
sorry baru up ya... soalnya author lagi sedikit sibuk sama tugas sekolah...
eca menenteng kantong kresek di tangannya dengan senyum lebar yang terukir di wajah nya. eca berjalan menuju tempat di mana ia menunggu tadi bersama leon sambil meloncat loncat kegirangan.
eca mengabaikan tatapan dari orang orang yang melihat nya. "ngapa liatin gue? cantik ya gue?" batin eca sambil memandang orang orang itu dengan ganas.
untung cantik, kalo kaga dikira orang gila dah...
ia mengemut permen yang ia beli di supermarket tadi sambil melirik setiap nomer kamar yang ia lewati. "duh, tadi nomer kamar nicholas berapa ya?" batin eca.
eca menengok ke kanan dan ke kiri. "nah itu dia tempat nya" gumam eca senang.
eca berlari mendekat, tapi langkah nya berhenti saat melihat leon tidak ada di tempat nya.
"leon, kok ga ada ya?" gumam eca sambil menengok ke pintu di mana nicholas sedang di obati di dalam sana.
"apa dia udah duluan masuk ya?" gumam eca kembali. eca mendekat ke arah pintu dan mengintip di jendela kamar.
"woah,,, tuhkan dia udah masuk duluan" ucap eca kesal. eca mengepalkan tangannya dan membuka pintu dengan keras.
"woy, lo kok ga bilang bilang si, kalo udah masuk!" protes eca dengan berteriak. sedangkan leon yang terkejut dengan kedatangan eca langsung menatap nya dingin.
"brisik" ucap leon.
eca pun memutar bola mata nya dan mendekat ke arah nicholas. "nicholas kenapa? tadi kata dokter? bilang apaan dokter nya?" tanya eca bertubi tubi kepada leon yang sedang memainkan ponsel nya di sofa.
"hmm"
"WOY BADAK! jawab yang bener" protes eca.
leon melirik eca sekilas lalu menjawab "kata dokter, dia kekurangan darah. tapi udah baik baik aja sekarang. dia lagi koma, lo jangan ganggu dia" jelas leon.
__ADS_1
"ooooo" lirih eca sambil mengangguk.
eca kembali melirik nicholas dengan perasaan iba. "yatuhan... kenapa si tengil ini bisa koma begini.. kemana coba sikap tengil nya itu...." batin eca sambil mengelus lembut rambut nicholas.
"huftttt"
"woy" panggil eca sambil mendekat ke arah leon.
"hm"
"ham hem ham hem mulu lo!" protes eca kesal.
"iya apaan" kata leon sambil menggeser tempat nya.
eca duduk disebelah leon dan menyodorkan kantong kresek yang ia bawa kepadanya. "nih"
leon tersenyum tipis lalu menerimanya. "kata nya ga beliin buat gua" ucap leon.
"yeuh curut.. sini balikin" kata eca.
"huftt" eca bersender di sofa sambil mengibaskan tangannya.
"nie ngapa jadi panas bener dah" protes eca sambil melirik ke arah ac.
"tau dah"
"nih, kata nya lo laper" tambah leon sambil menyodorkan makanan.
"aaaaa" eca menganga, memperlihatkan permen nya yang ada di dalam mulutnya.
"gue. lagi. makan. p e r m e n" tambah nya.
__ADS_1
"oh"
"eh le, kok lo dingin banget sih" tanya eca sambil menatap leon.
"hm?" tanya leon sambil menaikan alis nya.
"ck... lo pasti punya masalah hidup ya.." ucap eca.
"santai aja bos.. lo udah ketemu sama gue. gue jamin, hidup lo akan berwarna karena gue" ucap eca dengan pede.
"pede banget lo"
"yeuh.. gitu gitu juga, ntar lo bakal suka sama gue"
"whatever"
"Lo punya pacar?" tanya eca.
"ga" balas leon singkat. eca menyatukan kedua alis nya dan menatap leon yang sedang membuka bungkus makanan.
eca mengambil dagu leon untuk menghadap ke arah nya. "lo lumayan ganteng, masa jomblo" ucap eca polos.
"ck" leon menepis tangan eca.
"galak banget.. ohhh gue tau... pasti... pasti..., lo di sakitin sama mantan lo kan?!!" ucap eca.
"gua ga punya mantan" balas leon.
"gausah ngadi ngadi dah lu"
"terserah, jangan ngomong lagi gua mau makan"
__ADS_1
"oh ok"
"ck,, dingin banget,,, mending nicholas dah" batin eca sambil melirik nicholas lalu melirik ponsel baru yang nicholas beri kepadanya.