
roy yang belum lama bebas dari penjara masih ingin menghancurkan somad dengan cara memfitnah somad telah berselingkuh dengan 3 mantan pacarnya yaitu ratih,vina,dan sinta
"somad,somad kamu pikir dengan memenjarakan saya itu bisa membuat kamu senang² terus tentu saja tidak" roy memainkan panah dart dengan foto somad menjadi yg targetnya
kemudian roy pergi keluar dan bertemu dengan tiga mantan pacar somad di jalan
"maaf ya mbak nggak sengaja" roy yg menabrak ketiganya
"iya nggak apa²" jawab ketiga mantan pacar somad itu
"tunggu dulu,kalau nggak salah kalian itu mantan pacarnya somad kan" roy yg menunjuk masing² muka mantan pacar somad itu
"iya benar" jawab ratih pada roy
"kamu roy wicaksono kan" tanya sinta pada roy
"iya" jawab roy pada sinta
"kalian ngapain bertiga kok ada disini" tanya roy pada mereka bertiga
"kita habis belanja" vina menjawab pertanyaan roy
"kayanya mereka bertiga bisa aku suruh buat menjatuhkan si somad" roy memegang dagunya sambil melihat ketiga wanita itu
"kamu kenapa roy kok melamun???" tanya ratih pada roy
"nggak apa² kok" roy yg baru saja sadar dari lamunannya
"setelah kamu bebas dari penjara apa pekerjaan kamu roy" sinta bertanya pada roy
"belum dapat" jawab roy pada sinta
"ada pekerjaan nih roy gajinya banyak lebih dah dari milyaran" ujar ratih pada roy
"apa tuh?? Kalau boleh tau??" tanya roy pada ratih
"nguras air laut sampai kering wkwkwk" jawab ratih lalu tertawa pada roy
"nggak lucu" roy yg kesal dengan candaan ratih
"udah deh nggak usah bercanda rat" ujar sinta pada ratih
"oh iya kalian udah pada menikah belum" tanya roy pada mereka bertiga
"aku udah" jawab ratih pada roy
"anak kamu udah berapa ratih" tanya roy pada ratih
"kemarin dua kali keguguran tapi kalau nanti ketiga kalinya keguguran aku diceraikan sama suamiku" jawab ratih pada roy
"kalau kamu sinta" tanya roy pada sinta
"aku udah menikah tapi suamiku nggak bisa punya anak" jawab sinta pada roy
"kalau kamu vin" tanya roy pada vina
"aku udah menikah tapi baru sebulan aku diceraikan" jawab vina pada roy
"kok bisa emang kenapa" tanya roy pada vina
"ada janda muda yg lebih cantik" jawab vina pada roy
"kenapa mantan pacar si somad ini nggak beruntung ya,termasuk istriku juga nggak bisa punya anak" roy memikirkan perihal kesialan yg menimpa ketiga wanita itu
"abis ini kamu mau kemana roy" tanya sinta pada roy
"nggak kemana² kok" jawab roy pada sinta
kemudian roy memulai rencana busuknya untuk menjatuhkan somad
"oh iya,kalian mau uang nggak" tanya roy pada mereka bertiga
"mau" jawab ketiga wanita itu
"sebenarnya ini gampang sih" roy memberi kode pada mereka bertiga
"apaan tuh" tanya ketiga wanita itu
"gini kalian harus menjatuhkan nama baik somad pada media" jawab roy pada ketiga wanita itu
"caranya gimana" tanya sinta pada roy
"kalian harus ngomong ke media bahwa somad telah berselingkuh dengan kalian" jawab roy pada sinta
"tapi di mana kita ngomongnya kan channel tv banyak kamu mau meliput kita di channel mana" tanya vina pada roy
"di channel aku,channel burung gagak" jawab roy pada vina
"oh,sekarang apa kapan" tanya ratih pada roy
"besok" jawab roy pada ratih
"oke,kalau begitu besok aku,vina,sama sinta datang ke channel burung gagak" ujar ratih pada roy
"siap" jawab roy pada mereka bertiga
__ADS_1
"rasakan besok kehancuran kamu somad" roy yg sudah yakin rencananya akan berhasil besok
keesokan harinya!!!!
Roy yg sedang bersiap² untuk pergi ke channel burung gagak itu sudah yakin dengan apa yg dia pikirkan
"hari ini somad hancur,hari ini somad cerai,rosa
milik aku" roy yg sedang bernyanyi dengan lirik yg ia buat
"pakai kemeja aja dah dan celana panjang" roy yg memilih pakaian di lemari bajunya
kemudian roy berangkat dengan memesan ojek online
"atas nama roy wicaksono" tanya pengemudi pada pria yg disebelahnya
"benar mas" jawab roy pada pengemudi ojek online
kemudian mereka berangkat ke tempat tujuannya yaitu channel burung gagak
"mas kalau bisa yg cepat ya" tanya roy pada pengemudi
"iya pak" jawab pengemudi lalu menambahkan kecepatannya
45 menit kemudian mereka sampai
"udah sampai pak" ujar pengemudi pada roy
"jadi berapa mas" tanya roy pada pengemudi
"20 ribu pak" jawab pengemudi pada roy
"ya sudah nih" roy memberikan uangnya pada pengemudi
"makasih pak" jawab pengemudi lalu pergi
"somad,somad,tak sabar aku melihat kamu diceraikan oleh rosa" roy yg merasa dirinya akan berhasil dengan rencana busuknya
kemudian 1 mobil datang menghampiri dirinya
"udah sampai roy" ratih yg membuka kaca mobilnya
"baru aja" jawab roy pada ratih
"kalau begitu aku parkir dulu ya" tanya ratih pada roy
"oh iya" jawab roy pada ratih
Selesai memarkirkan mobilnya ratih,sinta,dan vina menghampiri roy
"gimana,sekarang kita beraksi??" tanya ratih pada roy,vina,dan sinta
Mereka berempat masuk ke dalam gedung channel burung gagak dan berbicara yg tidak benar guna untuk menghancurkan somad
"oke baik saya roy wicaksono,ingin memberitahukan kalian semua bahwa ketiga wanita ini meminta pertanggung jawaban dari somad syaefulloh karena mereka telah berselingkuh" roy berbohong pada media
"benar yg dibilang roy,bahwa saya sudah bercinta satu jam bersama somad di rumah lalu kepergok sama suami saya" ratih mengatakan kebohongannya pada publik
"saya juga sama,dia mengajak saya untuk bercerai dengan suami saya dan kembali padanya" sinta yg juga ikut berbohong
"aku juga sama,dia memohon² untuk saya kembali lagi padanya jelas saya menolak buaya darat seperti itu" vina yg juga memberikan kebohongannya pada publik
"kalian dengar itu semua,siapa itu somad sebenarnya dia adalah pria yg tidak tahu malu" ujar roy pada media
"waduh pa,ma,baru bebas udah ngomong gitu aja dia" rosa yg kaget itu mengatakan pada kedua mertuanya
"si roy sama tiga cewek itu maunya apa sih sebenarnya" bu mirna yg kesal melihat omongan roy dan tiga wanita itu
"kita harus ke sana untuk membungkam mulut mereka" somad yg baru datang dari menjemput silvi
"emang kenapa si yah" tanya silvi pada ayahnya
"ntar kamu lihat sayang,apa yang ayah dan mama lakukan di channel burung gagak itu" somad yg mulai geram itu menjawab pertanyaan anaknya
"sayang kamu ganti baju ya biar ikut sama mama" rosa menyuruh anaknya mengganti pakaiannya
"iya ma" jawab silvi pada ibunya
kemudian silvi mengganti pakaiannya dan kembali ke bawah
"udah ma" ucap silvi sambil turun ke bawah
"kamu harus bisa membungkam si roy sama tiga wanita itu" ujar rosa pada suaminya
"jangankan membungkam,aku akan mengembalikan dia kembali ke penjara" jawab somad pada istrinya
Kemudian mereka bertiga berangkat ke channel tv burung gagak
"ayah kalau aku lihat sepertinya om yg di tv itu jahat" silvi bertanya pada ayahnya
"dia memang jahat sayang" somad yg sedang menyetir itu menjawab pertanyaan anaknya
"kamu yg sabar ya bang,semoga nanti kamu sama roy nggak sampai berantem" rosa membujuk suaminya agar tenang
"kita lihat aja nanti" jawab somad pada istrinya
__ADS_1
Kemudian mereka sampai di channel tv burung gagak dan masuk ke dalam
"saudara somad untuk apa anda masuk kesini" satpam menghadang somad untuk tidak masuk ke dalam
"diam kamu" somad mencekik leher satpam hingga menuju roy
"royyy" somad mendorong satpam hingga jatuh di belakang roy
"akhirnya datang juga pria brengsek ini" ujar roy secara sinis
"diam kamu roy" somad yg tidak terima perkataan roy itu
Melihat roy berbicara seperti itu di tv,tika pun datang
"tunggu" teriak tika yg sedang berjalan menghampiri suaminya
"sayang" roy yg keget melihat istrinya datang menghpirinya
"apa kamu sudah tidak punya malu lagi mas,apa sih salah dia sampai kamu membenci dia" tanya tika pada suaminya
"banyak salah dia sama aku,pertama kenapa dia ada di kehidupan rosa dan menjebloskan aku ke penjara lalu membuat 3 wanita ini bernasib sial" jawab roy secara lantang lalu menunjuk ratih,sinta dan vina
rosa dan silvi yg dari tadi hanya menonton kemudian menghampiri mereka semua dan ikut berbicara
"memangnya apa salah suami saya sampai membuat kalian sial" rosa berjalan menghampiri 3 wanita itu
mereka hanya diam di hadapan rosa dan silvi
"jawab dong tante,emangnya nggak bisa ngomong ya" silvi bertanya pada ketiga mantan pacar ayahnya itu
"jawab" teriak rosa di hadapan mereka bertiga
"karena saya sudah dua kali keguguran dan kalau ketiga kalinya saya keguguran suami saya akan menceraikan saya" ratih yg pertama menjawab
"saya punya suami tapi nggak bisa kasih keturunan" sinta yg menjawab kedua
"saya baru sebulan nikah,suami saya menikahi janda yg lebih cantik" vina yg menjawab ketiga
"kamu dengar itu somad,memangnya kasih kutukan apa pada mereka hingga membuat mereka seperti itu" tanya roy pada somad
"saya nggak pernah mengutuk siapapun,saya berpacaran dengan kalian dan 7 lainnya itu hanya untuk pelampiasan agar saya bisa melupakan istri dari roy itu" somad berjalan menghampiri mereka dan berbalik menunjuk tika
Mendengar ucapan somad,ketiga wanita itupun kaget
"ya,sewaktu dulu saya masih muda dan masih miskin saya penah melamar anak si surya itu tetapi apa??,lamaran saya ditolak oleh ayahnya dia dan laki² yg menyuruh kalian ini datang melamarnya karena dulu dia lebih kaya daripada saya jadi lamarannya diterima oleh surya" somad melanjutkan pembicaraannya
"tuh om dengar nggak apa yg dibilang sama ayah aku,jadi orang jangan begitu dong,tante juga kalau dulu ayah pernah melamar tante kenapa nggak diterima malah nunggu kakek surya itu menolaknya lagipula yg ayah lamar kan tante bukan kakek surya itu" silvi memberitahu roy dan tika
Mendengar kata² silvi tika mebgeluarkan air matanya
"diam kamu anak kecil" roy menegur silvi
"kamu yg diam roy,lagipula yg dibilang anak saya benar" rosa membela anaknya
"sekarang aku tanya om sama tante punya anak atau belum??" silvi bertanya pada roy
"belum" jawab tika sambil menghapus air matanya
"itu karena tante sama 3 tante ini nasibnya seperti itu karena sudah pernah mengecewakan ayah aku,jadi orang itu jangan pernah mengecewakan orang lain tau" ujar silvi pada tika,ratih,sinta,dan vina
kemudian tika mengeluarkan amplop dari tasnya
"ini mas tolong tanda tangani" tika memberikan amplop coklat yg bertuliskan dari pengadilan pada suaminya
"apa ini" tanya roy pada istrinya
"aku mau kita pisah mas,aku sudah nggak tahan dengan sikap kamu yg ingin menghancurkan somad terus,lagipula dia nggak pernah menghancurkan kamu,justru dengan kamu yg mau menghancurkan dia artinya sama saja kamu menghancurkan dirimu sendiri" jawab tika pada suaminya
"makanya om jadi orang jangan jahat,ini kan yg disebut KURMA yg manis" silvi meledek roy
"bukan KURMA sayang tapi KARMA yg MANIS" ujar somad pada anaknya
"tante juga enak banget bilang semua salah ayah soal nasibnya,buktinya mama yg udah menikah sama ayah udah hamil adik aku di sini" silvi memegang dan mencium perut ibunya yg masih rata itu
mendengar ucapan silvi itu membuat ratih,sinta,vina serta tika menjadi iri pada rosa
"enaknya jadi rosa bisa hamil lagi sedangkan aku 2 kali keguguran" ratih yg melihat silvi mengelus dan mencium perut rosa
"enaknya pernikahan mereka anaknya cantik,mamanya cantik,ayahnya juga ganteng,tapi suamiku nggak bisa memberikan aku keturunan" sinta yg juga ikut melihat silvi mengelus dan mencium perut rosa
"enaknya jadi rosa bisa bahagia punya suami yang ganteng dan anaknya yg cantik dan juga pintar sedangkan aku menikah baru sebulan sudah ditinggal sama suamiku demi janda itu" vina yg juga melihat silvi mengelus dan mencium perut rosa
"rosa bisa hamil sedangkan aku tidak,bodohnya aku tidak membantah papa dulu sedangkan pernikahanku yg sudah lama hanya cukup sampai disini" tika yg juga melihat silvi mengelus dan mencium perut rosa
Kemudian ketiga wanita itu meminta maaf pada somad dan menagih uang yg dijanjikan oleh roy
"kami minta maaf ya atas kesalahan kami memfitnah kamu ini semua atas perintah roy" ratih,sinta dan vina meminta maaf pada somad
"iya kalian saya maafkan tapi jujur saya nggak pernah mengutuk kalian agar bernasib seperti yg kalian alami" jawab somad pada mereka bertiga
"roy kamu harus tanggung jawab atas uang yg kamu janjikan" sinta menagih janji roy
"benar mana uang yg kamu bilang" ratih juga menagih janji roy
"jangan² kamu itu nggak punya uang roy,kalau tidak kamu akan kembali lagi ke penjara roy" vinapun akan membawa ke jalur hukum
__ADS_1
"janji itu hutang om,om harus bayar kalau nggak bayar baju om berubah lagi mau" ujar silvi pada roy
kemudian roy hanya diam dan tidak bisa berkutik lagi,sedangkan somad,rosa dan silvi pulang ke rumah