Berandalan Sekolah (KIM SJ BTS)

Berandalan Sekolah (KIM SJ BTS)
Episode 44


__ADS_3

setelah eca mengambil ponsel nya dari toilet, ia langsung menghubungi supir nya untuk segera menjemputnya dengan alasan kalau dia sedang sakit. eca berjalan menuju kelas nya dengan terburu buru. ia juga sudah menghapus air mata yang membasahi pipi nya.


sesampainya ia di kelas, eca langsung mengambil tas nya dan mengabaikan tatapan ririn yang sedang duduk tanpa merasa bersalah sedikit pun.


"lip, gue pulang duluan. bilang kalo ada yang nyariin gue ya, kalo gue lagi sakit" ucap eca kepada olive.


"hah? lo sakit apaan ca?" tanya olive yang terlihat cemas.


"em.. gue kasih tau nya nanti aja ya.. bye" jawab eca yang berusaha untuk menahan air mata nya agar tidak keluar.


"yaudah, hati hati ya ca..." kata olive sambil tersenyum. eca pun mengangguk sambil melirik ririn yang terlihat sama sekali tidak ada niatan untuk meminta maaf.


"gue ga nyangka" batin eca sebelum ia keluar dari kelas nya.


 


 


eca membawa tas nya yang ia taruh di pundak sebelah kanan nya dengan berlari menuju ruang piket untuk meminta surat izin untuk pulang lebih awal.


saat ia hampir dekat dengan ruang piket, eca melihat nicholas yang sedang duduk besama dengan anak osis yang sedang bertugas untuk menggantikan guru piket yang sedang sakit.


"kok dia bisa ada di situ sih. katanya dia mau ke kelas." batin eca.


"bisa tambah panjang kalo gue minta surat izin ke sana"  tambahnya. ia pun segera memutar balik tubuh nya untuk pergi ke gerbang sekolah melalui belakang sekolah, sebelum nicholas melihat nya.


eca pun berlari menuju belakang sekolah dan menyadari, satu satu nya cara untuk keluar dari belakang sekolah adalah dengan memanjat tembok yang tidak terlalu tinggi.


"aduh, apes banget. tangga nya kan udah gue buang waktu itu" gumam eca sambil menepuk kepalanya.


ia pun menatap tembok itu sambil memikir cara untuk memanjat nya.


"gue pake rok lagi" batin eca kesal.

__ADS_1


"ayo ca, lo harus bisa keluar dari tempat ini" gumam eca sambil menyemangati dirinya sendiri. ia pun mulai memanjat tembok itu dengan hati hati.


tapi sayang ya, ia gagal untuk memanjat tembok itu. ia terjatuh. tapi, bagi eca itu hal yang biasa. ia sudah terbiasa terjatuh, jadi ia tidak perlu merasa kesakitan.


"udah kebal gua mah sama ginian" batin eca sambil bangkit . ia kembali memanjat tembok itu, tapi lagi lagi ia terjatuh.


"awww"


eca mengelus bokong ya yang kesakitan itu. "kenapa bisa sakit ya, padahal gua kan udah kebal" ucap eca sambil bangkit kembali untuk yang kedua kali nya.


"ini mah bakal lama kalo gak di bantuin sama orang" kata eca sambil membersihkan rok nya yang kotor itu dan mengambil tas nya yang ikut terjatuh.


eca menatap tembok itu dengan kesal. "lo kenapa tinggi banget sih!!" protes eca sambil menaruh kedua tangannya di pinggang nya.


"mau gua bantu?"


eca pun segera menoleh saat mendengar itu. mata nya pun membesar saat melihat siapa orang yang menawarinya bantuan itu.


"lo.. lo kok di sini?" tanya eca kebingungan.


"tapi.. tapi ini kan bukan sekolah lo. sekolah lo di sana" kata eca sambil menunjuk ke sembarang tempat. sedangkan leon hanya menaikan satu alis nya.


"bentar lagi istirahat ke dua, kalo lo kelamaan ngomong, lo gak bakal bisa kabur dari sini" kata leon sambil melirik jam yang melingkar di tangannya.


"emm.. trus.. gue harus gimana?" tanya eca panik.


"gua bantu"


...


HAP


eca dan leon sudah berhasil memanjat tembok itu dengan selamat. eca yang tadi nya sedih pun langsung senang.

__ADS_1


"makasih ya.. lo udah mau bantuin gue" kata eca sambil tersenyum malu. leon pun menganggukan kepalanya.


"lo mau kemana? gua anterin" ucap leon sambil menatap eca dengan datar.


"dia manusia tanpa ekspresi yang pernah gue liat" batin eca sambil memandangi leon tanpa berkedip.


leon yang ditatap seperti itu pun langsung salah tingkah. "ehem"


"ha?? engga usah.. gue.. gue bisa pulang sendiri" jawab eca yang langsung tersadar dari dunia hayalannya.


"gua anter" kata leon dengan dingin.


"tapi, gue udah hubungin supir gue buat kesini" kata eca dengan terbata bata.


"suruh dia balik" kata leon sambil menarik tangan eca.


"ehh??? lo mau bawa gue kemana?" tanya eca. namun, leon hanya mendiamkan pertanyaan eca dan membawanya menuju parkiran sekolah.


entah mengapa, saat leon menarik tangannya, eca merasa bahagia. bahkan, ia tidak menolak saat ia ditarik begitu saja oleh leon. ia tersenyum sambil melihat tangannya yang sedang di tarik olehnya lalu beralih kepada wajah leon yang datar itu.


leon melepaskan tangan eca saat mereka sudah sampai di parkiran. kemudian, leon menaiki motor nya begitu juga dengan eca yang disuruh untuk naik kebelakangnya. eca sempat ragu saat menaiki nya. ditambah lagi ia sedang memakai rok. tapi, beruntungnya leon peka dan langsung melingkarkan jaket nya ke pinggangnya.


eca naik di bantu dengan bantuan pundak leon secara berhati hati.


"udah" kata eca.


"pegangan" perintah leon sambil memakai helm nya.


"eh?" eca pun bingung. ia harus pengangan di mana. leon yang melihat itu pun menjadi kesal. ia pun segera menancap gas lalu rem secara mendadak.


eca yang terkejut pun langsung memeluk leon dari belakang. dan di saat itu, leon tersenyum miring lalu segera menjalankan motor nya.


sedangkan eca hanya bisa diam tanpa ingin berbicara lebih banyak lagi. pipi nya pun merona di saat itu juga. jujur saja, leon itu sulit di tebak. dia sangat misterius. itulah yang membuat eca penasaran dengan dirinya. bahkan eca tidak menyangka, kalau leon akan melakukan hal seperti itu.

__ADS_1


dan di saat itu juga, eca bisa mencium aroma tubuh leon dengan sangat jelas. itu yang membuat nya semakin mengeratkan tangannya yang melingkar di pinggang leon.


__ADS_2