
eca mencari keberadaan ririn sedari tadi. tapi, sayang nya eca tidak kunjung menemukan ririn. ia menengok ke arah kanan juga ke kiri untuk mencari keberadaannya.
"mana si tu anak" batin eca.
"hufttt" eca menghembuskan nafas nya secara kasar. ia mengelap keringat di dahi nya menggunakan tangannya. kemudian, ia melirik jam yang melingkar di tangannya.
"buset... udah jam pelajarannya bu endang. matiii aku" batin eca. ia berlari menuju kelas nya melewati lorong yang berada di bagian barat untuk menaiki tangga.
kemudian, langkah harus berhenti secara sengaja saat melihat orang yang ia cari sedari tadi ada di dekat tangga, yang sedang berduaan dengan nicholas.ia mengepalkan jari jari tangannya dengan keras. tapi sayang nya, eca tidak menghampiri nya. justru eca memutar balik dan memutuskan untuk melewati tangga bagian timur. ia berjalan dengan pelan. pandangan nya lurus ke depan sedangkan pikiran nya kosong.
ia menelan ludah nya saat melihat leon berjalan dengan berlawan arah. eca berhenti saat mendapati leon sedang berada di sekolah nya. sama hal nya dengan leon yang mematung di tempat dan menatap dirinya. eca membuang pandangan nya dari leon, tapi itu tidak berlangsung lama.
eca kembali meluruskan pandangan nya dan melanjutkan langkah nya tanpa mau memperdulikan kehadiran nya. saat eca sudah berhasil melewati leon, ia sempat berhenti selama beberapa detik. ia menyentuh dada nya yang berdetak dengan kencang. kemudian, ia kembali melanjutkan langkah nya menuju kelas.
sedangkan leon hanya bisa melirik dengan sekilas, lalu kembali berjalan menuju tempat tujuan awalnya, ruang kepala sekolah.
"kok, leon bisa ada di sini ya?" tanya eca pada diri sendiri.
...
sesampai nya eca di depan kelas, eca langsung kebingungan saat tidak melihat kehadiran bu endang. eca mendekat ke tempat duduk nya dan bertanya kepada sekertaris kelas nya yang kebetulan sedang duduk di depan nya.
eca menyentuh pundak nya lalu bertanya "bu endang gak masuk?"
olive pun menengok lalu menjawab nya dengan penuh semangat. "masuk, tapi lagi ke toilet. beruntung lo ca, bu endang lagi ga di kelas. kalo bu endang di kelas, pasti di hukum lo" jawab nya sambil tersenyum.
eca menyengir lalu duduk di tempat nya. ia menengok ke tempat duduk ririn dengan perlahan. olive pun ikut melihat ke arah tempat duduk ririn.
"ririn kemana ca? kok dia belom dateng? dia tadi kejar kejaran sama lo kan?" tanya olive secara bertubi tubi.
eca pun kembali menengok ke arah olive lalu mengangguk.
"iya.. tapi, tadi gue pisah sama dia, jadi gue ga tau dia di mana" jawab eca setengah berbohong. padahal, eca tau keberadaan ririn sekarang.
"ohh" jawab olive sambil mengangguk.
eca mengalihkan pandangan nya saat bu endang masuk bersama dengan kepala sekolah. begitu juga dengan olive dan murid yang lainnya. seketika, keadaan kelas pun menjadi ramai. semua nya berbisik saat melihat keberadaan kepala sekolah di kelas nya.
"ada apaan nih, kepsek masuk kelas kita"
"dia mau hukum orang kali ya"
"duh, gue bawa lipstik nih, apa jangan jangan mau di razia"
"rambut gua masih gondrong lagi"
"fix, dia mau pasti panggil natasya"
eca pun segera berdiri lalu memimpin untuk memberi salam kepada keduanya.
"berdiri" ucap eca. seketika, semua murid pun berdiri.
"memberi salam" ucap nya lagi.
"selamat siang pa... bu..." ucap mereka serempak sambil membungkukan setengah badannya.
"kalian boleh duduk" kata pak kepala sekolah sambil memberi kode melalui tangannya.
__ADS_1
"baik pa" ucap murid murid dengan serempak. mereka pun segera duduk dengan tertib tanpa mengeluarkan suara dari mulutnya.
eca dapat melihat pak kepsek tersenyum saat mendapati kelas nya yang tertib. eca pun ikut tersenyum dengan bangga.
"iyalah, ketua kelas nya aja gue... gak kaya kelas lain, ketua kelas nya gak bener" batin eca sambil menyombongkan diri nya.
"kalian tau, kehadiran saya di sini?" tanya pa kepala sekolah.
"tidak pa" jawab murid murid dengan serempak.
"bagus, karena itu yang saya harapkan" kata nya dengan tersenyum.
"kehadiran saya di kelas ini, adalah, saya ingin kalian semua memimpin kelas lain dalam acara piknik kali ini" tambah nya.
"piknik?"
"kita ada acara piknik?"
"piknik kita di mana?" bisik yang lain.
"dia salah kelas kali"
"hah, kita jadi pemimpin kelas lain?"
"bukannya pemimpin itu cuma satu ya?? masa pemimpinnya ada 40 orang"
"sssssst... bapa ingin kalian mencontoh kan kelas lain untuk tetap disiplin dan tertib saat kita piknik nanti" ucap kepala sekolah.
"saya yakin, kalian bisa mencontoh kan sikap disiplin dan tertib kalian pada kelas lain" tambah nya.
murid murid pun menggangguk.
"pa, saya mau tanya" ucap firman sambil mengangkat tangan kanan nya.
"iya, silahkan" balas kepala sekolah.
"emang kita mau piknik di mana pa? trus kapan?" tanya firman.
"memang nya kalian belom di kasih tau?" tanya kepala sekolah sambil melirik eca.
"belom pa" jawab firman.
"hmm... baiklah... jadi, piknik kita kali ini akan di adakan di hutan moskow, kita akan berangkat pada tanggal 10 mai nanti... kita akan berangkat menggunakan kereta" ucap kepala sekolah.
"kita berapa hari pak di sana?" tanya marsya.
"3 hari 2 malam" jawab kepala sekolah.
"wowww" kata marsya sambil bersemangat.
"pa, kita gak pake kaos kembaran kan pak?" tanya adnan yang sangat membenci kaos kembaran setiap ada acara keluar sekolah.
"tidak ada" jawab kepala sekolah sambil tersenyum.
"yeessss"
"akhirnyaaaa!!!!"
__ADS_1
"alhamdulilah, akhirnyaaa kita gak pake kaos kembaran lagi"
"dan pada acara kali ini, akan ada lomba di mana, kalian yang bisa memotret, melukis dan membuat puisi yang berkaitan dengan acara piknik kita kali ini, akan mendapatkan hadiah" jelas bu endang.
"melukis?" batin eca.
"hadiah nya apaan bu?" tanya firman. eca pun melirik ke arah firman lalu bergantian ke arah bu endang.
"rahasiaa" jawab bu endang sambil tersenyum jahil.
"aaaah ibuuuuu" kata firman pasrah.
"ibu mah gituuu" protes nabila.
"yah ibu gak asyik!" kata susan.
"udah jangan brisik" kata bu endang.
"memang kalian belom dapet surat pemberitahuan?" tanya kepala sekolah.
"belomm paa"
"eca, kamu belom di kasih sama almira?" tanya kepala sekolah.
"hah? almira? ketua kelas sebelah pa?" tanya eca balik.
"iya, memang dia tidak ngasih surat pemberitahuan ke kamu? semua kelas udah dapet surat dari dua hari yang lalu loh!" jelas kepala sekolah dengan kebingungan.
"wah wahh... sengaja itu" ucap marsya yang mengompori.
"iya nih!! gak bisa gitu dong!"
"kita harus protes!!" tambah yag lainnya.
"aku suka keributan"
"sudah jangan berisik, nanti saya akan tanya pada almira" kata kepala sekolah sambil melirik jam tangannya.
"sudah sampai sini dulu, saya ada rapat dengan sekolah lain" tambah nya.
"baik paa" jawab murid murid dengan serempak. pak kepala sekolah pun mengangguk dan langsung keluar dari kelas.
bersamaan dengan itu, ririn masuk ke kelas sambil membungkuk, memberi hormat kepada bu endang lalu duduk di samping eca dengan tersenyum.
"kamu, kenapa baru masuk?" tanya bu endang kepada ririn.
"tadi saya harus bantu bu saryi dulu bu, makanya saya telat" jawab ririn dengan tersenyum.
"dia berbohong" batin eca.
"oh baiklah" kata bu endang.
"anak anak mari kita lanjutkan pembelajaran kita..."
"bisa nya dia berbohong dengan membawa nama guru." batin eca sambil melirik ririn dengan sinis.
...
__ADS_1
tinggalin jejak yuuu... jangan lupa like dan komen nya ya kaka kakaaa... biar author tambah semangat nuliss. TYSM