Berandalan Sekolah (KIM SJ BTS)

Berandalan Sekolah (KIM SJ BTS)
episode 43


__ADS_3

PLAK


"jaga satu orang aja gak becus!" maki nicholas.


"makanya kalo gue suruh di dengerin tolo*" tambah nicholas.


kini leon hanya bisa mematung di tempat. ia benar benar tidak menyangka dengan perlakuan nicholas terhadap dirinya.


leon mengepalkan tangannya. rahang nya pun juga mengeras. namun, ia memilih untuk mengontrol emosi nya.


"sabar.. sabar... belom waktu nya" batin leon.


"bodoh!" umpat nicholas sebelum pada akhirnya ia pergi meninggalkan leon.


"huftt" leon membuang nafas nya secara kasar sambil melihat pundak nicholas yang mulai menjauh.


"tunggu aja lo *****" batin leon dengan kesal.


...


"anak anak, ibu minta kalian mendiskusikan perwakilan lomba untuk acara kita nanti ya... setiap perwakilan lomba hanya boleh 2 orang. kecuali untuk drama. kalian boleh 10 orang yang mewakilkan nya." ucap bu endang.


"baikk bu" jawab murid murid dengan serempak.


"eca, mereka semua udah di bagikan surat bukan?" tanya bu endang.


"udah bu" jawab eca sambil tersenyum.


"cih, penjilat guru" sindir ririn sambil membuang muka nya.


"ngape lu?" batin eca kebingungan.


"baiklah, karena pelajaran ibu udah selesai, kita akhiri sampai sini saya ya. saya pamit.." kata bu endang.


"iyaa buu"


sekepergian bu endang, seketika kelas menjadi gaduh seperti pasar. eca yang melihat itu pun jadi kesal sendiri.


BRUK


"WOY WOY WOY!!! LO BISA PADA DIEM GA?!" teriak eca sambil memukul meja.


dan saat itu juga kelas menjadi hening kembali.


"yaela gak asik banget deh" sindir ririn sambil memutar bola mata nya.


"iya nih huuu" sahut yang lain.


"ga asik!!"


"huuuuuu" tambah yang lainnya. eca pun melirik ririn dengan heran.


"lo kenapa si rin?" batin eca bertanya.


"udah mulai berani ya sama gue!" teriak eca sambil maju ke depan kelas. kemudian, kelas menjadi hening kembali.


"gausah jadi kompor deh lo rin" kata eca dengan sinis.


"emang lo doang yang bisa kaya gitu? gue juga bisa kali" batin eca sambil tersenyum miring.


"oke, jadi kita bakal diskusiin siapa yang akan ikut lomba ini" kata eca.


"gue minta kalian yang jago drama, maju ke depan" perintah eca.


semua murid pun berbisik satu sama lain. tapi, tidak ada yang ingin maju ke depan.


"heyyy??? kalian denger ga?? yang drama nya bagus, yang hidup nya kebanyakan drama, yang ekting nya baguss,,, dipersilahkan untuk maju kedepan" ucap eca.


"lo aja ray"


"engga ah lo aja"


"lo! pokoknya lo"


"dih kok gua?"


"kalian itu ya!!! huftt.. dahlah kalo gitu gue aja yang milih" kata eca.


"nazwa, lo maju kedepan" perintah eca. nazwa pun mengangguk lalu maju ke depan.


"kevin, keysa, cessa, hasbi, nurul, nabila maju ke depan" tambah eca. mereka pun langsung maju ke depan dengan serempak.

__ADS_1


"fifi, ganish, syahrul" tambah eca kembali. fifi dan syahrul pun segera maju ke depan. berbeda dengan ganish yang tetap pada tempat nya.


"kok gua si ca, gua ga bisa" protes ganish.


"yaudah, kalo gitu gue ganti sama zaki" kata eca.


"lah ca, bisa gitu? gue juga ga bisa main drama ca. ganti gue aja ca" kata hasbi.


"iya ca, gue juga ga bisa" sahut kevin.


"gue juga ca" sahut yang lainnya.


"CK, stopp, gak ada protes ya!" kata eca dengan galak.


"yah gak adil!"


"tau nih, huuu"


"KM PILIH KASIH.. HUUU" sahut ririn dengan berteriak.


"diem lo semua" bentak eca sambil melirik ririn dengan sinis.


"ada yang ga bener ini" batin eca sambil menatap ririn yang sedang memasang muka tengil nya.


"dah, untuk lomba drama itu aja." kata eca sambil mengitung jumblah orang yang mengikuti lomba drama.


"selanjutnya untuk lomba melukis, siapa yang bisa melukis?" tanya eca.


"gue" teriak rarasia dengan semangat.


"oke, maju ke depan" perintah eca. rarasia pun maju kedepan dengan gembira.


"selanjutnya? ada lagi yang bisa melukis?" tanya eca.


"engga ada? oke deh kalo gitu gue yang ikut lomba melukis" kata eca saat melihat mereka yang tidak mau mengikuti lomba melukis.


"selanjutnya, kita ada lomba apa lagi?" tanya eca.


"kita ada lomba.. puisi" jawab nunung.


"puisi? emang ada lomba puisi ya?" tanya eca.


"kalo di surat ini mah ada" jawab nunung.


"YESSS!!" teriak mereka berdua dengan berbarengan. eca yang melihat itu semakin melebarkan senyumannya.


"kalian berdua silahkan maju" perintah eca. mereka berdua pun segera maju ke depan dengan kompak.


"udah kan gitu aja?" tanya eca kembali.


"yoiii" jawab nunung.


"yaudah deh, kalo gitu kalian boleh bebas ya... soalnya pa bandi lagi sakit. jadi kita jamkos" jelas eca.


"seriusan?!!" tanya ganish. eca pun mengangguk sambil tersenyum.


"YESSSS" teriak nya.


"tapi inget, jangan berisik yaaa" kata eca mengingatkan.


"ashiaaaap"


...


setelah selesai dari toilet, eca langsung pergi menuju belakang sekolah. eca hanya ingin menciduk murid murid yang bolos pelajaran atau pun merokok. walau sebenarnya, eca hanya bosan di kelas. ditambah dengan ririn yang selalu mencibir nya habis habisan.


"si ririn jadi gila njirtt" batin eca kesal saat mengingat tentang ririn.


eca berjalan melalui kantin belakang dan langsung berjalan kembali menuju belakanv sekolah.


benar saja, setelah sesampai nya di sana, eca melihat sekelompok laki laki yang sedang merokok dengan santai nya.


eca yang melihat itu pun menggelengkan kepalanya. untung saja, ia sudah membawa sapu untuk menjadi senjata nya.


"beuh beuh beuh... enak bener lo pada ngerokok nya" ucap eca sambil menghampiri sekelompok laki laki itu.


"baguss... kalian belom kapok juga ternyata.. mau gue hukum lagi ya??!!" teriak eca.


"ampun ca... sumpah caa.. gua ga bakal ngulangin itu lagi" ucap elang.


"alesan aja lo!" bentak eca.

__ADS_1


"iya ca bener ca.." kata digo yang sudah bergetar ketakutan.


"kalo gue masih ngeliat kalian kaya gini lagi, gue remukin lo semua ya." maki eca.


"iya .. iyaa"


"balik lo semua!" teriak eca.


"iya ca.. ampun ca" ucap mereka sambil meninggalkan belakang sekolah dengan terburu buru.


"huftt.. nyusahin aja itu mereka semua" kata eca sambil menatap mereka yang mulai menjauh.


"duh,, hape gue.. hape gue mana ya?" gumam eca panik.


"kok gak ada?!" tambahnya sambil mengecek saku nya.


"fix inimah... ketinggalan di toilet.." kata eca yang langsung berlari menuju toilet.


"semoga ga di betak.. semoga ga di ambil.. semoga ga di be..." ucap nya dengan penuh berharap.


"tak"


eca harus menghentikan langkah nya saat berpapasan dengan nicholas dan juga ririn yang sedang berbicara satu sama lain.


karena nicholas dan juga ririn tidak menyadari kehadirannya, eca langsung mengumpat di balik tembok untuk menguping pembicaaan mereka berdua.


"mampuss lo, gue bakal denger semua percakapan kalian" batin eca.


"kan udah aku bilang rin, jangan kaya gini kalo kita lagi di sekolah" kata nicholas.


"ha? apaan? gak kedengeran?" batin eca bertanya.


"tapi aku kangen sama kamu nic" ucap ririn.


jlep


hati eca langsung pecah. eca masih tidak percaya dengan apa yang ia dengar barusan.


"iya aku tau, tapi kita harus jaga jarak kalo di sekolah rin" kata nicholas.


"emm.. iya deh" ucap ririn.


"yaudah ya sayang.. aku balik ke kelas dulu ya" kata nicholas.


"mereka... mereka pacaran? mereka... ini gue salah denger kan?!" batin eca bertanya. kini mata eca sudah berkaca kaca.


"ririn? nicholas?" batin eca.


"inget ca, lo ga boleh ngejalanin ini lebih lama lagi. gue ga mau hati gue hancur.. lo harus putusin dia ca.. sekarang juga" tambahnya.


eca keluar dari balik tembok dengan perasaan yang kecewa. eca menampakan dirinya di hadapan kedua orang itu.


"eca?" kata nicholas yang tidak percaya dengan keberadaannya. ia yang tadi nya sedang mengelus rambut ririn harus menghentikan hal itu.


nicholas berjalan mendekati eca dengan tergesa gesa.


"ca.. gue bisa jelasin.. ini gak seperti yang lo liat" kata nicholas sambil menyentuh lengan eca.


eca menepis tangan nicholas lalu menatap mata nicholas dengan tajam.


eca menunduk lalu berkata. "kita.. putus aja" dengan pelan.


"maksud.. maksud lo?" tanya nicholas.


"kita putus" ucap eca sambil kembali menatap matanya.


"gak.. lo ga bisa ca" kata nicholas sambil menyentuh kedua pundak eca.


"lepasin! kita putus! pokoknya kita putus!" teriak eca sambil berusaha melepaskan tangan nicholas dari pundak nya.


"cih, emang lo siapa? emang lo ada hak apa untuk mutusin gue? inget ya, ini hukuman untuk lo. lo gak bisa mutusin gue. sampai kapan pun lo gak berhak mutusin gue. cuma gue yang bisa nentuin kapan kita putus" bentak nicholas.


"lo jahat.. hiks.. lo jahat" kata eca sambil mengeluarkan air matanya.


"gue gak akan pernah berharap bisa ketemu sama lo lagi" tambah eca sambil meninggalkan nicholas dan juga ririn.


nicholas menatap eca yang sedang berlari. kemudian menatap ririn yang tidak merasa bersalah sama sekali.


"liat? semua gara gara lo! dasar murahan" maki nicholas sebelum ia pergi dari tempat itu.


..

__ADS_1


like dan komen ya


__ADS_2