
setelah beristirahat kurang lebih 15 menit, eca dan kelompok nya mulai membangun tenda di tempat yang eca tunjuk tadi. di saat kelompok lain masih beristirahat, kelompok eca sudah berkoar koar. alias sudah sangat bersemangat untuk membangun tenda.
kelompok yang beranggotakan olive, cessa, nazhifah, nadhira, dan natasya itu, sangatlah disiplin juga pantang menyerah. kelompok yang diketuai oleh eca juga beranggotakan cewe cewe yang mandiri juga cantik cantik. tak heran, jika banyak yang terpesona dengan mereka.
dan juga, banyak orang yang iri dengan kelompok yang di ketuai oleh eca itu. di tambah lagi mereka semua terheran heran dengan kehadiran natasya di kelompok itu. perempuan pendiam tapi hobi nya masuk ruang BK karena ulah nya itu.
tapi, eca tidak memperdulikan semua itu. bagi nya, natasya adalah sesorang perempuan yang mandiri. bahkan, ia juga merasa kasihan dengan nya. selalu di bully oleh seluruh sekolah. eca merasa, ada sesuatu yang membuat nya menjadi seperti itu. ada sesuatu yang membuat nya menjadi pendiam, dan juga suka melayangkan tangannya kepada orang yang mengganggu ketenangan nya.
eca tersenyum saat melihat natasya yang sedang membantu nya untuk mendirikan tenda.
"gue gak salah milih orang kali ini" batin eca sambil melirik perempuan berambut pendek itu.
"ca... ca... bantuin ca... gc sini" teriak olive.
"iya iya sabar... mana? gue harus bantuin apaan?" tanya eca sambil menghampiri olive.
"itu paku nya mau copot. lo pukulin itu paku nya biar tambah kenceng" kata olive sambil menunjuk arah yang ia maksud. eca pun menengok dan menghampiri paku yang tidak tertancap dengan baik.
"pukulin pake tangan gitu?" tanya eca.
"pake palu dodol" jawab olive sambil menahan tiang tenda yang hampiri roboh.
eca pun mengambil palu lalu memukul paku itu sehingga tertancap dengan baik. "udahhh" teriak eca sambil berdiri.
"yeyyyyy!!! udah jadiiiiii woyyyy!!! sini tosan" teriak olive.
"yeyyy" teriak cessa sambil bertepuk tangan dengan olive.
eca pun menghampiri mereka berempat lalu memeluk mereka dengan senang.
"akhirnyaaa... eh sini kia foto dulu" ajak eca sambil mengeluarkan ponsel nya. cessa, olive, dan nadhira pun segera mendekat ke arah eca dan memasang pose andalannya.
"natasya, sini dong ikut foto" ajak eca.
"ga usah" jawab natasya.
"yeuh,,, ini kan hasil kerja keras kita,, ayo kita foto... cissss" kata eca sambil menarik tangan natasya untuk mendekat. alhasil, natasya pun ikut masuk ke dalam foto itu.
"wah wah... emang ya... kalian itu paling mantep..." kata bu endang yang menghampiri mereka sambil memberikan kedua jempol nya.
"hehe, makasi bu.." ucap eca yang langsung kalem di hadapan bu endang.
"iya dong bu! kita gituloh" ceplos olive.
"mantap kalian semua" puji bu endang.
"ayo anak anak yang lain... kalian harus mencontoh kelompok eca.." teriak bu endang.
__ADS_1
"iye bu" balas firman.
"dia lagi dia lagi" kata ririn sambil menatap eca dengan kesal.
"ayo semuanya, waktu istirahat kalian sudah abis. kalian harus bangun tenda kalian sekarang juga" perintah bu endang.
"iya buu"
...
saat hari sudah menujukan pukul 5 sore, eca bertugas untuk mengambil air dari sumur yang jarak nya lumayan jauh dari tenda nya. eca menenteng dua ember bersamaan dengan kelompok lain yang bertugas untuk mengambil air.
"sialan banget! padahal ada keran air. tapi harus ngambil lagi di sumur" dumel eca kesal.
setelah eca sampai di sumur itu, eca dapat melihat leon yang sedang membantu anak lain untuk mengambil air. jujur saja, eca membatu saat melihat leon di sana. entah mengapa, eca merasa damai saat melihat leon. tapi, tubuh nya tiba tiba saja bergetar saat melihat nicholas yang sedang menggombali almira, ketua kelas sebelah.
"huft.. dia emang playboy ya..." batin eca sambil berjalan mendekati leon.
"mau gua bantu?" tanya leon dengan dingin.
"gak usah, gue bisa sendiri" jawab eca sambil meletakan ember itu di bawah nya.
"sini gua aja" kata leon saat melihat eca yang kesulitan saat mengambil air dari dalam sumur itu.
"oh.. em.. makasih ya" ucap eca yang langsung merona. leon pun mengangguk dengan pelan.
nicholas yang melihat kedekatan eca dengan leon pun langsung berapi api.
"yaila nih curut" batin eca kesal. sama hal nya dengan leon yang langsung merubah mimik wajah nya.
"makasih ya leoon. yaampun lo baik banget deh. abis selesai dari acara ini, kita jalan yuk" kata eca dengan tersenyum.
"gua bawain ke tenda lo" ucap leon.
"ahhh, makasih yaa leeon.lo baik banget parah. gue yakin, pasti yang pacaran sama lo beruntung banget. gue iri deh" kata eca yang seolah olah mengabaikan nicholas.
"bisa aja" kata leon yang paham dengan apa yang eca sedang mainkan.
"ayo sini, gue tunjukin tenda gue dimana" ajak eca sambil berjalan berdampingan dengan leon.
"ANJJJINGG!!!" teriak nicholas dengan kesal.
sedangkan eca dan leon hanya menulikan pendengaran nya itu lalu sibuk berbincang satu sama lain.
...
pada malam hari nya, mereka semua harus masuk ke dalam tenda setelah melakukan upacara api ungun. berbeda dengan eca yang sedang duduk sambil menghadap danau yang memantulkan bintang dan juga bulan.
__ADS_1
entah mengapa, eca merasa sangat damai di sana. eca juga bisa berfikir dengan jernih di tempat itu. jujur saja, eca merasa bersalah dengan leon. eca juga bingung dengan nicholas.
"apa gue seharusnya nerima leon aja ya? tapi, nanti nicholas gimana?" batin eca sambil melempat batu ke dalam air.
"yeuh, nicholas nya juga playboy. dia mana pernah mikirin perasaan gue. dia manis di awal doang" tambah nya.
"tapi, kalo gue nerima leon, ntar dikira PHO lagi. dia kan udah punya tunangan" kata eca.
"gue sebenernya suka nya sama siapa sih?!" teriak eca dengan frustasi.
"jadi lo udah tau kalo gua udah punya tunangan?" tanya leon.
eca pun segera menengok. tapi, ia tidak dapat melihat keberadaannya.
"kok gue denger suara leon ya?" batin eca.
HAP
leon turun dari pohon dan langsung duduk di samping eca yang sedang menganga.
"lo.. lo... lo kok bisa turun dari sana?" tanya eca panik.
"emang kenapa?" tanya leon dengan lembut.
"eng.. engga" jawab eca.
"lo ngapain di sini?" tambahnya.
"lo sendiri?" tanya leon balik.
"em... tau dah ah" jawab eca sambil membuang muka nya.
"lo tau dari mana kalo gua punya tunangan?" tanya leon.
"waktu itu gak sengaja denger" jawab eca.
"jadi, itu alasannya kenapa lo nolak gua waktu itu?" tanya leon. eca pun mengangguk dengan ragu.
"berarti kalo gua gak punya tunangan, lo bakal nerima?" tanya leon kembali.
"em.. gatau deh" jawab eca dengan pasrah.
"gue lagi pusing" tambah eca sambil menyenderkan kepalanya di pundak leon. sedangakan leon hanya tersenyum dengan tipis.
"kalo gue ketiduran, bangunin gue ya" pinta eca.
"hm" jawab leon sambil menahan senyum nya.
__ADS_1
...
like, dan komen. oh iya guys, gabung ke grub chat aku yaa... TYSM