
eca turun dari mobil di ikuti oleh ririn saat mereka sudah sampai di lapangan depsos. lapangan yang sangat besar dengan pepohonan di setiap sudut nya.
"gede bangett lapangannya ya" ucap ririn.
"iya, ini mah 5 kali lipat dari lapangan sekolah kita" kata eca. ririn pun mengangguk setuju.
eca dan ririn sama sama mencari keberadaan teman temannya yang ikut tauran. karena lapangannya sangat besar, mereka berdua kesulitan untuk mencari keberadaan teman temannya. di tambah lagi, mereka berdua turun dari mobil yang jarak nya berjauhan dengan lapangan.
"kok kaga keliatan ya" kata eca.
"iyalah bambang, kita kan jauhan sama lapangannya. apa kita harus ke tengah tengah lapangan?" ucap ririn.
"ya engga lah, kita harus sembunyi dulu, baru ciduk mereka" kata eca.
"lo mau ciduk mereka lagi tauran?" tanya ririn tidak yakin.
"iyalah" jawab eca yang masih berusaha menajamkan pengeliatannya.
"ntar kalo kita kena sama mereka gimana?" tanya ririn kembali.
"hah? kena apaan?" tanya eca sambil menengok ke arah ririn.
"kena tonjok" jawab ririn polos.
"yeuh" eca memutar bola mata nya dan kembali melihat ke arah lapangan.
"harusnya kita bawa teropong ini mah" kata eca.
"ayo kita balik" ajak ririn.
"lah ngapain?" tanya eca.
"ngambil teropong" jawab ririn tanpa merasa bersalah.
"lo gila ya?" tanya eca.
"udah lah, ayo kita ke lapangan aja tapi diem diem" ajak eca.
"diem diem?" tanya ririn kebingungan.
"dih, susah ya ngomong sama lo" kata eca sambil menggeleng. sedangkan ririn hanya bisa menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
__ADS_1
"yaudah ayo" ajak ririn. eca pun mengangguk setuju.
mereka berdua pun berjalan dengan mengendap endap menuju lapangan. sesampai nya di lapangan mereka berdua bersembunyi di balik pohon besar yang sangat lebat.
"nah,, nah,, ituu rame tu,,," kata ririn.
"iya, tapi gue ga bisa liat muka nya" kata eca sambil menyipitkan matanya.
"iya lah, kita kan di pinggir lapangan, mereka di tengah lapangan. kaga keliatan lah" kata ririn.
"lagian, tauran di tengah tengah lapangan, mana lapangannya gede banget" tambah ririn.
"biar mantep tauran nya" ceplos eca. sedangkan ririn melirik eca dengan sinis.
"eh buset.... kok pada nyerang pake gesper sih?" tanya ririn bingung.
"iya iya.... itu juga ada yang pake dasi" kata eca.
"ga seru nih... gue kira bakal tauran pake golok atau engga apa gek yang mantep" kata ririn.
"dih.. gilaa lo.." kata eca.
"lo gilaa" kata ririn tak mau kalah.
"eh.. liat dah... itu motor nya nicholas dan teman temannya kan?" tanya ririn.
"ah masa... mana? kok gue kaga liat" kata eca.
"itu... liat di samping kanan... trus kanan nya lagi" kata ririn.
"lo ngasih tau kaga bener njirrt, gue mana ngerti lo ngomong apaan" kata eca.
"mata lo butaa" ucap ririn.
"dih! yang ada lo yang buta. lo gak ngeliat, kalo mata gue masih bisa ngeliat?" kata eca tidak mau kalah.
"lo ngomong atau kumur kumur neng?" ledek ririn.
"gila lo!!" kata eca sambil menjambak rambut ririn. begitu juga dengan ririn yang tidak mau kalah dengan eca. biasa lah, sahabat yang lagi bertengkar.
"lo gila!!!" teriak ririn.
__ADS_1
"gilaan juga lo" balas eca..
"lo berdua, ngapain di sini?"
eca dan ririn pun terkejut dan menatap satu sama lain.
"gimana nih??" bisik ririn.
eca pun menelan ludah nya secara kasar. eca menengok dengan ragu, sedangkan ririn hanya bisa menunduk.
eca melongo saat melihat leon yang sedang menatap nya dengan tajam. eca pun kembali menelan ludah nya saat melihat tatapann tajam dari leon.
"lo... lo ngapain disini?" tanya eca dengan terbata bata.
"harusnya gua yang nanya kaya gitu" jawab leon. ririn yang mendengar itu pun segera menengok ke arah ririn.
"abang?" panggil ririn tak percaya.
"hah? abang?" tanya eca tak percaya.
"lo adek kaka?" tanya eca kembali.
"lo ikut tauran ya?!! guae bilangin bunda ya...." ancam ririn.
"apaan si rin" kata leon kesal. sedangkan eca hanya bisa mematung di tempat.
"apa apaan nih.. mereka berdua adek kakak? kok gue bisa bisa nya kaga tau?!!" batin eca.
"pulang lo" perintah leon.
"lo sendiri kaga pulang, nyuruh nyuruh lagi" kata ririn.
"bacot lu" kata leon.
"bacotan juga lo" kata ririn tak mau kalah.
"lo semua diem kenapa" teriak eca kesal karena melihat kedua adik kakak itu sedang bertengkar.
"ayo rin, kita balik aja. pusing gue" ajak eca. ririn pun mengangguk setuju.
sebelum mereka masuk ke mobil, ririn sembat memberikan jari tengah nya kepada leon.
__ADS_1