
eca turun dari mobil sambil melepas kacamata nya.
"woww... jadi ini tempat nya?" tanya eca.
nicholas yang baru saja turun dari mobil, langsung mendekati eca.
"ya.. kenapa?" tanya nicholas sambil melepas kacamata hitamnya.
"keren" jawab eca sambil menaikan kedua alisnya. nicholas pun hanya menganggukan kepalanya.
"yaudah, ayo masuk" ajak nicholas sambil menyodorkan tangannya.
eca hanya bisa mematung sambil melihat tangan nicholas.
"maksudnya? dia nyodorin tangannya? seriusan? berati ini gue harus gandeng tangannya ato engga ya." batin eca sambil menatap tangan nicholas.
"kelamaan lo" ucap nicholas yang langsung menggandeng tangan eca, masuk ke dalam.
mereka berdua, langsung di sambut oleh pekerja di sana. mereka semua berbaris dan membungkukan setengah badannya.
eca hanya tersenyum tipis begitu juga dengan nicholas.
"mari, saya antar" ucap salah satu pekerja yang menghampiri mereka berdua. eca pun mengangguk.
πππ
sampai lah mereka berdua di sebuah ruang tata rias. eca melihat seluruh isi dari ruangan itu dengan terpesona.
"indah bagaikan langit dan bumi. mata ku ternodai oleh kepingan surga yang jatuh. aku...." ucap eca dengan sangat menghayati.
"sok puitis lo" potong nicholas.
eca menengok ke arah nicholas dan melototi nya dengan sangar.
plak
__ADS_1
satu tamparan sukses mendarat di tubuh nicholas dengan kencang.
"apa lo bilang? sok puitis?!!" tanya eca dengan galak.
"ampun... ampun... engga kok.. salah ngomong" bela nicholas.
"awas aja" ancam eca dengan sangar. nicholas yang melihat itu pun menjadi merinding.
"ini mah sereman dia dari pada singa betina" ucap nicholas dengan pelan.
"berani ya lo sama gue?!!" teriak eca sambil bersiap siap untuk memukul nya.
"ampun ca.. ampun... sorry.. sorry" ucap nicholas sambil menutup matanya.
eca melihat nicholas dengan tajam lalu berjalan meninggalkan nicholas. eca berjalan menuju sebuah kursi dimana tempat ia akan di dandani di sana.
πππ
setelah menghabiskan waktu kurang lebih dua jam, eca keluar dari ruang tata rias. nicholas yang sedari tadi sudah menunggu nya dari luar ruangan, hanya bisa mematung saat melihat penampilan eca saat ini.
"gimana? gue cantik gak?" tanya eca.
nicholas menelan ludah nya dengan kasar. ia menatap eca dengan dalam.
"nic??" panggil eca.
"ah.. iya.. cantik" jawab nicholas dengan terbata bata.
eca tersenyum dengan puas saat mendengar jawaban yang keluar dari mulut nicholas.
"papa? mama mana?" tanya eca.
"mereka lagi di ruang tunggu" jawab nicholas.
"yaudah, ayo kita kesana" ajak eca sambil menggandeng lengan nicholas.
__ADS_1
nicholas hanya mengangguk dengan pelan. saat ini jantung nya sedang berdetak dengan cepat. ia juga tidak tau, bagaimana jantung nya bisa berdetak secepat itu.
mereka berdua berjalan menuju ruang tunggu dimana keluarga nya juga keluarga nicholas sedang menunggu di sana. ia langsung mendekati keluarga nya saat ia sudah sampai di ruangan itu.
semua orang yang ada di ruangan itu menatap dirinya dengan terpesona.
eca duduk di samping ayahnya. ia melihat semua nya sudah berpakaian rapih. ibu nya dan adik nya juga sudah mengenakan gaun.
"selamat ulang tahun eca" ucap ayahnya sambil mencium dahi eca dengan lembut.
eca tersenyum dengan lebar.
"selamat ulang tahun ya ca... maafin mama kalo mama ada salah sama kamu" ucap ibu nya. eca mengangguk dengan bersemangat.
"ka... selamat ulang tahun... maafin aku juga ya kak... kalo misalnya aku ngeselin" tambah adik nya.
"papa sama mama ada hadiah buat kamu" ucap ayah nya.
"beneran? manaaa??" tanya eca dengan bersemangat.
"rahasiaa.. nanti papa sama mama bakal kasih ke kamu" jawab ayahnya.
"yahh... padahal aku udah penasaran" ucap eca dengan cemberut.
nicholas yang sedari tadi memperhatikan eca, menjadi gemas sendiri.
"hahahhaha... sabar ya.." sahut adik nya. eca yang mendengar itu melirik nya dengan tajam.
"apa lo?!" bisik eca kepada adik nya.
"hehe"
gaun eca
__ADS_1