yang mengirinya. Dadanya mendadak sesak mendengar ucapan Bella. Setega itukah orang tuanya? Bahkan satu-satunya tempat tinggal Violet juga di ambil? Belum cukupkah dengan menelantarkannya selama ini?
Rumah Violet tempatnya dan Tyas tinggal memanglah milik orang tuanya. Satu-satunya yang orang tua Violet tinggalkan selain uang. Tak disangka, setelah mereka berhenti memberi nafkah kini mereka juga berniat merenggut tempat tinggalnya.
Air mata Violet luruh. Ia tak ingin menangis, namun air mata ini turun dengan sendirinya. Rasa sesak dan sakitnya membuatnya tak tahan.
Sebegitu tak pentingnya Violet untuk mereka?
"Nona! "
__ADS_1