Berandalan Sekolah (KIM SJ BTS)

Berandalan Sekolah (KIM SJ BTS)
episode 29


__ADS_3

"gimana? dia masih gak mau buka mulut?" tanya nicholas.


leon menggeleng. "gak sama sekali, udah di ancem dia nya tetep gak mau buka mulut" jelas leon.


"kayaknya, atasannya dia lebih kuat dari lo" sela jefri.


"kocak lu! jelas jelas nicholas itu lebih kuat dari siapapun" kata julio.


"lah inget bos, diatas langit, masih ada langit" kata jefri.


"bacott!" bentak leon sambil menatap mereka berdua dengan tajam. seketika jefri dan julio pun terdiam.


"gue sih curiga nya sama jonathan" kata julio.


"iya ya.. dia kan baru pulang dari amrik. tapi dia nge rahasiain itu" tambah jefri.


"emang apa?" tanya fathir.


"hooh"


"kulitin dia sekarang" perintah nicholas setelah lama berfikir.


"ha? serius?" tanya jefri. leon yang mendengar pertanyaan jefri pun langsung menatap nya tajam.


leon yang mempunyai gangguan pun tersenyum senang saat mendengarnya. ya begitu lah, maklum leon kan psikopat, jadi dia suka dengan hal yang berbau darah.


"oke" kata leon sambil tersenyum tipis ke arah nicholas. nicholas pun mengangguk.


"jangan sampe kebablasan! inget jangan bunuh dia! kita butuh dia buat buka mulut" kata nicholas. leon pun mengangguk tipis.


"eh nic.. gimana hubungan lo sama eca? lancar?" tanya jefri polos. julio pun menyenggol lengan jefri dengan kasar.


nicholas pun tersenyum saat mendengar pertanyaan dari jefri. berbeda dengan leon yang kembali berwajah datar. mood nya tiba tiba saja anjlok.


"lancar, gue udah jadian sama dia" kata nicholas.


"wih.. mantap" kata jefri.


"iyalah, cewe mana si yang gak bisa di taklukin sama nicholas" kata julio.

__ADS_1


"HAHAHAHHHA IYE JUGA YA"


...


malam itu, eca sedang berjalan di jembatan seorang diri. di temani dengan angin malam yang meniup helaian demi helaian rambut nya.


tempat ini, tempat dimana dirinya rela kehilangan sahabat kecil nya. disini lah perpisahan mereka.


"huftt..."


eca meniup kedua telapak tangannya. udara malam disini cukup dingin. tapi entah mengapa, eca sangat menyukai tempat ini.


disebrang sana, eca dapat melihat lampu lampu kota. sedangkan diatas jembatan besar ini, eca dapat melihat bintang bintang yang bertaburan di langit.


eca melirik jam tangannya sekilas. "udah jam 11.47" gumamnya.


"biarin lah, besok libur ini" ucap nya lagi.


awalnya eca hanya sekedar pergi ke supermarket, namun tiba tiba ia ingin pergi ke jembatan ini.


eca menutup matanya rapat. ia sangat menikmati hembusan angin malam hari ini.


ia kembali mengingat kenangan lamanya dengan sahabat kecilnya itu.


"coco, cobain deh kue buatan mama aku" ucap eca kecil.


ia mengangguk lalu mengambil sepotong kue di atas piring itu.


"enak kan" kata eca.


"ya" ucap coco.


eca tersenyum lebar saat mendengar jawaban singkat dari coco. eca sangat ingin melelehkan sifat dingin coco. ia ingin menjadikan coco sebagai lelaki yang hangat.


eca sangat yakin, bahwa coco pasti akan berubah karena nya.


...


brum brummm

__ADS_1


pikirannya langsung buyar saat eca mendengar suara gerumbulan motor yang datang dari arah berlawanan.


eca pun menengok, lalu mundur beberapa langkah. eca terkejut saat melihat sekelompok orang itu berhenti di depannya.


"apa itu nicholas ya?" batinnya.


eca pun tersenyum senang lalu menghampiri salah satu motor yang ada di barisan paling depan.


"hi nic" sapa eca.


"naik" perintah nya.


eca pun tak mau ambil pusing. eca segera naik kebelakang nya dengan bantuan pundak nya.


lalu, eca memeluk pinggangnya dengan erat.


"udah" kata eca.


"lumayan kan, irit ongkos, gausah ngeluarin duit hihi" batin eca tersenyum senang.


eca mulai terbiasa saat menaiki motor yang kecepatannya di atas rata rata. itu semua berkat leon.


"coba aja kalo leon gak boncengin gue di kecepataan di atas rata rata waktu itu, pasti sekarang gue pingsan ini" batin eca.


"nic.. kok lo tau gue ada di situ?" tanya eca.


"hm"


mendengar jawaban itu, eca langsung badmood. ia memilih diam seribu bahasa selama di perjalanan.


"kita mau kemana sih?" tanya eca saat melihat nicholas membawa nya ke tempat yang ia sendiri belum pernah liat.


"liat aja nanti" jawabnya.


eca pun mengangguk. sedetik kemudian, eca menyadari perubahan suara nicholas.


"kok, beda ya suara nya" batin eca.


"dia kan abis sakit, mungkin resiko nya begitu" batinnya lagi.

__ADS_1


...


sorry ya pendek


__ADS_2