
Selesai menolong rima dari rampok somad pulang ke rumahnya
"assalamualaikum" somad membuka pintu dengan membawa kantong plastik berisi 4 ayam goreng
"waalaikumsalam" jawab pak abdullah pada anak sulungnya
"kamu darimana aja mad,kok baru pulang???" pak abdullah bertanya pada anak sulungnya
"tadi nolongin si rima dari rampok pa" jawab somad pada ayahnya
"terus dia baik² aja kan" pak abdullah bertanya pada anak sulungnya
"tadi sempat pingsan pa,pas aku udah telpon polisi alhamdulillah dia bangun" jawab somad pada ayahnya
"oh iya,mama kemana pa??" somad bertanya pada ayahnya
"mama kamu lagi di atas nemenin istri kamu" jawab pak abdullah pada anak sulungnya
kemudian somad menuju lantai atas dan menuju kamarnya
"assalamualaikum" somad membuka pintu kamarnya
"waalaikumsalam" jawab yg ada di dalam kamar
"kamu darimana aja mad,kok pulangnya lama??" bu mirna bertanya pada anak sulungnya
"pulang kerja aku makan di luar dulu ma terus pas di jalan mau pulang aku lihat rima di rampok ya aku tolongin" jawab somad pada ibunya
"bu guru di rampok yah??" silvi bertanya pada ayahnya
"iya tadi ada dua rampok yg mau ngambil tasnya dan dipukul sampai pingsan" jawab somad pada anaknya
"kasian juga dia kalau ada suaminya pasti dia aman kali ya" bu mirna iba pada rima
__ADS_1
"dia tidur ma,tapi matanya kaya habis nangis??" somad menghampiri istrinya lalu bertanya pada ibunya
"dia nungguin kamu dari tadi,dan takut kamu kenapa² mama berusaha bikin dia tenang terus nangis" jawab bu mirna pada anak sulungnya
"aku minta maaf ya sayang gara² aku kamu jadi begini" somad mencium punggung tangan istrinya dan meminta maaf
"ya jelas ini semua gara² kamu mad" ujar bu mirna pada anak sulungnya
"maksud mama??" somad bertanya pada ibunya
"dia cemas nungguin kamu,dia takut kamu kenapa²,dia hamil juga gara² kamu,jelas kan ini semua gara² kamu" jawab bu mirna pada anak sulungnya
"mama bisa aja" somad tertawa pada ibunya
"dulu waktu mama mengandung kamu,sering banget di hina tetangga,karena mama dan papa hidup miskin,tapi mama nggak menghiraukan itu semua yg penting kamu itu lahir dengan selamat dan bisa sukses seperti sekarang" bu mirna bercerita pada anak sulungnya
"tapi gimana kabar tetangga yg dulu" somad bertanya pada ibunya
"sampai sekarang udah tua dia nggak punya anak sama sekali" jawab bu mirna pada anak sulungnya
"bisa juga yg dibilang silvi itu benar mad" bu mirna memberitahu anak sulungnya
"aku juga nggak tau ma,kehilangan mama dan papa aja aku belum siap apalagi kehilangan rosa yg 2 bulan lagi melahirkan" jawab somad pada ibunya
Kemudian rosa membuka matanya
"bang,apa itu kamu" rosa yg baru membuka matanya itu bertanya pada suaminya
"iya,sayang ini aku" somad tersenyum pada istrinya
"ehh susah banget" rosa yg berbaring itu berusaha bangun
"sayang kamu nggak usah bangun,kamu berbaring aja" somad menyuruh istrinya berbaring lagi
__ADS_1
"kamu dari mana aja tadi kok baru pulang??" rosa bertanya pada suaminya
"tadi pulang kerja aku makan di luar dulu,terus pas mau pulang di jalan aku ngeliat ada dua rampok narik tasnya rima saat rampok itu bikin rima pingsan aku keluar buat nolongin dan menghajar rampok itu dan telpon polisi" somad menjawab pertanyaan istrinya
"apa kamu baik² aja,terus keadaan bu rima gimana??" rosa bertanya pada suaminya
"kalau aku baik² aja,setelah polisi datang rima bangun dari pingsannya dan disuruh ikut ke kantor polisi" jawab somad pada istrinya
"alhamdulillah,ternyata kamu berbuat baik sama orang yg dulu pernah mengecewakan kamu,aku udah cemas nungguin kamu nggak pulang² sampai sekarang" rosa merasa lega atas apa yg dilakukan suaminya
"apa kamu lapar??" somad bertanya pada istrinya
"hmm" rosa mengangguk pada suaminya
"di dapur ada ayam goreng 4,dari pemilik warteg tadi kalau yg lain mau makan makan aja aku udah kenyang" somad memberitahu semuanya
"aku ambil dulu makan buat mama" silvi beranjak dari kasur
"ayah aja yg ambil,kamu ambil makan kamu aja" somad melarang anaknya
"iya ayah" silvi menurut pada ayahnya
kemudian somad dan silvi ke dapur mengambil makanan
"ayah tadi bu guru pingsan diapain sama rampok itu??" silvi bertanya pada ayahnya
"lehernya di pukul sama rampok terus pingsan" jawab somad pada anaknya
"ih kasian juga bu guru,tapi aju lebih kasian sama mama dari tadi nangis takut ayah kenapa²" ujar silvi pada ayahnya
"kalau jadi orang kita harus saling membantu sayang,meskipun orang itu udah jahat sama kita tetap kita harus berbuat baik padanya,karena kejahatan nggak boleh dibalas dengan kejahatan" somad memberitahu anaknya
"iya ayah aku tau" jawab silvi pada ayahnya
__ADS_1
Kemudian somad kembali lagi ke kamar atas dan menyuapi rosa