
saat bu ningrum mengunjungi kediaman somad dia membicarakan sesuatu pada anak,menantu,hingga besannya
"assalamualaikum" bu ningrum mengetok pintu
"waalaikumsalam" jawab bu mirna
"bu ningrum apa kabar buk" tanya bu mirna pada besannya
"alhamdulillah baik buk" jawab bu ningrum pada besannya
"ayo masuk buk" bu mirna mengajak besannya untuk masuk
"iya" bu ningrum mengekor
"apa kabar buk" pak abdullah menyapa besannya
"alhamdulillah baik pak" jawab bu ningrum pada besannya
"kalau boleh tau ada perlu apa ya buk datang kesini??" bu mirna bertanya pada besannya
"nggak ada apa² buk,cuma ada sesuatu yg ingin saya bicarakan sama rosa" jawab bu ningrum pada ibu somad itu
kemudian somad membawa rosa turun ke bawah
"hati² sayang biar kamu nggak jatuh" somad menuntun istrinya menuruni anak tangga
"iya" rosa menurut pada suaminya
"mama kapan datang" rosa bertanya pada ibunya
"belum lama kok" jawab bu ningrum pada anaknya
"pagi² ada acara apa buk datang kemari" bu mirna bertanya pada besannya
"sebenarnya ada hal penting yg harus saya bicarakan sama pak abdullah,bu mirna,rosa serta nak somad" ujar bu ningrum pada semuanya
"hal apa ma" somad bertanya pada ibu mertuanya
"jadi begini,sebenarnya rosa itu bukan anak mama satu²nya nak somad" bu ningrum menjawab pertanyaan menantunya
"apa berarti aku masih punya kakak atau adik dong ma??" rosa bertanya pada ibunya
"tepatnya adik rosa" jawab bu ningrum pada anaknya
"terus kenapa bu ningrum baru kasih tau sekarang memangnya ada apa yg terjadi pada adiknya rosa itu dulu" bu mirna bertanya pada besannya
"justru itu buk,almarhum suami saya dulu juga sudah mencari² dia sejak lama dan tidak ketemu²,lalu sakit sakitan sampai meninggal karena mikirin rita,dan nggak usah dikasih tau ke rosa kalau dia punya adik" jawab bu ningrum pada besannya
"astaghfirullah" pak abdullah kaget mendengar jawaban besannya
"kalau boleh tau ciri²nya itu ada nggak ma??" somad bertanya pada ibu mertuanya
"dia itu ada tanda lahir di leher belakangnya" jawab bu ningrum pada menantunya
kemudian hujan🌧️ turun
"hujan lagi ma,silvi juga belum pulang" rosa khawatir dengan anaknya
__ADS_1
"kalau boleh tau buk,dia itu hilang karena diculik atau kenapa" bu mirna bertanya pada besannya
"dia diculik buk,dari genggaman saya,karena dulu masih bayi" jawab bu ningrum pada besannya
"namanya siapa ma adikku itu" rosa bertanya pada ibunya
"namanya rita,lengkapnya Rita Hayuningtyas,dan dia ada liontin berbentuk R dengan hiasan permata di hurufnya" jawab bu ningrum pada anaknya
"seandainya rita ada disini,aku bisa melihat seperti apa wajahnya,senyumnya,dan dipanggil tante oleh silvi" rosa membayangkan wajah adiknya
"dan yang pasti dia nggak ngeselin" somad menambahkan kata²
"assalamualaikum" rima datang mengantar silvi
"waalaikumsalam,sayang udah pulang" rosa tersenyum melihat anaknya sudah pulang
"kalau begitu saya pulang dulu ya buk" rima pamit pada rosa
"jangan dulu buk masih hujan,mendingan masuk dulu yuk" ujar rosa pada rima
"yakin buk" rima yg kedinginan itu bertanya pada rosa
"iya" jawab rosa pada rima
kemudian rima masuk dan duduk di sofa disebelah bu ningrum
"assalamualaikum buk" rima menyapa bu ningrum
"iya,waalaikumsalam" jawab bu ningrum pada rima
"lebih baik bu rima buka aja jilbabnya kan basah" ujar bu ningrum pada rima
Kemudian rima membuka jilbabnya
"maaf ya pak,buk,pak somad" rima meminta maaf dulu pada yg lain lalu membuka jilbabnya
"iya" jawab somad pada rima
"ini buk handuknya" rosa memberikan handuk pada rima
"makasih buk" rima menerima handuk pemberian rosa
Setelah itu bu ningrum heran melihat ada sebuah tanda di leher belakang rima
"ini yg di leher bu rima apa ya" bu ningrum bertanya pada rima
"itu tanda lahir saya buk" jawab rima pada bu ningrum
"coba liontinnya saya lihat dulu boleh nggak??" bu ningrum bertanya pada rima
"ini buk" rima melepaskan kalungnya dan memberikannya pada bu ningrum
"jangan² rima ini adalah rita anakku yg diculik dulu,kalung ini persis huruf R yg dulu aku pakaikan di lehernya" bu ningrum membatin
"oh iya umur bu rima berapa tahun" bu ningrum bertanya pada rima
"28 buk" jawab rima pada bu ningrum
__ADS_1
"benar 28 tahun yg lalu penculikan itu terjadi,dan waktu itu dia masih berusia 5 bulan" bu ningrum membatin
"mama kenapa kok nangis" rosa bertanya pada ibunya
tanpa mengeluarkan suara bu ningrum menunjuk tanda lahir rima
"kenapa buk" rima bertanya pada bu ningrum
"saya ini ibu kamu,ibu yg sudah melahirkan kamu" bu ningrum menjawab pertanyaan rima
"kalung ini,dan tanda lahir di leher kamu itu menunjukkan bahwa kamu adalah anak kandung saya" bu ningrum melanjutkan kata²nya
"orang yg merawat saya bilang sama saya kalau ayah kandung saya itu namanya zainudin buk" ujar rima pada bu ningrum
"saya adalah istrinya zainudin,dan rosa adalah kakak kamu" bu ningrum tak bisa menahan air matanya
"apa? mertuanya pak somad adalah ibu kandung saya" rima bertanya² pada semuanya
"dulu sewaktu kamu berumur 5 bulan kamu diculik sama penjahat,dan ayah kamu juga nyariin kamu tapi nggak ketemu sampai dia sakit terus ditipu dan meninggal" jawab bu ningrum pada rima
"innalillahi wa innailaihi rajiun" rima menutup mulutnya
"saya ini mama kamu,mama yg udah melahirkan kamu" ujar bu ningrum pada rima
"mama" rima terharu lalu memeluk ibu kandungnya
"nggak nyangka ternyata dia itu adik kamu" ujar somad pada istrinya lalu mengeluarkan air matanya
"mama nggak ajak²" rosa menghampiri ibu dan adik kandungnya
"kakak" rima memanggil rosa dengan sebutan kakak
"ada apa ini kok pelukan semua" silvi bertanya pada semuanya
"ternyata bu guru kamu itu tante kamu" ujar somad pada anaknya
"ini benar apa nggak yah" silvi bertanya pada ayahnya
"iya,masa ayah bohong" jawab somad pada anaknya
"mama,mama,emabg bu guru tante aku??" silvi bertanya pada ibunya
"iya sayang" jawab rosa pada anaknya
"halo tante" silvi memanggil gurunya dengan sebutan tante
"halo sayang" jawab rima pada silvi
"sekarang peluk aku dong tante" silvi meminta pelukan dari tantenya
"sini" rima merentangkan tangannya
"asyik" silvi meraih pelukan tantenya
"nggak nyangka ternyata saya ini adik mama kamu silvi" rima menangis memeluk silvi
"aku juga kaget ternyata guru aku sendiri tante aku" silvi tersenyum pada tantenya
__ADS_1
"dan sekarang jangan panggil saya pak somad lagi,panggil saya abang" ujar somad pada rima
"iya bang somad" jawab rima pada somad