
somad masih galau karena tidak ditemani oleh rosa di televisi
"emang nggak enak rasanya kalau ganti partner di televisi,apalagi tadi si susi jurnalis yg sering bawa acara di pagi hari yg jadi partner kerja" somad meratapi kegalauannya
"mendingan aku ke warteg dulu ah makan siang" somad memutar setir menuju warteg
sesampainya di warteg
"mbak saya mau nasi,tempe orek,ayam goreng,sambel kentang,dan minumnya teh pahit hangat" somad meminta pesanannya pada pemilik warteg
"iya pak" jawab pemilik warteg pada somad
"ini pak pesanannya" pemilik warteg memberikan 1 porsi nasi,tempe orek,sambel kentang dan teh pahit hangat pada somad
"terima kasih" somad menerima 1 porsi makanan yg ia pesan tadi
Kemudian pemilik warteg bertanya² pada somad
"emang nggak malu ya pak makan di warteg" pemilik warteg bertanya pada somad
"kenapa malu mbak,kan makanannya enak,nggak haram juga" somad yg baru memakan 1 sendok itu menjawab pertanyaan pemilik warteg
"kan orang seperti pak somad ini seorang jurnalis,dan sering di televisi tapi kenapa makannya di warteg,biasanya kan seorang jurnalis atau pejabat makannya di restoran mahal" ujar pemilik warteg pada somad
"kata siapa mbak,buktinya saya yg makan di warteg" jawab somad sambil tersenyum
"kalo dilihat² pak somad ini keliatannya kaya,kenapa nggak makan di restoran aja" ujar pemilik warteg pada somad
"sebenarnya kalau menurut saya di warteg itu makanannya enak² mbak,contoh seperti sambel kentang ini dia ada campuran ati dan pete ini bukan resep kampungan melainkan ini adalah masakan berkelas untuk saya,sedangkan di restoran kita makan nasi goreng sepiring dengan toping² yg diberikan biar terlihat berkelas itu aja sudah keluar duit 100K,padahal ukurannya hanya satu kepalan tangan kita,apa itu bisa bikin kenyang,tentu saja nggak" jawab somad secara detail pada pemilik warteg
"nggak nyangka saya;pak somad bisa berbicara seperti itu,baru pak somad loh orang yg pertama kali memuji makanan saya,biarpun kaya tapi rendah hati juga ya bapak" pemilik warteg kagum dengan jawaban somad
"saya nggak dari dulu kaya mbak,saya dulu juga pernah miskin,jadi kita harus menghargai sesama manusia,kalau saya meninggal kunci mobil dan harta saya nggak saya bawa,mobil saya itu juga nggak saya bawa tetapi yg membawa saya keranda jenazah,pakaian saya juga bukan celana panjang,kemeja,dasi dan jas ini,melainkan hanya kain kafan,rumah saya juga bukan yg 2 lantai lagi,melainkan hanya liang lahat" somad memberitahu pemilik warteg
"subhanallah,nggak nyangka pak somad bisa ngomong seperti itu,dan saya juga baru tau kalau pak somad dulu pernah miskin" pemilik warteg terharu dengan kata² somad
"kalau begitu saya lanjut makan ya mbak" tanya somad pada pemilik warteg
"iya pak" jawab pemilik warteg
kemudian somad menghabiskan makanannya lalu membayarnya
"alhamdulillah selesai juga" somad sudah menghabiskan makanannya
"jadi berapa mbak semuanya" somad bertanya pada pemilik warteg
"tadi nasi,tempe orek,sambel kentang dan ayam goreng,jadi 20K pak" jawab pemilik warteg pada somad
"ini mbak duitnya" somad memberikan uang 50K pada pemilik warteg
"saya nggak ada kembalian lagi,kalau begitu saya tukar dulu ya pak" pemilik warteg bertanya pada somad
"nggak usah ambil aja kembaliannya" jawab somad pada pemilik warteg
__ADS_1
"yg benar pak?? ini lumayan banyak loh kembaliannya" pemilik warteg bertanya kembali pada somad
"iya masa saya bohong" jawab somad pada pemilik warteg
"tunggu sebentar pak" ujar pemilik warteg pada somad
"ada apa lagi mbak" somad bertanya pada pemilik warteg
pemilik warteg menaruh 4 ayam goreng di plastik
"ini ayam goreng buat pak somad,taruhlah ini kembalian 30K itu" pemilik warteg memberikan 4 ayam goreng itu pada somad
"ini saya nambah nggak mbak" somad bertanya pada pemilik warteg
"nggak pak,saya ambil 2K aja duit bapak,kan 1 ayam goreng 7K sedangkan 4 ayam goreng ini 28K" jawab pemilik warteg pada somad
"makasih ya mbak" somad menerima kantong plastik dengan isi 4 ayam goreng itu
"sama² pak" jawab pemilik warteg
Kemudian somad masuk ke mobil dan berangkat pulang
"oh iya udah mau jam 2 siang lebih baik aku cepat² pulang" somad melihat arlojinya dan masuk ke mobil
di perjalanan somad melihat seorang wanita yg sedang di tarik² tasnya oleh 2 orang rampok
"wah siapa itu,2 orang lagi narik² tas wanita" somad melihat ke sebelah kiri
"sini tas kamu" rampok 1 menarik tas rima
"banyak omong kamu" rampok 2 memukul bagian belakang leher rima
"ah" rima kesakitan dan tersungkur di tanah
Merasa berhasil dengan rencananya kedua rampok itu senang
"akhirnya kita dapet juga tasnya" rampok 1 memberitahu rampok 2
"ya udah kita let's go dari sini" rampok 2 mengajak rampok 1 pergi
Kemudian menghampiri kedua rampok itu
"eits jangan senang dulu" somad memberitahu kedua rampok itu
"siapa kamu mau ada urusan apa dengan kami" rampok 2 bertanya pada somad
"siapa saya itu nggak penting buat kalian yg jelas serahkan tas itu" jawab somad pada rampok 2
"udah sikat aja keliatannya dia orang kaya" ujar rampok 1 pada rampok 2
"banyak gaya kamu nih rasain" rampok 2 melayangkan kepalan tangan ke muka somad
"kamu yg banyak gaya" somad menangkap kepalan tangan rampok 2 lalu menghajarnya
__ADS_1
"aduh sakit" rampok 2 merasakan pukulan dari somad
"masa baru segitu aja udah sakit" ujar somad pada rampok 2
kemudian kedua rampok itu dihajar oleh somad hingga babak belur dan jera
"ampun² jangan habisi saya" ujar rampok 2 pada somad
"iya kita janji nggak akan rampok lagi" rampok 1 berjanji pada somad
"jangan hanya berani dengan wanita,yang melahirkan kamu ke dunia ini juga seorang wanita" somad membungkukkan badannya dan memberitahu kedua rampok itu
"iya,iya,ini tasnya dia" rampok 1 memberikan tas rima pada somad
"ya udah,dan bertobatlah di penjara nanti" somad menerima tas rima dan menasihati kedua rampok itu
"halo pak tolong ke jalan xxx ya ada rampok tadi disini" somad menelpon polisi
(baik pak kami segera kesana) jawab polisi pada somad
polisipun berangkat menuju keberadaan somad saat ini
"selamat siang pak somad" komandan polisi menyapa somad
"siang pak" jawab somad pada komandan polisi
"ada yg bisa saya bantu" polisi bertanya pada somad
"ini pak mereka habis ngerampok wanita itu tolong segera ringkus" jawab somad pada komandan polisi
"ajudan borgol mereka" komandan polisi memberi perintah pada bawahannya
"siap komandan" polisi 1 dan 2 menurut
kemudian rima bangun dari pingsannya
"aduh dimana aku ini" rima yg baru membuka matanya itu melihat² sekeliling
"pak somad" rima kaget dengan kedatangan somad
"syukurlah kamu udah sadar,dan ini tas kamu" somad memberikan tas itu pada rima
"makasih ya pak" rima menerima tas itu
"saudara korban bisa ikut saya ke kantor polisi" komandan polisi bertanya pada rima
"bisa pak" jawab rima pada polisi
"ajudan bawa mereka ke dalam mobil" ujar komandan polisi ajudannya
"siap komandan" jawab polisi 1 dan 2
"kalau begitu terima kasih ya pak somad atas bantuannya" ujar komandan polisi pada somad
__ADS_1
"sama² pak" jawab somad pada komandan polisi