
setelah berada di dalam kamar nya, eca terus saja mondar mandir didepan lemari bajunya. ia berusaha untuk mengingat percakapan dengan keluarga nya semalam.
"perasaan kemaren, ga ada yang bilang deh kalo keluarga nya nicholas bakal dateng" ucap eca sambil mengigit bibir bagian bawah nya.
"trus, mereka ngapain lagi segala ke sini. ngerepotin aja deh." tambahnya.
"ck, sekarang masalah nya gue harus make baju apa ini astagaa. pake baju formal atau engga ya." gumam eca.
TOK TOK TOK
eca segera menengok ke arah pintu nya sambil melotot saat mendengar suara ketukan dari arah pintu nya. eca memejamkan matanya secara kasar sambil menarik nafas nya dalam dalam lalu menghembuskannya dengan kasar.
eca kembali membuka matanya lalu berjalan mendekati pintu nya dengan ragu ragu. ia membuka pintu nya secara perlahan dan mendapati nicholas yang berdiri dengan tegak di depan pintunya. eca menatap nicholas tanpa berkedip sekali pun.
"woaah" gumam eca sambil melihat aura yang terpancar dari tubuh nicholas. sedangkan, nicholas yang melihat reaksi eca pun menjadi salah tingkah.
"WOYY JARWO! SINI LO!" teriak eca dengan galak. ia menarik tangan nicholas masuk ke dalam kamarnya dengan kasar. nicholas yang menyadari perubahan sikap eca secara drastis, langsung menatap nya dengan kebingungan.
"buset, si jarwo segala di bawa bawa" ucap nicholas sambill melihat eca yang sedang menutup pintu kamar nya.
"eh tunggu, emang jarwo siapa dah?" tambah nicholas sambil melihat isi dari kamar eca sambil mengangguk dengan ringan.
"lumayan" batin nicholas sambil berjalan menuju ranjang eca berada. ketika nicholas hendak menduduki ranjang itu, tiba tiba saja eca melemparkan salah satu sandalnya yang sedang ia pakai, tepat ke arah wajah nicholas dengan keras.
"woy ca. santai ngapa" protes nicholas sambil mengelus wajah nya dengan lembut.
eca berjalan mendekati nicholas dengan tangan yang ia lipat.
"siapa suruh lo duduk di situ?" tanya eca sambil mengambil kembali sandal nya.
"lah emang gua duduk di kasur lo?" tanya nicholas balik.
"iya!" jawab eca dengan galak.
"mana buktinya?" tanya nicholas.
"lah iya ya. dia kan belom duduk. aduh kicep nih gue" batin eca.
"nah kan. makanya, jangan marah marah mulu napa. tu mulut di rem dikit kek" ledek nicholas saat melihat eca yang sudah tidak bisa berkata kata.
"bodo amat" balas eca dengan kesal.
"ciri ciri bocah kicep gini nih" kata nicholas.
"ihhh. lo ya, kalo udah sembuh pasti aja selalu bikin masalah mulu" teriak eca sambil memukuli badan nicholas.
__ADS_1
"dih megang megang" ledek nicholas.
"gila lo!" ketus eca.
"iya, aku gila karena kamu sayangg" balas nicholas dengan jail. sedangkan eca yang mendengar itu pun hanya bisa menggelengkan kepalanya.
"halo pak. ini ada pasien yang kabur ya pak?" ucap eca sambil berpura pura menelfon rumah sakit jiwa.
"dih songong lo ya" kata nicholas. eca pun tertawa saat melihat ekspresi wajah nicholas.
"lo lucu banget siii" ceplos eca sambil mencubit pipi nicholas.
deg
tiba tiba saja, jantung nicholas berdetak dengan cepat. hati nya terpesona saat melihat senyuman bahagia yang keluar dari mulut eca.
"udah keberapa kali, lo bikin jantung gua jadi disko gini hm?" tanya nicholas pada dirinya sendiri.
eca melepas cubitan itu lalu menatap nicholas.
"jadi, lo ngapain ke rumah gue hah?!! masih pagi astagaa. lo bikin pagi ini jadi berantakan tau ga?!" sewot eca.
"mulai dah. galak nya keluar lagi." batin nicholas saat melihat eca yang berubah secara drastis.
"ini udah siang" jawab nicholas dengan santai.
"udah jam setengah satu. what?!!" teriak eca.
" jangan bilang kalo lo lupa hari ini, hari apa" ucap nicholas.
"emang hari ini hari apa?" tanya eca dengan polos.
"hari ini hari ulang tahun lo begoo" jawab nicholas sambil menyentil jidat eca.
"sama hari ulang tahun nya sendiri aja lupa. gimana sama hari jadian kita" ucap nicholas dengan santai.
"duh, gue juga lupa lagi, sama hari jadian kita berdua." batin eca sambil tersenyum kikuk.
"jadi, lo kesini cuma buat ngucapin selamat ulang tahun ke gue? gitu?" tanya eca yang berusaha untuk terlihat cool.
"gak" jawab nicholas dengan datar.
"lebih tepat nya bikin acara buat ulang tahun lo" tambah nicholas.
"HAH?!!"
__ADS_1
"lo siap siap sana. gua mau turun" kata nicholas sambil berjalan menuju pintu.
"ehhh nicc..." panggil eca.
"kenapa? mau gua temenin?" jawab nicholas.
"bapa lo aja tuh di temenin." kata eca.
"gue harus make baju apaan?" tanya eca.
"baju biasa aja. asal rapih. acara lo ntar mulai nya jam 7 malem." jawab nicholas.
"trus kok lo dateng ke sini cepet amat" tanya eca.
"tau dah bapa gua terlalu bersemangat" jawab nicholas.
"emang acara nya di mana?" tanya eca kembali.
"istana presiden" jawab nicholas jail.
"hahaha, banyak nanya lo. udah liat aja nanti" tambah nicholas.
"iyaa deh bang jago" kata eca.
"yaudah gua turun. jangan lupa cek juga itu hape lo . jangan sampe ngelag gara gara kebanyakan notif yang masuk. itu hape pemberian gua. rawat baik baik" tambah nicholas sebelum menghilang dari kamar eca.
"nyenyenyenye emang lo kira gue ga bisa rawat barang pemberian dari orang lain gitu?!" dumel eca sambil mengambil ponsel nya.
"buset" ucap eca terkejut saat melihat notif yang masuk ternyata sangatlah banyak.
"lagian juga, kok bisa bisa nya gue lupa sama hari ulang tahun sendiri ya" tambah eca.
.....
bakal 2 kali up yaa.. di tunggu
__ADS_1