
setelah pergi dari markas geng anvet, nicholas dan ririn kini berada di taman. mereka berdua sama sama menikmati angin malam yang meniup helaian rambut mereka. ririn tampak sangat bahagia ketika berada di sisi nicholas. ia tidak mau ambil pusing dengan perasaan eca. ia sama sekali tidak memikirkan perasaan eca. ia ingin membahagiakan diri nya sendiri bersama nicholas.
"akhirnya, gue bisa sedeket ini sama nicholas. walaupun cuma jadi selingkuhannya. tapi gapapa. intinya gue bisa sama nicholas. sekarang tinggal nyingkirin eca aja deh" batin ririn sambil tersenyum senang.
"kamu kenapa senyum senyum sendiri?" tanya nicholas sambil mengelus rambut ririn.
"aku lagi seneng aja" jawab ririn. nicholas pun tersenyum saat mendengar nya.
"udah malem. pulang yuk" ajak nicholas yang masih saja mengelus rambut ririn.
"aaaah, aku masih mau sama kamu" kata ririn dengan manja.
"kan masih bisa besok yang.. sekarang udah malem" ucap nicholas.
"besok.. besok kan kamu sama eca. emang nya eca gak marah kalo aku sama kamu, besok?" tanya ririn sambil memanyunkan bibir nya.
"engga kok... dia gak bakal marah. serius deh" jawab nicholas sambil tersenyum dengan lembut.
"yaudah" kata ririn sambil mengangguk.
"gitu dong" ucap nicholas sambil mengelus pipi ririn.
....
berbeda dengan nicholas dan ririn yang sedang bersenang senang, kini leon harus mencambuki tubuh jonathan secara berkali kali. jujur saja, leon sudah lelah dengan semua ini. leon lelah ketika harus menuruti semua ucapan yang nicholas perintahkan. ia juga butuh istirahat.
"jawab gua bgst!!" teriak leon dengan kesal.
kini, leon di penuhi oleh keringat di seluruh tubuh nya. nafas nya tidak teratur. di tambah lagi, ia harus mencambuki tubuh jonathan tanpa harus membunuh nya.
__ADS_1
"huft... ha... huft... ANJ SIALAAN!!" teriak nya lagi. leon sudah sangat frustasi menghadapi jonathan yang tetap kukuh pada pendirian nya.
"tinggal di jawab doang bgst!!" tambah nya.
"liat tuh, darah lo berceceran kemana mana. lo ga sayang sama tubuh lo?!! tinggal jawab doang. abis itu lo gak bakal tersiksa lagi" ucap leon sambil melepaskan cambukan dari tangannya.
leon melihat seluruh tubuh jonathan yang sudah penuh dengan luka. bahkan ia tidak mampu untuk bangkit lagi. ditambah dengan darah yang tidak berhenti keluar. "gua nyerah" kata leon sambil menyenderkan tubuh nya di tembok.
jonathan pun menengok ke arah leon yang sudah kelelahan. "akh... irnya lo sadar juga. ga ada gunanya nurutin kemauan ni.. nicholas" ucap jonathan dengan terbata bata. jonathan tidak mampu berbicara dengan jelas karena bibir nya yang sedang sobek itu.
leon melirik jonathan yang sedang menyentuh ujung bibir nya yang sobek berkat ulah nya itu. "gua bebasin lo. asalkan, lo harus ngehancurin hidup nicholas tanpa ampun." kata leon dengan serius. jonathan yang medengar itu pun tersenyum miring.
"tenang aja, gak akan lama lagi, dia pasti hancur di tangan gue" kata jonathan.
"ye dah terah lo. panggil sana anak buah lo" ucap leon sambil mengeluarkan ponsel milik jonathan yang sempat ia sita lalu memberikan nya pada jonathan.
"yeuh, lebay lu bocil. yaudah siapa yang mau lo telpon?" tanya leon dengan datar.
"fa.. fatura" jawab jonathan dengan terbata bata.
leon pun langsung mengetik nama nya, lalu memberikan sebuaah pesan untuk nya.
"kok? ga di telfon?" tanya jonathan bingung.
"lo liat itu" kata leon sambil menunjuk ke arah cctv. jonathan pun mengikuti arah telunjuk itu.
"cctv ada di mana mana." tambah leon sambil membuka pintu keluar.
"goodluck" ucap leon sebelum ia keluar dari ruang itu dan menutup nya kembali.
__ADS_1
setelah keluar dari ruangan itu, leon berlari menuju ruang keamanan dan langsung menghapus seluruh rekamanan cctv tanpa meninggalkan sisa. semua data data dan rekaman cctv itu telah lenyap. tidak ada jejak sama sekali.
leon mengelap keringat di dahi nya dan keluar dari ruangan itu sebelum ada orang yang mencurigai nya.
....
"nich..... jonathan di bawa kabur" ucap leon dengan panik.
"apa?!! kok bisa?!!!" tanya nicholas yang tidak kalah panik.
"lo mending dateng ke sini. buruan" jawab leon.
"yaudah, tunggu gua" kata nicholas yang segera mematikan paggilannya itu.
leon kembali memasukan ponsel nya ke dalam kantong celana nya sambil tersenyum miring.
"ini baru di mulai nic...." gumam leon dengan senang.
__ADS_1