
"niat mau nyiduk orang malah kita yang keciduk" ucap eca kesal.
"sabar ca, ntar leon gue omelin dah" kata ririn sambil menepuk pundak eca.
"lo, kok ga ngasih tau gue kalo, lo adek kakaan sama leon?" tanya eca.
"lah, lo sendiri kok gak ngasih tau gue kalo lo kenal sama leon?" tanya ririn balik.
"em... soalnya... anu... eh... gue kan nanya, kok lo malah nanya balik?!!" ucap eca dengan terbata bata.
"iya juga ya..." kata ririn.
"udah lah, gausah bahas tentang cowo kutub itu" kata eca sambil membuang muka nya.
"ca, gue mau nanya" kata ririn secara tiba tiba.
"hm.. apa?" tanya eca sambil menengok kembali ke arah ririn.
"lo... em... lo..."
"apaan si, ngomong yang bener" kata eca.
"lo.. lo tau sesuatu tentang leon?" tanya ririn dengan ragu.
"tentang leon? apa jangan jangan soal leon punya ganguan?" batin eca bertanya.
"em... engga... emang ada apaan?" ucap eca berbohong.
"huft... syukurlah" bisik ririn lega.
"apaan gak?!!" kata eca.
"enggaa ada" kata ririn sambil menggeleng.
"yaudahlah, mungkin itu privasi keluarga nya. tapi, gue kan udah tau tentang leon... nah loh.. gimana jadinya ini" batin eca bingung.
"lo kenapa bengong?" tanya ririn.
"engga, emang tadi gue bengong ya?" jawab eca sambil menggeleng.
"yeuh.. bocah" ledek ririn.
"songong lo... yang ada lo yang bocah.." protes eca.
"lo b o c a h" ledek ririn sambil menekan suaranya di setiap kata.
__ADS_1
"heh, sini gue kasih tau lo ya... lo sama gue, masih tuaan gue" teriak eca.
"yaela beda 6 bulan doang" kata ririn tidak mau kalah.
"sama aja bocil" kata eca kesal.
"iya nenek" balas ririn sambil memainkan ponsel nya.
"apa lo kata?!!" protes eca.
"hah?? engga kok engga" jawab ririn sambil menggeleng pasrah.
....
keesokan hari nya....
"woy... kemane aja lo" tanya salma.
"apaan lo, tumben banget perhatian sama gue" kata eca sambil menaruh buku buku yang ia bawa ke atas meja.
"yeuh... pede banget lo" kata salma sambil membereskan tumpukan kertas.
"lah kalo lo gak perhatian sama gue, trus kenapa nanyain gue?" ucap eca.
"yaela... eh btw itu apaan?" tanya eca saat melihat tumpukan kertas yang sedang salma rapihkan.
"ini.. biodata murid murid" jawab salma dengan santai.
"semua biodata murid murid? itu ada di situ?" tanya eca penasaran. salma pun mengangguk.
"eh gue mau liat dongg" pinta eca.
"siapa tau bisa liat biodata nya nicholas" batin eca sambil terseyum tipis.
"dih,, mau ngapain lo?? jangan aneh aneh deh" kata salma.
"bentar doang" kata eca.
"ck, iya buat apaan tapi?" tanya salma. eca pun kebingungan harus menjawab nya dengan alasan apa. ia pun memutar otak nya dan menjawab "untuk mendekatkan diri dengan murid murid sal. gue kan ketos, masa iya gue gak tau tentang mereka. ntar malah dikira sombong kalo ga tau mereka"
salma pun mengangguk. "yaudah ntar kasih ke bu suprini ye" kata salma.
"eeh jangan deh, ntar lo yang dapet muka. kasih aja ke gue. tapi nanti, kalo sekarang gue mau ke kantin" tambah salma.
"iye iye" jawab eca penuh dengan semangat.
__ADS_1
"yaudah gue duluan ye, bye" kata salma.
"iyee... hati hati" kata eca dengan senyum penuh kemenangan.
setelah salma menghilang dari tempat itu, eca mulai mencari biodata atau identitas nicholas dengan lincah.
"aishhh... banyak banget si kertas kertas nya" gumam eca kesal. eca pun kembali mencari kertas bernamakan nicholas.
"nah,, ini diaaa" kata eca sambil tersenyum senang. eca pun mulai melihat isi kertas itu dengan teliti.
"apa apaan nih.... dia umur 19 tahun?!!" batin eca kebigungan.
"kok udah tua banget ya" batin eca.
"kasus kasus dari sekolah lama nya, bolos sekolah, terlibat penyerangan, melanggar tata tertib, merorok, terperogok menyerang murid lain, melukai guru, tidak naik di kelas 11 sebanyak dua kali, dan melakukan percobaan untuk menggunakan... nar.. koba" gumam eca sambil membaca isi dari kertas itu.
"pantes aja, kaga naik kelas dua kali.... tapi kok, dia bisa bisa nya kaya gitu ya" batin eca.
eca pun membalik kertas itu dan melihat biodata nicholas yang berbeda dengan kertas yang pertama.
"kasus kasus dari sekolah lama, tidak ada" gumam nya sambil membaca isi dari kertas itu
"berarti?? ini pemalsuan biodata... iya ga sih??" batin eca kebingungan. eca pun mengambil ponsel dari saku nya dan mulai memfoto dua kertas itu.
"makan tuh" kata eca sambil menatap layar ponsel nya dengan puas.
"pantes aja lo pindah sekolah, ternyata... ck ck ck" gumam eca sambil menggeleng dan menatap kedua kertas itu.
"apa jangan jangan lo di keluarin dari sekolah lama ya??" tambah nya.
"bhahahahhahaha"
BEL MASUK JAM PELAJARAN KE 6, BEL MASUK JAM PELAJARAN KE 6
"anjirtt, gue belom sempet jajan, udah bel masuk aja" batin eca kesal.
"trus,, ini kertaas kertas nya gimana? tinggalin di sini aja kali ya" batin eca sambil melihat tumpukan kertas itu.
"assu lah" gumam eca sambil berjalan keluar dan pergi menuju kelas nya.
...
tinggalin jejak yuuu... like dan komen yaaa
__ADS_1