
setelah pulang dari rumah sakit rosa dan somad masih mencari nama untuk putri kecilnya
"kira kira apa ya nama yg cocok untuk anak kita bang" tanya rosa pada suaminya sambil menyusui bayinya
"kamu aja yg namain,kan kamu yg mengandung dan melahirkannya" jawab somad sambil tersenyum pada istrinya
"Apa Rosiana ya sesuai news anchor favoritku Rosiana Silalahi" tanya rosa pada suaminya
"mamanya aja udah Rosa masa anaknya Rosi" jawab somad
"bagaimana kalau Skolastika Sylvia sesuai News Anchor favoritku" tanya somad pada istrinya
"kamu mentang2 yg cantik aja itu bukan favorit tapi demen" jawab rosa
"jadi apa dong yg cocok untuk nama untuk anak kita yg cantik ini" tanya somad pada istrinya
"aku juga masih bingung" jawab rosa sambil menggaruk kepalanya
"gini aja sayang bagaimana kalau Silviana Putri,nanti dipanggilnya silvi sesuai 3 nama news anchor Silvi dari SCTV,Ana dari Kompas Tv,Putri dari Tvone jadi perpaduan dari SKOLASTIKA SYLVIA,ROSIANA SILALAHI,& PUTRI VIOLA,bagaimana sayang???" tanya somad pada istrinya
"Silviana Putri,nama yg bagus jadi kita panggil bayi kita ini Silvi putrinya Ayah Somad & Mama Rosa" jawab rosa
setelah selesai menamakan bayinya somadpun langsung menjalankan aksinya yaitu untuk membalaskan dendam pada bambang yg membunuh mendiang ayah mertuanya
"sayang aku mau pergi dulu ya" ujar somad pada istrinya
"mau ke mana bang" tanya rosa pada suaminya
"ada urusan sekalian nanti pulangnya aku beliin perlengkapan untuk Silvi" jawab somad lalu pergi keluar dari pintu
kemudian somadpun turun ke bawah dan keisha bertanya pada somad
"abang mau kemana masih pagi begini" tanya keisha pada abangnya
"Ada urusan dek" jawab somad
kemudian somad langsung mengeluarkan mobilnya dan menuju ke tempat kerjanya
"bos harus tahu pembunuhan ini" somad membatin sambil menghidupkan mesin mobilnya
Selagi di jalan raya somad mengisi bahan bakar mobilnya
"isi full ya mbak" ujar somad pada petugas pom bensin
"iya pak" jawab petugas
setelah bensin terisi penuh somad langsung membayarnya dan menuju studio burung dara tv
"berapa mbak" tanya somad pada petugas
"270K pak" jawab petugas
"nih mbak" ujar somad sambil memberikan uang pada petugas
kemudian somad langsung berangkat ke tempat kerjanya
sesampainya di channel burung dara tv,somad langsung masuk ke dalam dan bertanya pada santoso
"assalamualaikum bos" ujar somad pada bosnya
"waalaikumsalam mad" jawab santoso
"oh iya selamat ya atas kelahiran anakmu" ujar santoso pada somad
"iya makasih bos" jawab somad
"saya mau bertanya boleh bos" ujar somad pada santoso
"boleh" jawab santoso
"jadi gini bos,sebenarnya ini berita dulu apa bos tau tentang kasus perawat pria yg dorong pria stroke di kursi roda dari tangga rumahnya sendiri lalu perawat itu kabur" tanya somad pada santoso
"tunggu dulu saya pikir dulu" jawab santoso sambil memikirkan kasus yg dulu
kemudian santosopun mengingat kejadian itu
"gimana bos ingat apa nggak" tanya somad pada santoso
"oh saya ingat dulu,kalau tidak nama korbannya pak zainudin dan istrinya ibu ningrum yg melaporkan kejadiannya" jawab santoso
"tau nggak siapa perawat pria itu" ujar somad pada santoso
"siapa mad" tanya santoso pada somad
"Bambang Saputra,pemilik channel tv burung beo dan korbannya itu adalah ayahnya rosa" jawab somad pada santoso
"ya ampun jadi si bambang tersangkanya" tanya santoso pada somad
"iya,rosapun menyesal bekerja di channel burung beo yg ternyata pemiliknya pembunuh ayahnya sendiri" jawab somad
"astaghfirullah hal adzim" ujar santoso
"makanya itu saya mau minta ide bagaimana caranya supaya si bambang ini bisa masuk penjara" tanya somad pada rosa
"jadi gini aja mad kan setiap sore si bambang ini kan sering ke karaokean di tempat karaoke yg ada di jalan mangga busuk kamu ikuti aja dia terus kalau si bambang mabuk kamu tanya aja kelakuan yg pernah dia perbuat dulu terus kamu minta rekaman cctv dari tempat karaoke itu tapi kamu jangan berpenampilan seperti ini" jawab santoso sambil menunjuk somad yg rapi itu
"terus gimana bos" tanya somad pada santoso
"kamu kan ganteng pas jadi laki2,kalau kamu divermak jadi perempuan kamu juga pasti cantik" jawab santoso sambil tersenyum
"jadi maksud bos saya yg jadi perempuan pesanannya bambang di karaoke" tanya somad
"iya" jawab santoso
"oke saya setuju biar nanti saya pulang dulu buat beli wig sama gaunnya" ujar somad
somad yg setuju dengan ide santoso lalu pergi ke mall untuk membeli peralatan untuk dirinya & bayinya
sesampainya di mall
"semoga berhasil untuk membalas si bambang ini" somad membatin lalu turun dari mobilnya
di mall somad memilih gaun serta wig yg cocok untuk dirinya divermak jadi perempuan
"nah ini gaun cocok nih" gumam somad yg menunjuk gaun berwarna pink itu
"mbak gaun,wig sama pakain bayi ini yg ini dong" ujar somad pada kasir mall
"gaunnya buat siapa pak,buat pacar atau istri" tanya kasir pada somad
"buat mbaknya aja,ya jelas buat istri dirumah" jawab somad yg berbohong pada kasir
__ADS_1
"bisa aja bapak,kayanya bapak gk asing dah mukanya" ujar kasir pada somad
"emang siapa" jawab somad pada kasir
"bapak pak somad syaefulloh ya reporter burung dara tv" tanya kasir pada somad
"nah itu tau" ujar somad
setelah jam 2 siang somadpun pulang kerumahnya dulu untuk memberikan pakaian bayinya pada rosa
"mengapa sih dulu bambang tega sekali membunuh papanya rosa ya apa coba tujuan dia itu" gumam somad yg sedang heran dengan maksud pembunuhan itu
sesampainya di rumah
"assalamualaikum" ujar somad yg membuka pintunya
"waalaikumsalam" jawab semuanya
"kamu borong mad" tanya bu mirna pada putra sulungnya
"nggak ma ini buat silvi sama buat aku" jawab somad sambil membuka kantong belanjaannya
"jadi nama anak abang silvi" tanya keisha pada abangnya
"nama lengkapnya Silviana Putri" jawab somad
"itu nama yg bagus dapet darimana namanya nak somad" tanya bu ningrum pada menantunya
"itu perpaduan antara 3 presenter ma,Silvi dari presenter skolastika sylvia,ana dari rosiana silalahi,putri dari putri viola ma" jawab somad pada ibu mertuanya
"hebat kamu bisa paduin jadi satu" ujar pak abdullah pada putra sulungnya
"iya abang hebat" tanya keisha pada abangnya
"udah biasa aja kok,yaudah aku ke atas ya buat kasih pakaian bayi ini ke ibu nifas yg di kamar" ujar somad lalu berjalan menuju tangga
sesampainya di kamar
"assalamualaikum" ujar somad
"waalaikumsalam" jawab rosa
"yah silvi tidur,padahal ayah mau kasih baju buat silvi,malah kamu tidur" ujar somad yg menghampiri putrinya yg tidur di sebelah istrinya
"ini sayang nanti kamu rapihin ya pakaiannya silvi" ujar somad pada istrinya sambil mengeluarkan pakaian bayi yg baru dia beli
"iya bang makasih ya" jawab rosa
"sayang aku mau minta sesuatu sama kamu!!!" pinta somad pada istrinya
"apa bang??" tanya rosa pada suaminya
"jadi gini aku minta tolong sama kamu buat riasin aku jadi perempuan pake make up kamu" jawab somad
"ya ampun buat apa kamu di rias jadi perempuan bang" tanya rosa pada suaminya dengan membulatkan bola matanya
"gak apa2 pliss ini demi kebaikan kamu" jawab somad
"yaudah deh" jawab rosa
kemudian somad yg sudah pakai gaun itu di vermak menjadi perempuan oleh rosa
"ya ampun sayang benar yg dibilang bos santoso kalo aku divermak jadi perempuan juga cantik" ujar somad pada istrinya
"lebih cantik dari aku ya" tanya rosa pada suaminya
"tapi jujur sayang kamu lebih cantik natural seperti ini gk pakai make up,kelitan banget wajahmu seperti ini gak kalah sama artis" puji somad pada istrinya
"bisa aja kamu,tuh pakai wignya" ujar rosa lalu memberikan rambut palsu pada suaminya
"iya sayang" jawab somad lalu mencium pipi istrinya
"ya ampun ada bekasnya" ujar rosa yg melihat bekas ciuman suaminya di cermin
"udah gak apa2,tapi seharusnya kamu kan yg cium ke pipi aku" tanya somad pada istrinya
"iya yaudah berangkat sana,tapi jangan ngamen ya" jawab rosa sambil tertawa
somad yg sudah cantik dengan gaun dan wig rambut panjangnya itu turun ke bawah & membuat semua keluarga kaget
"siapa itu pakai gaun" tanya bu ningrum pada besannya
"saya juga gak tau buk siapa itu" jawab bu mirna
kemudian somad yg sudah cantik itu menghampiri keluarganya di ruang tamu
"mbak siapa ya" tanya keisha pada wanita di depannya
"saya abangmu somad" jawab somad dengan suara biasanya
"astaghfirullah hal adzim,kamu jadi banci mad apa kamu udah gak waras" tanya bu mirna pada anak sulungnya itu
"masih lah ma,aku masih waras aku begini cuma mau melaksanakan tugas doang" jawab somad
"tugas apa mad" tanya pak abdullah
"adadeh pa pokoknya bikin puas deh" jawab somad
"oh iya ma boleh minjem mobilnya gk ma" ujar somad pada ibu mertuanya
"buat apa nak somad" tanya bu ningrum pada menantunya
"kalau pake mobil aku nanti orang pasti kenal" jawab somad
"yaudah nih,tapi kalo bisa isiin bensinnya ya" tanya bu ningrum pada pria yg sudah menikahi putri tunggalnya itu
"iya aku isi,full nanti" jawab somad
kemudian somadpun keluar dan membuka pintu mobil sedan berwarna hitam milik mertuanya itu lalu pergi ke tempat karaoke
"awas kamu bambang" somad membatin lalu menghidupkan mesin mobil mertuanya lalu berangkat
tak sampai 1 jam somadpun sampai di tempat karaoke yg berada di jalan mangga busuk itu masih menunggu mobil bambang datang
beberapa menit kemudian datanglah mobil mercy berwarna putih yg tak lain adalah mobil bambang
"datang juga ini orang" somad membatin lalu keluar dari mobil mertuanya
melihat bambang yg sudah masuk kedalam somadpun mengikutinya,bambangpun masuk ke tempat karaoke nomor 3
"giliranku beraksi" gumam somad lalu masuk ke tempat karaoke bambang
__ADS_1
"halo sayang" ujar somad pada bambang dengan suara persis seperti wanita
melihat wanita yg masuk bambangpun membulatkan matanya melihat wanita cantik di hadapannya
"wow cantik sekali,nama kamu siapa" tanya bambang pada wanita di hadapannya
"nama saya tari" jawab somad yg dulu raja ngibul itu
"tari nama yg indah seperti mentari" ujar bambang dengan gombalan racunnya
"bisa aja mas" jawab somad dengan suara yg lembut
kemudian mereka karaokean bersama selama 1 jam,dan bambangpun meminum sebuah anggur yg sudah ia pesan
"ayo sayang kita minum" pinta bambang pada tari
"kamu aja mas" tanya tari alias somad
"yaudah,aku aja dah" jawab bambang lalu meminum sebotol anggur itu langsung dari botolnya
"ini orang gk malu apa ya,minum sebotol anggur langsung gk pakai gelas" somad membatin lalu risih melihat bambang seperti itu
beberapa menit kemudian bambangpun mabuk
"mas aku boleh tanya sama kamu" ujar somad pada bambang
"boleh tari sayang" jawab bambang
"apa kamu pernah berbuat kejahatan" tanya somad pada bambang
"kejahatan apa dulu,aku sudah sering berbuat jahat,seperti menyuruh reporter wanita yg kerja bersamaku untuk menjatuhkan popularitas somad anak buah si santoso yg gemuk itu" jawab bambang dengan kondisi mabuk
"terus kejahatan yg paling jahat apa" tanya somad dengan mengelus pipi bambang
"menyamar menjadi perawat buat pria stroke lalu aku dorong dari tangga rumahnya sampai meninggal di depan putrinya yg baru pulabg sekolah" jawab bambang
"terus apalagi" tanya somad
"masih banyak lagi" jawab bambang
"oh iya mas aku mau ke toilet dulu ya" tanya somad pada bambang
"jangan lama2 ya tari habis ini kita dansa dengan lagu yg romantis" jawab bambang
kemudian somad keluar dari ruangan dan tidak mempedulikan bambang dan meminta rekaman cctv pada pegawai karaoke di halaman belakang
"mas ini ada 7 juta saya minta tolong kasih saya rekaman cctv tempat nomor 3" ujar somad pada pegawai karaoke
"iya mbak" jawab pegawai pada somad yg dia kira wanita
5 menit kemudian pegawaipun kembali
"nih mbak" ujar pegawai pada somad sambil memberikan rekaman cctv
"yaudah ini uangnya 7 juta,makasih ya" jawab somad
kemudian somadpun naik ke mobil lalu pulang
sesampainya di rumah
"assalamualaikum" ujar somad pada semuanya sambil melepaskan wignya
"waalaikumsalam" jawab semuanya
keesokan harinya!!!
somad yg sudah bersiap berangkat kerja dengan rekaman di sakunya
"sayang aku berangkat ya" ujar somad pada istrinya
"iya hati2 ya" jawab rosa sambil mencium punggung tangan suaminya
kemudian somad rosa serta silvi turun ke bawah
"eh cucu nenek datang" ujar bu ningrum sambil melihat cucu pertamanya turun ke bawah
"ma pa dek aku berangkat kerja dulu ya" ujar somad pada semuanya
"iya hati2 ya" jawab pak abdullah & bu mirna
"hati2 ya nak somad" jawab bu ningrum
"hati2 ya bang" jawab keisha
sebelum somad ke tempat kerjanya ia datang ke kantor polisi terlebih dahulu
"ini harus dikasih ke polisi dulu" somad membatin
sesampainya di kantor polisi
"pak saya mau kasih video rekaman ini" ujar somad
"video rekaman apa ini pak somad" tanya petugas polisi
"lihat aja pak" jawab somad
kemudian petugas polisipun melihat video rekaman di karaoke itu sampai selesai
"ya ampun ini kan pak bambang pemilik channel tv burung beo" kaget petugas polisi melihat video
"jadi apa yg akan bapak lakukan dengan bukti ini" tanya somad
"baik saya akan menangkap bambang" jawab petugas polisi
kemudian polisi serta somad berangkat ke channel burung beo
45 menit merekapun sampai di channel burung beo
"ayo pak polisi kita masuk" ujar somad pada ketiga polisi
"baik pak somad" jawab polisi
merekapun masuk dan langsung menuju ke ruangan bambang
"saudara bambang anda kami tahan atas perlakuan anda" ujar polisi pada bambang
"maksudnya apa ini kenapa anda menahan saya" tanya bambang pada polisi
"anda di tahan karena menyuruh ibu rosa menghancurkan popularitas bapak somad,dan mendorong pria stroke sampai meninggal di depan putrinya yg tak lain korban adalah pak zainudin ayah dari ibu rosa" jawab polisi
kemudian bambang dibawa ke kantor polisi dan dihukum dengan hukuman mati
__ADS_1