
eca berlari menuju tempat dimana nicholas dan leon baku hantam tadi. langkah lebarnya terhenti ketika ia tidak melihat keberadaan leon.
eca pun menanyai satu per satu murid yang ada di sana. ia juga memeriksa satu per satu tenda yang ada. sampai akhirnya ia mendapati leon di salah satu tenda yang jarak nya lumayan berjauhan dengan tenda milik nya.
"leon, lo gak papa?" tanya eca. leon pun tersenyum tipis lalu menggeleng dengan pelan.
"luka lo parah banget... sini gue obatin" kata eca sambil menyentuh wajah leon.
ririn yang berada di dekat leon pun mendorong tubuh eca menggunakan lengannya. tubuh eca pun tejatuh ke bawah. leon yang melihat itu pun, melirik ririn dengan tajam.
"aduh.. apa apaan si lo" protes eca sambil memperbaiki posisi nya.
"ngapain lu kesini. gausah sok baik deh." cibir ririn. eca yang mendengar itu pun melongo tidak percaya.
"anjirtt, gaya loo mantep bener.. seharusnya gue yang nanya . ngapain lo di sini cebong?" ucap eca dengan kesal.
"suka suka gue lah. gue kan adek nya" kata ririn.
"mana ada adek yang ngebiarin kaka nya di kroyokin sama orang. udah lo sana aja dah. tuh kasian bebeb lo gak ada yang ngobatin. sana sana" usir eca sambil mendorong ririn keluar dari tenda.
"sono udahh.. ambil kesempatan lo buat dapetin dia sepenuh nya.. sana sana" tambah eca.
"cih" ririn pun keluar dari tenda sambil menghentakan kaki nya dengan kasar. eca yag melihat itu pun tambah gemas dengan nya.
"amit amit... gue gak mau lagi punya temen yang modelannya kaya gitu" batin eca sambil merinding.
kemudian eca menengok kembali melihat leon yang sedang duduk sambil mengobati luka nya sendiri. ia pun segera mendekati leon lalu mengobati lluka leon secara paksa.
"gua bisa sendiri" kata leon.
"bawel banget si lo. udah bagus gue ada di sini buat ngobatin lo" ceplos eca.
"jadi.. dia rela dateng ke sini demi ngobatin gua.. ummm" batin leon sambil menahan senyum nya.
leon memandangi eca yang sedang sibuk mengobati luka nya.
"gua emang ga salah milih untuk ngebuka hati untuk dia" batin leon kembali.
"dah.. cakep kan" kata eca sambil memandang puas hasil karya nya itu.
leon mengikuti arah mata eca, dia sedang melihat hasil perban nya yang dibuat menjadi pita. leon pun tersenyum tipis lalu kembali melihat eca.
"makasih ya" kata leon dengan lembut.
deg
jantung eca pun berdetak cepat tidak karuan. bahkan muka nya pun ikut merona karena hal itu.
"baru pertama kali gue denger leon bisa selembut itu. bahkan tatapannya pun, gak kaya elang yang lagi mau nyerempet mangsa nya" batin eca sambil tersenyum senang.
"yaela.. santai aja kaleee" kata eca.
...
__ADS_1
di saat matahari ingin kembali terbenam, eca juga teman seangkatan nya melakukan sebuah tantangan yang diberikan oleh guru nya. mereka semua di beri tantangan untuk mencari bendera dengan melewati berbagai rintangan.
kelompok yang menemukan bendera terbanyak, akan mendapatkan hadiah dan juga penghargaan atas kelompok terbaik.
eca yang sudah menati hal ini dari lama pun senang tidak karuan. sama hal nya dengan anggota kelompoknya yang sangat bersemangat akan hal ini
"baik anak anak... semua nya harus berdiri di belakang garis... pada hitungan ke tiga, kalian bisa memulai tantangan ini.. kalian mengerti?" tanya pak bambang.
"iya pa"
"baik lah... hitungan di mulai... satu.. dua.. tiga.. prittt"
semua kelompok pun berlari dengan cara berpencar. mereka memasuki semak semak untuk mencari bendera yang di maksud itu. sama hal nya dengan kelompok eca yang sudah menyiapkan stategi dari awal.
olive bertugas untuk mencari bendera di ranting pepohonan. karena dia lah yang paling tinggi dari yang lainnya. sedangkan eca, bertugas untuk memata matai dan merebut bendera yang akan di ambil oleh musuh, karena dia sangat lah lincah. berbeda dengan cessa yang bertugas untuk mengartikan simbol simbol bersamaan dengan nadhira. dan natasya bertugas untuk mengecohkan lawan nya.
setelah beberapa lama kemudian, kelompok eca sudah berhasil mendapatkan 12 bendera dari 20 bendera yang ada. itu berati, kelompok eca sudah mengumpuli bendera terbanyak.
"huft.. ga sia sia usaha kita" kata eca sambil mengelap keringat nya
"prittttt"
"eh eh.. udah di priwitin tuh" kata olive.
"iya iya.. ayo balik" ajak eca.
mereka pun segera balik dan berkumpul di tempat semula. eca dapat melihat raut wajah mereka semua. ada yang merasa bangga, ada yang sedih. eca pun hanya tersenyum saat melihat itu. apa lagi, ketika barisan kelompok nya berhadap hadapan dengan barisan yag di ketuai oleh leon.
eca pun meletakan bendera yang mereka dapatkan di depan nya. dan saat itu juga, pak bandi memunguti bendera bendera itu. ketika semua bendera sudah terkumpul, pa bandi langsung mengumumkan siapa pemenang nya saat itu juga.
"untuk kelompok mas mas alias laki laki... di menangkan oleh kelompok... jeng jeng" kata pak bandi.
"kelompokk elanggg... silahkan ketua kelompok untuk mengambil hadiah beserta penghargaan" tambah pa bandi.
prok prokk prokk
"selamaaat yaa"
"selamaat"
eca pun melihat leon maju ke depan lalu mengambil hadiah dan penghargaan itu. eca juga melihat raut wajah murid murid yang kecewa. terutama nicholas yang kesal dengan kekalahannya itu.
"hahahha" batin eca menertawakan nicholas.
"untuk kelompok ladiess.. alias perempuan dimenangkan oleh... kelompok.... mawaaaar" teriak pa bandi.
"loh? bukannya seharus nya kita ya yang menang?" tanya olive dengan kebingungan.
"iya.. jelas jelas kita ngumpulin 12 bendera. berarti seharusnya ada 8 bendera lagi. tapi kok, kita kalah ya?" kata eca.
"wah ca, ini mah ada pemalsuan.." kata cessa.
"iya ini mah ada yang curang" tambah nadhira.
__ADS_1
eca yang mendengar itu pun menjadi kesal sendiri. ia melihat ririn yang maju dengan bangga nya sambil tersenyum miring. "ririn, ririn, lo malah bikin malu diri lo sendiri rinn" batin eca.
"tunggu pak" teriak eca sambil maju ke depan. semua nya pun kebingungan saat melihat eca.
"ada apa ini?" tanya pak bandi.
"pak, kelompok saya kan udah ngumpulin 12 bendera, kok saya kalah si pak?" tanya eca.
"yaiya lah, kan kelompok ririn udah ngumpulin 13 bendera" kata pak bandi. ririn yang awalnya panik pun langsung tersenyum dengan tengil.
"alah, kalo kalah mah terima aja kali" kompor ririn. murid murid pun langsung pada ramai seperti pasar malam.
"tunggu pa, kan total bendera nya 20 pak. masa iya saya 12 dia 13.. ada yang curang nih berartii" ucap eca sambil mengeraskan suara nya.
"lah iya juga ya"
"ririn yang curang itu"
"huuuuu"
"engga pak! dia yang curang!" teriak ririn sambil bergetar.
"loh, kok jadi gue yang curang. bapak udah liat bendera nya belom pak? di masing masing bendera ada logo sekolah kita nya loh paa" kata eca sambil tersenyum miring.
"iya, ada benar nya juga. kamu vinto. coba periksa lagi" perintah pa bandi sambil menunjuk vinto. vinto pun mengangguk lalu mengecek bendera itu satu per satu
"bendera yang di kumpulkan oleh kelompok mawar semua nya tidak memiliki logo sekolah pak. sedangkan kelompok dahlia memiliki logo sekolah" kata vinto.
"jadi, pemenang sesungguhnya adalah kelompok dahlia ya" kata pa bandi.
"baik lah, maafkan saya atas kejadian ini. untuk pemenang kali ini di menangkan oleh kelompok dahliaa" tambah pak bandi. eca pun tersenyum senang lalu mengambil hadiah serta penghargaan itu sambil melirik ririn yang malu nya tidak karuan.
"untuk kamu ririn. bapa hukum kamu! vinto bawa dia dan beri dia hukuman" perintah ba bandi.
"huuuu" ledek murid murid.
"huuu licikk huuu"
"curang curang"
setelah itu, eca melirik barisan anggota kelompok nya yang sedang memasang wajah bahagia nya kemudian ia melirik leon sambil tersenyum. begitu juga dengan leon yang melihat nya sambil tersenyum dengan bangga.
DOR DOR
"DIAM DI TEMPAT ATAU KALIAN SEMUA SAYA TEMBAK"
__ADS_1