
Suatu saat Rosa yg pergi ke mall bertemu dengan Somad,tetapi dia heran mengapa somad tidak genit seperti dulu
"somad tuh ngapain ngapain dia kesini" rosa membatin
"pak ada jas yg warna hitam gk" ujar somad pada penjual jas
"yg penjang seperti jubah atau yg pendek seperti orang kantoran pak" tanya penjual jas
"yg panjang seperti jubah aja pak" jawab somad
Rosapun segera menghampiri somad
"halo somad" ujar rosa
"hai rosa" jawab somad
"lagi ngapain disini" tanya rosa
"lagi beli jas" jawab somad
"kamu sendiri ngapain" tanya somad
"nggak,cuma mau belanja aja" jawab rosa
"ini pak jasnya" ujar penjual jas
"yaudah jadi berapa pak" tanya somad
"1.500.000 pak" jawab penjual jas
"oh iya ini pak" ujar somad
kemudian rosa heran melihat uang yg ada di dalam dompet somad
"gila ini orang dompetnya tebal banget" rosa membatin
kemudian somad bergegas pulang
"oh iya rosa aku pulang dulu ya" ujar somad pada rosa
"oh iya somad,boleh nebeng gk" tanya rosa
"yaudah" jawab somad
kemudian somad & rosa menuju parkiran mall,rosa yg heran melihat sikap somad yg lebih dingin daripada biasanya hanya melamun
"kok melamun,ayo naik" tanya somad
"oh iya" jawab rosa
lalu rosapun ikut naik ke mobil & tetap melamun di dalam mobil somad
"kamu kenapa sih rosa kok kayanya melamun melulu dari tadi??" tanya somad
"nggak kenapa2 kok" jawab rosa
"oh iya aku mau jemput adik aku dulu ya" ujar somad
"iya gk apa2" jawab rosa sambil mengangguk
sesampainya di sekolah adik somad
"ini sekolah adik kamu" tanya rosa
"iya" jawab somad
kemudian keisha menghampiri mobil abangnya
"assalamualaikum bang" ujar keisha
"waalaikumsalam dek,ayo naik tapi ditengah ya" jawab somad
kemudian keisha bertanya" pada abangnya siapa yg dia bawa itu
"ini siapa bang" tanya keisha
"ini namanya kak rosa" jawab somad
__ADS_1
"halo kak rosa" ujar keisha
"hai keisha" jawab rosa
"ini calon kakak ipar aku ya bang" tanya keisha
"bukan dek,ini reporter dr tv burung beo" jawab somad
"oh,kirain aku calon ibu buat keponakan aku hehehe" ujar keisha sambil tertawa
"bisa aja kamu" jawab somad
kemudian somadpun menghidupkan lagi mesin mobilnya dan keisha bertanya" pada rosa
"oh iya kak rosa tinggalnya dimana??" tanya keisha pada rosa
"masih di kota mangga ini,di jalan mangga muda" jawab rosa
"oh" jawab keisha
sesampainya di rumah rosa
"udah sampe nih rosa" ujar somad
"mampir dulu gak" tanya rosa
"gk usahlah,makasih kirim salam aja buat ibumu" jawab somad
"makasih ya tumpangannya" ujar rosa
"iya" jawab somad
sedangkan di perjalanan keisha hanya bertanya kepada abangnya
"bang kok sikap abang cuek banget sih sama kak rosa itu" tanya keisha
"emang ngapa,lagipula abang udah gk mau terikat sama perempuan lagi" jawab somad
"kenapa bang???" tanya keisha
"sebab 10 pacar abang yg kemarin di cafe dia yg kirim" jawab somad
"iya" jawab somad
sedangkan di rumah rosa
rosa yg dr tadi hanya menangis menyesali tentang apa yg dia lakukan 2 hari yg lalu,ia merasa bersalah pada somad
"sayang kamu kenapa menangis" tanya bu ningrum pada putri tunggalnya itu
"nggak apa2 ma cuma menyesal akan sesuatu aja" jawab rosa
"emang apa yg kamu sesalin" tanya bu ningrum
"jadi sebenarnya aku disuruh sama pak bambang jadi reporter dia itu cuma buat jatuhin popularitasnya somad ma,tapi waktu somad ngajakin aku kencan 2 hari yg lalu,aku telpon semua 10 pacarnya biar dia kepergok punya pacar banyak" jawab rosa
"astaghfirullah,kamu gk boleh begitu sama hubungan orang lain" ujar bu ningrum
"tadi somad juga udah nganterin aku,aku suruh mampir dia bilang gak usah" jawab rosa
"yaudah nanti kita kerumahnya,kamu tau kan rumahnya dimana" tanya bu ningrum
"tau ma" jawab rosa
kemudian mereka bersiap" untuk pergi ke rumah somad
"kamu pake jilbab kn rapi cakep" ujar bu ningrum pada putri tunggalnya
"bisa aja mama,tapi kalo nanti orang tuanya marah ma" tanya rosa yg masih pasrah akan tingkah lakunya
"ya itu kan kamu yg perbuat,berani berbuat berani bertanggung jawab juga" jawab bu ningrum
"pake mobil kan ma" tanya rosa
"iya" jawab bu ningrum
kemudian rosa mengemudikan mobilnya menuju rumah somad
__ADS_1
setengah jam kemudian rosa dan bu ningrum sampai di rumah somad
"sampai deh,ayo rosa turun" ujar bu ningrum
tok tok tok
"kaya ada yg ketok pintu pa" ujar bu mirna
"coba buka ma" jawab pak abdullah
kemudian bu mirna membuka pintunya
"permisi assalamualaikum" ujar rosa & bu ningrum
"waalaikumsalam,silahkan masuk" jawab bu mirna
mereka berduapun masuk kerumah somad
"oh ada kak rosa" ujar keisha
"permisi pak bu,saya mau mencari putra bapak yg bernama somad" tanya bu ningrum
"oh dia lagi diatas" jawab pak abdullah
"keisha tolong panggil abang kamu" pak abdullah menyuruh putri bungsunya memanggil abangnya
"iya pa" jawab keisha
setelah itu keisha pergi ke lantai atas untuk memanggil abangnya
"bang,buka pintunya" ujar keisha
"ada apa dek" tanya somad
"ada tamu bang" jawab keisha
setelah itu mereka berduapun turun
"ada apa ya" tanya somad kemudian duduk di sofa
"begini nak somad,putri saya ini mau minta maaf sama nak somad atas apa yg dia lakukan sama nak somad 2 hari yg lalu" tanya bu ningrum
"maaf ya somad atas kelakuan saya,nelpon 10 pacar2 kamu buat datang ke cafe" ujar rosa
"oh kirain ada apa,gk usah minta maaf juga udah aku maafin" jawab somad
"oh iya kak rosa cantik deh pake hijabnya" tanya keisha pada rosa
"makasih" jawab rosa sambil mengulum senyum
"sama saya juga disuruh pak bambang jadi reporter tv burung beo adalah untuk menjatuhkan popularitas kamu mad" ujar rosa
"saya udah tau rosa" jawab somad
somadpun menghampiri rosa lalu berkata
"apa kamu punya pacar" tanya somad
"nggak" jawab rosa
"apa kamu mau menikahi aku" tanya somad lalu mengangkat dagu rosa
"serius" jawab rosa
"karena kamu yg udah membuat aku diputusin 10 wanita2 itu,kumohon pakailah hijab ini & menikah denganku aku pasti akan menjadi kepala keluarga & ayah yg baik untuk anak yg engkau lahirkan nanti" tanya somad
Rosapun menangis mendengar kata2 somad
"hmm" jawab rosa sambil menganggukkan kepalanya
Rosa dan Somadpun berdiri lalu berpelukan
"aku cinta kamu" ujar somad
"aku juga cinta sama kamu" jawab rosa
Orang tua somad & rosapun terharu melihat anak" mereka saling berpelukan
__ADS_1
"udah2 nunggu sah aja" ujar bu mirna