Berandalan Sekolah (KIM SJ BTS)

Berandalan Sekolah (KIM SJ BTS)
Episode 52


__ADS_3

"gue salah gak sih ngomong gitu ke dia. tapi kan dia khianatin sahabat nya sendiri" batin eca.


"eh, tunggu. trus apa beda nya sama nicholas. dia kan juga khianatin kepercayaan gue. ngapain gue harus cape cape nyari dia" tambah nya lagi.


"udah lah, cari aja dulu. lagian dia kan masih jadi pacar gue. trus dia kan anak dari pemilik sekolah ini. ntar bisa jadi masalah"


setelah melewati perdebatan dengan diri nya sendiri. akhirnya, eca pun berlari menuju tenda nya dengan berharap, natasya masih membuka mata nya. dan ternyata, harapannya itu di kabulkan.


"huftt... gue kira lo udah tidur.. syukurlah ternyata belom" kata eca sambil ngos ngosan.


"kenapa?" tanya natasya sambil mendekati eca.


"gue minta bantuan lo. lo mau bantuin gue kan?!" ucap eca sambil mengguncang pundaknya. natasya menepis tangan eca dari pundaknya karena ia merasa risih.


"bantuin apa?" tanya natasya sambil menatap eca dengan datar. eca menelan ludah nya secara kasar saat melihat tatapan yang di berikan natasya.


"fix, dia sebelas dua belas sama leon" batin eca sambil menggelengkan kepalanya.


"nicholas, ngilang. bantu gue cariin dia ya" pinta eca dengan terbata bata.


"cih, gue udah tau tujuan mereka dari awal. ternyata..." kata natasya sambil membuang wajah nya.


"gue gak mau bantu lo. sekian." tambah natasya sambil masuk kembali ke dalam tenda, menjauhi eca.


eca hanya bisa memandangi punggung natasya dari belakang. ia membuang nafas nya secara kasar lalu membalik tubuh nya sambil meletakan kedua tangannya di pinggang nya.


"oh iya, kenapa gak kepikiran dari tadi ecaa" ucap eca sambil memukul kepalanya sendiri.


eca berlari menuju tenda guru dengan langkah lebar nya. senyum nya mengembang saat melihat bu marojah serta guru guru yang lainnya masih berada di depan tenda.


ia pun menghampiri guru guru itu dengan nafas nya yang terburu buru.


"ibu, pak. gawat. nicholas hilang. kita harus cari mereka sekarang juga" teriak eca. namun, harapan eca ketika melihat reaksi guru guru itu pun hilang.


"pak? bu?" panggil eca saat dirinya di kacangi.


"aduh ecaa... kami juga cape. kami sudah tua ca.." kata pa bandi.


"lagian kita sudah telfon polisi kok nak.." sahut bu endang.


"maksudnya? kita bakal ngebiarin nicholas di bawa sama orang orang itu sampe polisi dateng?!!" tanya eca tidak percaya. eca menyapu wajahnya dengan telapak tangannya itu dengan kasar.


"kalian gila ya?!! kalo kita nunggu polisi dateng, yang ada nyawa nicholas ilang duluan. kalian nunggu polisi dateng, nyampe nya besok woyy!!! sadar!!! ini taruhan nya nyawa orang loh!!" teriak eca di depan muka guru guru itu.


"kalian tau kan, kantor polisi itu ada di kota. sedangkan kita ada di dalem hutan. WTF"


"kamu! berani nya berteriak di depan guru!" marah pa bagus.


"iya napa? saya emang berani. trus, mau apa kalian? marah?" kata eca sambil menantang.


"kamu tidak ada sopan santun!!" omel pa bagus.


"oh, itu gak jadi masalah pak. yang jadi masalah itu guru guru yang tidak bertanggung jawab. mentingin nyawa masing masing. janji apa yang kalian ucapin pas kalian ngelamar kerja jadi guru hah?!!" maki eca dengan kesal.

__ADS_1


"saya berjanji akan bertanggung jawab. saya berjanji akan melindungi murid murid halah bacot!" teriak eca.


"yang satu suka makan duit hasil sogokan lah. yang satu lagi suka ngelecehin murid murid lah. kecewa saya sama guru guru di sini."


"kalau kalian gak mau bantu cari nicholas. biar saya sendiri yang cari nicholas." kata eca sambil menatap setiap pasang mata guru guru itu dengan muak.


"saya permisi" tambah nya sambil membalik tubuh nya.


...


setelah eca mengambil peralatan yang ia butuhkan, eca langsung berjalan membelah hutan di gelap nya malam. bermodalkan senter, eca berani untuk mencari nicholas seorang diri. ia berjalan mengikuti jejak ban mobil yang ada di hutan itu.


sudah hampir dua jam lamanya eca mencari nicholas, tapi ia tidak kunjung menemukannya.


"sialan, lo dimana si nic.. gue udah pegel nih" kata eca.


"NICHOLASSSS.. WOYYY.. LO DIMANA SIA" teriak eca dengan kesal.


krukk krukk krukk


"anjirr lah. tu burung ngagetin gua aja dah" protes eca saat mendengar suara burung hantu dari atas pohon.


"NICCCCHOOOLAASSS..." teriak eca kembali.


"ec... ecaa.. uhuk.. tolo.. tolong"


"nicholas?? nicc?? lo di manaaa??" teriak eca.


"gua.. di sini.. uhuk.. ca" kata nicholas dengan terbata bata.


"di.. bawah sini.. ca.. ecaa.. di.. uhuk" ucap nicholas. eca pun segera mengarahkan senter nya menuju jurang. dengan langkah yang pendek nya, ia mendekati jurang itu lalu menengok ke bawah.


"ASTAGAA" teriak eca yang terkejut dengan keadaan nicholas saat ini.


"nic.. sebentar yaa.. lo tunggu.. lo tahan yaa.." kata eca sambil mencari ranting pohon yang kuat.


"ah ini dia" kata eca sambil mengambil ranting pohon itu lalu menyeret nya menuju jurang.


"nic??" panggil eca.


"ap.. apaa" jawab nicholas dengan lemah.


"tahan. lo harus kuat ya. inget, lo cowo bukan banci. nih, lo ambil ini, nanti gue tarik ke atas. ngerti kan??" teriak eca sambil melemparkan ranting pohon itu.


"cepet tarik ca, gua udah lemes" kata nicholas sambil berpegangan pada ranting itu.


"iya.. itungan ke tiga gue tarik.. satu.. dua .. tigaaaaa"  ucap eca sambil menarik kembali ranting itu dengan sekuat tenaga.


"aaaaaah.. beee raaaat baaa ngggg eeeeet.. hufttt ha hufttt" teriak nya.


setelah eca berhasil menarik ranting itu kembali ke atas, eca langsung mendekati nicholas yang sedang terbaring lemah di atas tanah.kemudian, ia meletakan kepala nicholas di paha nya.


"nicchh... nichh.. lo gak papa kan?" tanya eca sambil menepuk pipi nicholas secara berulang kali.

__ADS_1


"ini kedua kali nya lo nyelamatin hidup gua ca.." kata nicholas sambil tersenyum dengan menatap eca.


"iya, gue tau. makanya lo jangan nyia nyiain tenaga gue. lo harus tetep hidup ya nicchh" pinta eca dengan mata yang berkaca kaca. sedangkan nicholas hanya tersenyum sambil memandangi wajah eca.


nicholas menyentuh pipi eca yang kotor dengan tanah itu dengan lemah.


"maaf ya ca. kalo gue bikin lo khawatir" ucap nicholas.


"dia emang dari lahir pede nya tingkat dewa.. hikss.. hikss" batin eca sambil meneteskan air matanya.


"jangan nangis dong" kata nicholas sambil menghapus air mata yang membasahi pipi eca.


"lo lagi keadaan bonyok aja, masih aja bisa kek gini" kata eca sambil menahan isakannya saat melihat tubuh nicholas yang di penuhi oleh luka.


"huftt.. lo tau gak ca?" tanya nicholas. eca pun menggeleng.


"gua punya temen cewe. dia itu ngeselin, dan juga paling berani sama gua. trus dia sekarang jadi pacar gue karena hukuman. gua cinta banget sama itu cewe. tapi, cewe itu gak tau seberapa besar cinta gua ke dia. saking cinta nya gua sama cewe itu, gua rela, ngasih apapun itu ke dia." ucap nicholas.


"sampe suatu hari, tanpa sepengetahuan gua, ternyata sahabat gua ternyata suka sama cewe itu. gua pun cemburu karena semakin lama, sahabat gua makin deket sama cewe itu. sampe akhirnya, gua memutuskan untuk bekerjasama dengan ade nya sekaligus sahabat cewe itu, biar dia jadi selingkuhan gua. tapi sayangnya, ade nya itu malah beneran suka sama gua. dan sekarang dia jadi musuhan sama cewe gua" tambah nicholas sambil menatap eca.


"gua kira dengan cara itu, sahabat gua bakal ngelarang ade nya untuk jadi selingkuhan gua. ternyata engga. dia justru, manfaatin keadaan ini untuk jatuhin gua dan juga ngerebut itu cewe dari gua." kata nicholas dengan lemah.


"lo tau orang itu siapa?" tanya nicholas. eca pun mengangguk sambil meneteskan air mata nya.


"maaf nic.. hiks.. gue gak tau.. gue udah salah sangka sama lo.. lagian, lo kenapa gak bilang dari awal nic.. hiks" kata eca.


"gua bodoh ca. gua emang bodoh" kata nicholas.


"iya lo bodoh. tolo* lagi.. hikss" ceplos eca. sedangkan nicholas hanya tersenyum miring saat mendengar nya.


"awwww" teriak nicholas sambil memegangi perut nya.


"ah? kenapa? mana yang sakit?" tanya eca dengan panik.


"ya ampunnn...luka yang lama belom sembuh, udah ada luka yang baru pula.." kata eca saat membuka baju nicholas.


"kok lo bisa selamet sih?!" tanya eca sambil mengambil kotak obat dari tas nya.


"hah?" tanya nicholas bingung.


"maksudnya, kok bisa lolos dari mereka?" tanya eca.


"gua kan kuat ca." jawab nicholas.


"gaya lo" teriak eca dengan kesal.


"yaudah.. obatin dong. cepet" perintah nicholas tanpa tau malu.


"yeuh curut.. baik baik dong minta nya" kata eca sambil menghapus air mata nya.


"obatin dong sayaang. nanti aku mati duluan kalo kamu gak ngobatin aku. darah aku kemana mana nih" kata nicholas dengan lembut. sedangkan eca hanya bisa teersenyum malu.


"iya.. iyaa" kata eca.

__ADS_1


...


 lanjut atau di tamatin aja nih?


__ADS_2