Berandalan Sekolah (KIM SJ BTS)

Berandalan Sekolah (KIM SJ BTS)
Episode 51


__ADS_3

eca membalikan badannya saat mendengar suara peluru yang di lepaskan. mata nya membulat dengan sempurna saat ia melihat sekelompok orang yang memakai pakaian serba hitam dengan topeng yang menutupi wajah nya.


eca juga melihat reaksi murid murid yang lainnya yang berteriak dan berlarian ke sana ke mari. sama dengan guru guru yang lebih mementingkan nyawa nya masing masing ketimbang nyawa murid murid nya. kepala nya pun pusing saat melihat murid murid yang berteriak dan mendorong dorong tubuh nya.


ia kembali membalikan badan nya dan tidak mendapati kehadiran leon di tempat nya. kemudian, ia melirik ke arah barisan kelompok nya. eca pun segera berlari menuju barisan kelompok nya.


"lo semua, tenang. jangan teriak. lo ngumpet di... di.. " ucap eca dengan gemetar. ia mencari cari tempat yang aman untuk bersembunyi.


"di balik pohon itu" tambah eca sambil menunjuk tempat yang ia maksud. ke empat anggota nya pun mengangguk lalu berlari menuju pohon itu.


sedangkan, eca hanya mematung di tempat nya. natasya yang menyadari hal itu pun, berlari kembali mendekati eca.


"lo ngapain kesini. sana nat... sanaa" teriak eca.


"lo sendiri gimana hah?" tanya natasya.


"gue.. gue.. gue harus bantuin murid murid yang lain" jawab eca dengan bergetar.


"gue tau lo mantan anggota xavier. lo gak bisa lawan mereka sendirian. gue bakal bantu lo" kata natasya. eca pun terkejut dengan ucapan natasya.


"kok dia bisa tau?" batin eca kebingungan.


"sebenernya lo siapa?" tanya eca dengan tegas.


"itu gak penting sekarang. gue bakal jauhin murid murid dari kelompok itu" kata natasya. eca menatap natasya lalu mengangguk.


"AAAAHHH.. LEPASIN GUE... LEPASINNN...."


"TOLONGG.. TOLONG SAYAA"


"LEPASINN... LEPASINN.."


eca dan natasya sama sama menengok ke arah suara itu. eca terkejut saat melihat lima orang teman dan guru nya di tahan sebagai sandera. yang lebih terkejut nya lagi adalah, salah satu dari ke lima temannya yang menjadi sandera yaitu ririn.


"sialan" kata eca.


"BERHENTI DI TEMPAT, ATAU KALIAN SEMUA SAYA TEMBAK" teriak salah satu dari sekelompok yang sedang menyandera teman temannya.


seketika murid murid yang berlarian itu langsung mamatung di tempat. di tambah lagi, sekelompok orang itu menjaga di seluruh sisi. sehingga, tidak ada yang bisa kabur dari tempat itu.


"ca, kita harus keluar dari tempat ini" kata natasya.


"kita di kepung. kita gak bisa kemana mana lagi. lo liat, mereka ada di mana mana" ucap eca.


"AHHHH LEPASIN GUA BANGSTT!!"


"*** LU. LEPASIN ATAU GUA TENTANG BURUNG LO"


"TOLONGIN GUEEE.. ECA..."


eca memengok kembali ke arah suara itu berasal. perasaan nya pun sudah tidak enak. benar saja, anggota kelompok nya itu di tangkap dan di seret tanpa mau peduli siapa orang yang sedang mereka bawa. tubuh eca langsung gemetar dengan hebat.


eca pun meneteskan air mata nya. ia berusaha untuk membantu teman temannya itu. namun natasya menahan nya. dengan alasan, kita tidak bisa melakukan apa pun untuk membantu nya. karena, jumblah mereka sangat banyak. itu sama saja dengan bunuh diri.


"gue gak bisa kemana mana lagi. dan satu satu nya cara, gue harus minta bantuan ke nicholas atau gak leon. tapi mereka dimana" batin eca sambil mencari cari keberadaan nya.


"hiks.. nat.. kita harus telefon polisi" kata eca.


"ca, inget ga. kita kan gak boleh bawa hp. dan lo sendiri yang larang itu. kalo lo nekat mau ambil hp lo di tenda, lo bakal di tangkep kaya mereka" jelas natasya.


"trus sekarang kita harus gimana.. hiks.." ucap eca sambil menahan isakannya.


"kita cuma bisa pasrah, sampe mereka ngelakuin tujuannya dari awal" kata natasya.


"sialan.. sialan.. ayo dong otak berfikir.. pasti ada jalan keluar nya" maki eca sambil memukuli kepalanya sendiri.

__ADS_1


"ca, lo jaga diri lo baik baik ya.." kata natasya secara tiba tiba.


"lo kenapa sih?" tanya eca dengan gemetar.


"ini giliran kita" jawab natasya dengan gemetar. eca pun mengikuti arah mata natasya, dia sedang melihat kedua orang yang cepat atau lambat akan menangkap dirinya lalu mengikat tangannya juga dengan kain hitam yang menutupi mata nya sama seperti yang lain.


eca pun tidak ingin dirinya di tangkap lalu di seret seperti yang lainnya. eca ingin berlari sekeras keras mungkin. tapi sayangnya, ia terlambat.


...


"kan udah gua bilang. lo jangan nyentuh eca sama adek gua. lo gimana sih?!!"


"gua nangkep temen nya. bukan dia"


"trus sekarang gimana hah?!!"


"yaela, yang penting nicholas udah ketangkep ama gua"


"anjin* lah. trus sekarang lo mau ngapain?"


"balik lah. emang lu kira gua mau arisan di sini?"


"udah? gitu doang? cuma numpang nangkep nicholas? trus balik lagi?"


"iya. mang ngapa?"


"trus sekarang gimana anj?"


"lah itu mah urusan lo. kan gua udah bilang dari awal. lo mau dapetin eca kan? udah sana makanya. lo sok sokan aja jadi superhero. gua cabut duluan dah. gua ga sabar mau liat muka dia"


"***"


...


kini eca juga yang lainnya telah di kumpulkan. mereka semua di ikat dengan keras. mata nya pun di tutupi dengan kain. bahkan, eca pun tidak tau siapa yang ada di sekitar nya. mereka semua di larang untuk berbicara satu sama lain.


"eca" panggil leon.


"leon? itu lo?" tanya eca.


"iya ini gua." jawab leon sambil melepaskan tali yang mengikat tangan eca.


"leon, gimana yang lainnya? mereka semua udah pergi kan?" tanya eca dengan panik.


"ada yang di bawa gak sama mereka? semua nya aman kan?" tanya eca kembali.


"iya semua nya aman" jawab leon.


ketika tali di tangannya sudah lepas, eca langsung melepaskan kain yang menutupi matanya. sedangkann, leon membantu melepas ikatan tali di kaki nya.


hal yang bertama kali ia lihat adalah, teman teman serta guru nya di sebrang nya. eca pun juga kebingungan. mengapa barisan nya dengan barisan teman temannya berbeda. di tambah lagi, hanya eca seorang diri di situ.


tapi, saat itu eca tidak mau ambil pusing, eca langsung berlari menuju teman teman nya.


"kalian semua, udah boleh ngomong lagi, mereka semua udah pergi. kalian bantu satu sama lain ya." kata eca sambil membuka ikatan tali pada temannya. sama juga dengan leon yang ikut membantu.


suasana yang sepi, kini tergantikan dengan suara yang ramai. mereka semua sangat bersyukur karena masih bisa hidup dengan selamat. ada juga yang masih trauma dengan kejadian itu.


eca menyalakan api ungun, untuk menghangatkan badan di bantu dengan leon. ia juga memanaskan air untuk di berikan kepada teman temannya.


"jangan ada yang masuk ke tenda dulu. kalian harus mengabsen terlebih dahulu. mau murid atau pun guru" perintah eca. ia tidak peduli lagi dengan tatapan guru guru yang ingin masuk ke dalam tenda. ia sudah terlanjur kecewa dengan guru guru itu.


"siapa lo ngatur ngatur gua?" protes almira.


"udah bagus lo gua tolongin anj. coba itu guru guru lo pada mau bantuin ato kaga. liat aja mereka tadi pada mentingin nyawa nya sendiri di bandingkan nyawa kalian. bersyukur lo seharusnya masih gua bantuin. bisa aja gua langsung pergi sama leon tanpa bantuin lo pada" bentak eca dengan kesal.

__ADS_1


semua nya pun terdiam saat mendengar ucapan eca. baik guru maupun murid murid sama sama mematung saat mendengar ucapannya.


"untuk seluruh ketua kelas, kalian absenin temen sekelas kalian ya. bikin laporan dengan cepat." perintah eca dengan tegas.


para ketua kelas pun segera melakukan tugas nya itu.


setelah beberapa menit kemudian, para ketua kelas telah selesai melakukan tugas nya. tapi, berbeda dengan almira, ketua kelas sebelah yang kebingungan karena di laporannya kurang satu orang. di saat kelas kelas yang lain sudah masuk ke dalam tenda nya masing masing, kelas amira justru masih berada di luar.


"ca, di kelas gua kurang satu orang ca" kata almira.


"siapa?" tanya eca dengan panik.


"nicholas ca. dia belom masuk di laporan ini" jawab almira.


"padahal udah dua kali gue ngulang" tambah almira.


deg


tubuh eca pun membatu.  ia pun mengingat kejadian tadi, di mana ia sedang di tangkap bersama dengan natasya.


"tato itu... tato tengkorak itu" batin eca sambil mengingat sesuatu. rasanya, ia pernah melihat tato itu sebelumnya. otak nya pun berfikir dengan keras.


"jonathan.. iya tato itu sama persis" batin eca kembali.


"gue yakin, ini pasti ada hubungannya dengan geng veteran sama anvet" tambah nya sambil menyadari sesuatu.


"yaudah, lo boleh balik ke tenda. temen temen lo juga boleh" kata eca sambil pergi begitu saja tanpa menunggu balasan dari almira.


eca mencari dan berjalan mendekati leon dengan gegabah. "gue yakin, leon pasti tau hal ini"


"nicholas mana?" tanya eca to the point.


"nicholas? emang nicholas ga ada?" ucap leon.


"gue tanya sekali lagi. nicholas mana?" tanya eca dengan tegas.


"gua.. gua gak tau ca" jawab leon dengan terbata bata.


"jonathan.. pasti ada hubungan nya kan sama jonathan" kata eca.


"engga ca. gua gak minta dia untuk nangkep nicholas." ceplos leon.


"nangkep nicholas?" tanya eca sambil menyatukan kedua alis nya.


"cih, gue tau sekarang" kata eca saat melihat leon yang tidak bisa berkata kata lagi.


PLAK


"eca!!" teriak ririn dari kejauhan.


"lo ngapain nampar kaka gua?!!" bentak ririn saat sudah berada di dekat leon.


"pikir pake otak goblo*. otak lo di pake. jangan di jadiin pajangan doang" maki eca sambil mendorong kepala ririn menggunakan telunjuk nya.


" adek kaka sama aja.. haha" tambah eca sambil tersenyum miring.


"sama sama penghianat" tambah nya.


"gue bakal cari nicholas sendiri" kata eca sambil memutar tubuh nya.


"ca, plis lo disini aja ca" ucap leon sambil menahan lengannya.


"gue paling jijik sama penghianat" kata eca sambil menepis tangan leon.


....

__ADS_1


hi guyss... sorry ya baru sempet up lagi.. like dan komen nya yuk.


__ADS_2