Berandalan Sekolah (KIM SJ BTS)

Berandalan Sekolah (KIM SJ BTS)
Episode 54


__ADS_3

eca menghentikan langkah lebar nya ketika ia berada di jembatan yang sering ia kunjungi. niatnya untuk menjenguk nicholas di rumah sakit, harus musnah dengan seketika.


eca menyapu wajah nya dengan telapak tangannya. air matanya sedari tadi terus saja mengalir dengan deras. nafas nya pun tidak beraturan.


"sialan. arghhh" teriak nya sambil menatap langit. seolah olah, semua adalah salah nya.


"kenapa harus gue yang nerima semua ini. hiks..." tambahnya.


eca mengepalkan tangannya. rahangnya pun mengeras. mata nya tertuju lurus ke arah depannya.


"gue suka sama nicholas. dan seharusnya hubungan kita bisa berjalan mulus. begitu juga leon. dia udah punya tunangan. tapi, kenapa rasanya hati ini gak bisa nerima. gue ga bisa relain dia sama yang lain" batin eca dengan mata yang berkaca kaca.


"tapi gue juga ga bisa ninggalin nicholas demi dia." tambahnya.


"aaahhh. lo mau apasi sebenernya." teriak eca sambil memukul dadanya.


...


eca membuka pagar rumahnya yang menjulang tinggi ke atas. ia berjalan masuk ke dalam rumahnya. hal yang ia pertama kali lihat adalah adik nya serta ibu nya yang berada di teras rumah. hati eca terasa sakit saat melihat adiknya yang sedang bermanja dengan ibu nya.


"gue penasaran gimana rasanya kalo gue jadi dia" batin eca sambil menatap adiknya.


adiknya pun melirik eca saat menyadari akan keberadaannya. eca berusaha untuk tidak peduli dengan itu. ia memilih untuk langsung masuk ke dalam rumah dan mengabaikan mereka berdua. semenjak kejadian hari itu, eca langsung jauh dengan ibu nya.


"eca.." panggil ibunya.


eca yang ingin menaik tangga pun, segera menghentikan langkahnya. ia memejamkan matanya. karena ia tau, jika berbicara kepada ibunya itu memerlukan kesabaran yang tinggi.


"huftt. semangat ca. pasti lo bisa" batin eca.


eca berbalik kemudian menatap ibu nya dengan datar.


"kamu siap siap dan berpakaian yang rapih. jam tujuh kita akan pergi makan malam dengan teman bisnis papa kamu" ucap ibu nya.


belum sempat eca menjawab, ibu nya sudah lebih dulu pergi dari tempat itu. eca pun hanya bisa mengepalkan tangannya sambil menatap punggung ibu nya yang mulai menjauh.


"hufttt"


....


eca berkaca di cermin nya. ia melihat tubuh indahnya di baluti oleh gaun berwarna hitam. ia juga memakai perhiasan yang harga nya sangat mahal.


setelah merasa cukup dengan riasannya, eca keluar dari kamarnya dan menuruni tangga dengan anggun. keluarga nya pun menganga saat melihat eca yag terlihat begitu sempurna.


"itu kakak?" tanya adik nya sambil menganga tidak percaya.

__ADS_1


eca mendekati keluarganya yang menunggu nya sedari tadi.


"kenapa warna hitam? kamu mau ke kuburan?" protes ibu nya.


"udahlah, kita bakal telat kalo permasalahin ini" ucap ayahnya.


eca yang mendengar itu pun tersenyum senang. eca berjalan mendekati ayah nya lalu menggandeng tangannya sambil melirik ibu nya dengan sinis.


"ayo pah" ucap eca sambil tersenyum. ayahnya pun mengangguk lalu mengajak nya menuju mobil.


"pah, kita di mobil itu?" tanya adik nya sambil menunjuk mobil yang ada di belakang mobil yang di naiki oleh eca.


"trus dimana lagi?" tanya eca balik. ia menatap adik dan ibunya dengan gaya tengil khas nicholas. kemudian ia menutup pintu mobil dengan keras.


ibunya yang melihat itu pun mengepalkan tangannya dengan kesal.


"gue harus berterima kasih sama nicholas atas wajah tengil nya itu" batin eca.


...


eca turun dari mobil sambil menatap gedung yang ada di depannya. kilatan lampu pun langsung menyambutnya. para kameramen memotret dirinya dengan ganas. karena, jarang jarang eca ikut menghadiri acara seperti ini.


"sialan, untung gue pake gaun." batin eca saat menyadari bahwa malam ini bukan sekedar makan malam. tapi pertemuan dengan orang orang penting.


eca berjalan berdampingan dengan ayahnya di ikuti oleh ibu dan adik nya di belakang. eca tersenyum bak bidadari dan melambaikan tangannya di depan kamera.


"mari, saya antar" ucapnya.


eca dan keluarganya pun di arahkan untuk menuju ruang VIP. sesampainya disana, mereka semua langsung di sambut hangat oleh CEO dari STSgroub.


"ohohohooho.. apa kabar pak? baik baik aja kah?" tanyanya sambil mengulurkan tangan.


eca yang mendengar itu pun langsung melihat ke arahnya. pria dengan perut buncit yang sangat berbeda dengan ayah nya yang tinggi dan masih terlihat kekar.


"baik.. saya sekeluarga baik. bapak sendiri?" tanya ayah eca sambil menjabat tangannya.


"ohohohoho saya selalu baik." jawab nya.


eca yang mendengar percakapan basa basi itu pun jadi bosan. ia memilih untuk berpisah dengan keluarga nya dan melihat isi dari ruangan VIP itu.


"serius, gak boong. emang sebagus itu sii" batin eca sambil melihat pajangan yang ada di sana.


"la la li la la la" gumam nya sambil mengikuti alur nada dari suara musik yang sedang di putar.


eca kembali berjalan jalan untuk menghilangkan rasa bosannya. saat ia sedang berjalan, pandangannya tertuju pada makanan yang tersedia di atas meja. ia menelan ludah nya secara kasar, lalu mendekati meja itu.

__ADS_1


"ini yang gue cari dari tadi" batin eca sambil mengambil potongan kue yang dilumeri oleh coklat.


eca memasukan potongan kue itu dengan perlahan ke dalam mulut nya. "emmmm.. enak bangettt" batin nya.


"bagi"


mata eca langsung membulat saat mendengarnya.


"suara itu. kayaknya gue kenal" batin eca. ia pun memutar tubuh nya dan mendapati kehadiran jonathan di sana.


"si curut ngapain si kesini. nyari masalah aja" maki eca dengan pelan.


"ambil sendiri lah. ituu ada banyak. gausah manja" ucap eca dengan judes.


"ambilin buat gua" perintah nya dengan santai.


"gak" jawab eca dengan kesal. ia pun melangkahkan kaki nya untuk menjauhi jonathan. namun, jonathan sudah lebih dulu menahan lengan eca. langkah eca pun terhenti karena nya.


jonathan memanfaatkan keadaan itu dengan baik. ia mendempetkan eca ke meja lalu memeluk pinggang nya dari belakang.


"lepasin gak!" kata eca.


"hmm?"


"***** lo ya!" ucap eca dengan marah.


"lo mau gua kasih tau sesuatu gak?" bisik jonathan tepat di telinganya. hal itu pun membuat eca merasa geli. jonathan hanya tersenyum tipis saat melihatnya yang terlihat risih.


"apaan?" tanya eca.


"nicholas udah mati di tangan gua." bisik nya. eca yang mendengar itu pun tersenyum dengan tipis. ia pun mulai mengikuti permainan nya. eca berbalik menghadap jonathan. tangannya menyentuh leher jonathan dengan lembut.


"lo pikir nicholas bisa mati semudah itu? lo udah buat kesalahan yang besar nath.." bisik eca sambil tersenyum dengan puas.


eca mendorong tubuh jonathan untuk menjauh. ia dapat melihat dengan jelas bagaimana reaksinya.


...


halo semua. maaf ya baru sempet up lagi. terimakasih.


 


 


 

__ADS_1


 


__ADS_2