Berandalan Sekolah (KIM SJ BTS)

Berandalan Sekolah (KIM SJ BTS)
Episode 45


__ADS_3

eca kebingungan saat leon membawanya ke sebuah jembatan di mana tempat sebelum eca di culik oleh jonathan.


ia menengok ke arah leon yang sedang memejamkan matanya sambil menikmati hembusan angin yang meniup helaian demi helaian rambut nya.


"lo, kok bisa tau jembatan ini? sejak kapan?" tanya eca.


"gua udah tau jembatan ini dari lama. lo sendiri?" jawab leon sambil menatap eca.


"hah? serius? gue juga udah tau tempat ini dari lama. tapi, kok gue gak pernah liat lo ya?" ucap eca sambil menyatukan alisnya.


"gua udah jarang ke tempat ini" balas leon.


"kenapa?" tanya eca yang penasaran.


"karena, tempat ini selalu ngingetin gua akan seseorang yang mustahil banget untuk bisa ketemu lagi" jawab leon sambil membuang muka nya.


"kenapa mustahil?"'' tanya eca kembali.


"udah beda" jawab leon dengan singkat.


"em.. beda.. beda alam?" tanya eca dengan ragu ragu.


"beda waktu bodoh" balas leon sambil menjitak kepala eca dengan pelan.


"yaudah si elah, gausah pake jitak segala" protes eca sambil membuang muka nya menghadap lurus ke depan. sedangkan leon hanya tersenyum sambil memandangi eca dari samping.


"cantik" ceplos leon tanpa sengaja.


"apa?" tanya eca yang langsung menengok ke arah leon.


"em.. gak" jawab leon yang segera membuang muka nya.


"gue denger ya tadi" kata eca sambil menunjuk muka leon dengan jari telunjuknya.


"kalo udah denger kenapa nanya lagi?" tanya leon.


"gue.. cuma mau mastiin doang" ucap eca yang sudah salah tingkah.


"emang tadi gua ngomong apaan?" tanya leon kembali.


"ngomong.. kalo gue itu cantik" jawab eca dengan santai.


"kepedean lo. itu langit nya yang cantik" kata leon sambil menunjuk ke arah langit.


eca pun merasa malu karena terlalu percaya diri. "padahal gue kan juga cantik, masa langit nya doang yang di puji" dumel eca dengan kesal.

__ADS_1


"apa?" tanya leon sambil tersenyum.


"apa apa apa apa" kata eca sambil meniru nada leon. leon pun jadi gemas sendiri saat melihat nya.


"iya, lo juga cantik" ucap leon sambil tersenyum dengan lebar.


deg


eca pun langsung terpesona dengan senyuman yang di pamerkan oleh leon. "baru pertama kali gue liat dia senyum selebar ini. ternyata dia senyum atau gak senyum pun tetep ganteng" batin eca sambil menatap mata nya.


"maksudnya tetep jelek" ucap eca tanpa ia sadari.


"oh, gua jelek" ucap leon sambil membuang wajah nya menghadap langit.


"eh, bukan gitu maksudnya. maksud gue... eh????" ucap eca terbata bata.


"lo bisa baca pikiran gue?!" tambah nya.


"hah?" tanya leon yang kebingungan.


"gajelas" tambah leon dengan dingin.


"oh" jawab eca yang langsung bete karena sikap leon.


"brisik lo" ketus eca sambil memutar bola matanya ke atas.


"ca...." panggil leon yang merasa bersalah.


"bisa diem gak?" tanya eca yang sudah sangat malas.


"huftt" leon pun menghembuskan nafas nya secara kasar lalu menatap langit yang sama dengan eca. jujur saja, leon tidak tau harus melakukan apa disaat perempuan sedang bete. berbeda dengan nicholas yang sudah terbiasa mengembalikan mood para kaum hawa.


dan setelah itu, mereka berdua menjadi hening dengan pikiran mereka masing masing. leon yang sedang kebingungan mencari topik . karena, leon memang tidak berpengalaman. apalagi, ia jarang bicara, terutama kepada perempuan.


berbeda hal nya dengan nicholas. jika saat ini eca sedang bersama nicholas, pasti mereka tidak akan hening seperti ini. selalu ada saja yang di bicarakan. entah itu penting atau pun tidak penting.


sedangkan, eca masih memikirkan percakapan antara ririn dan nicholas di sekolah tadi. eca masih benar benar tidak menyangka dengan apa yang sedang menimpa dirinya.


"dia selalu bikin gue bahagia. gue ga pernah nyangka kalo dia yang bikin gue sakit hati kaya gini" batin eca.


"padahal, gue hampir pengen ngebuka hati untuk dia. huft... dia the real fakboy" tambah eca


tiba tiba, ia teringat dengan hari sebelum nya, dimana nicholas sedang membonceng ririn. dan juga leon di samping nya.


"gue yakin, pasti ada sesuatu di hari itu. dan gue yakin, pasti leon udah tau hal ini" batin eca sambil mengengok ke arah leon.

__ADS_1


leon yang merasa di tatap pun, menengok ke arah nya balik dan menaikan satu alis nya.


"lo.. pasti lo udah tau duluan kan?" tanya eca dengan menatap nya dengan tajam.


"lo udah tau?" tanya leon balik.


"ternyata bener... lo udah tau itu dari awal" kata eca sambil mengangguk dengan pasrah.


"bahkan lo udah tau duluan, kalo ade lo jadi selingkuhan dari atasan sekaligus sahabat lo sendiri!" tambah eca sambil menatap leon yang hanya bisa diam seribu bahasa.


"gue ga nyangka, lo itu seoroang kakak. apalagi lo cowo. harus nya lo bisa ngelindungin ade lo dari orang orang kaya yang modelannya kaya gitu. dan lo gak seharusnya ngerelain ade lo, cuma karena lo takut sama atasan sekaligus sahabat lo itu!!" bentak eca yang masih tidak menyangka.


"ca..." panggil leon.


"stop! jangan panggil gue. gue gak pengen kenal sama orang kaya lo" ucap eca yang matanya sudah berkaca kaca.


jujur saja, eca juga seorang kakak. hati nya tergores saat melihat hal seperti ini. teganya leon, yang membiarkan adik nya menjadi perusak di dalam sebubuah hubungan, hanya karena ia takut dengan atasannya itu.


"ca... gua bisa jelasin..." kata leon.


"gue mau pulang" ucap eca yang langsung melangkahkan kaki nya.


"gua suka sama lo" teriak leon.


eca pun langsung menghentikan langkah nya tanpa membalikan badan nya.


"gua suka sama lo." ucap nya kembali. eca pun memutar tubuh nya menghadap leon.


"gua.. suka sama lo ca..." kata leon sambil mendekati eca.


"gue tau" batin eca.


"lo.. mau gak.. ngasih kesempatan untuk gua" tanya leon.


"gua janji, gua bakal jaga lo sepenuhnya. gua gak bakal bikin lo terluka" tambah nya.


"lo jadi kaka aja masih gak becus" kata eca.


"ca.. kasih gua kesempatan untuk jadi pacar lo" pinta leon sambil menggenggam tangan eca.


"gak,,, gak bisa...ini rumit... dia udah punya tunangan, dan gue udah punya pacar. gue gak boleh bikin keadaan ini jadi rumit lagi" batin eca sambil menunduk.


"mustahil untuk kita untuk bisa bersama.. kita gak bisa pacaran. lo punya kehidupan lo sendiri. gue udah punya pacar. gue gak mau, keadaan ini makin rumit..maaf" kata eca sambil menatap leon lalu melepaskan genggaman tangannya dari leon.


"maaf" ucap eca sekali lagi.

__ADS_1


__ADS_2