Berita Cinta

Berita Cinta
Pelet yg salah sasaran


__ADS_3

Jam sembilan kurang seperempat siska melihat silvi yg mau berangkat sekolah lalu memanggilnya


"silvi" siska memanggil silvi dari depan kontrakannya


"apa???" jawab silvi dari depan rumahnya


kemudian siska menghampiri silvi


"oh iya silvi,tante mau tau dong nama ayah kamu siapa??" siska bertanya pada silvi


"nama ayah aku somad tante" jawab silvi pada siska


"nama panjangnya??" siska semakin kepo


"kayanya ada yg nggak beres deh,kalau aku jawab nama panjang ayah nanti dia jadi pelakor lagi atau mau pelet" silvi curiga pada siska


"siapa silvi nama panjang ayah kamu??" siska semakin penasaran


"nama ayah aku somad jaylani tante" jawab silvi pada siska


"oh jadi itu namanya kalau begitu terima kasih informasinya,tante pulang dulu ya" siska senang lalu masuk kembali ke kontrakannya


"enak aja mau tau nama ayah aku,padahal aku aja nggak tau siapa somad jaylani itu,udahlah berangkat sekolah dulu" silvi tersenyum lalu berangkat ke sekolah


kemudian siska bersiap² untuk pergi ke dukun


"ya ampun somad akhirnya kamu akan lengket sama aku" siska berkhayal


beberapa menit kemudian


"akhirnya selesai juga,pas dan cocok buat aku" siska memuji dirinya yg sudah memakai gaun itu


setelah siska keluar ia memesan taksi online


"ngapain siska pake baju rapi banget" somad melihat siska dari seberang


"atas nama ibu siska" pengemudi bertanya pada siska


"iya pak" siska menjawab pertanyaan pengemudi


"alamat sesuai lokasi ya??" pengemudi bertanya pada siska


"iya pak" jawab siska


"ngapain ya siska pesan taksi online pakai baju rapi lagi,ya udahlah ngapain juga mikirin dia" somad curiga dengan gerak gerik siska


"kamu ngapain bang kok perhatiin kontrakannya siska??" rosa bertanya pada suaminya


"aku tadi ngeliat siska pergi pakai gaun rapi banget terus naik taksi online" somad menjawab pertanyaan istrinya


"mungkin dia ada urusan lain" ujar rosa pada suaminya


"oh iya sayang annisa lagi ngapain??" somad bertanya pada istrinya


"lagi tidur dia di box" jawab rosa pada suaminya


"oh iya sayang nanti kalau silvi udah pulang kita jalan² yuk" somad mengajak istrinya jalan²


"yg bener bang" rosa bertanya pada suaminya


"iya sayang" jawab somad pada istrinya


Sedangkan di tempat lain


"udah sampai buk" driver memberitahu siska


"iya,makasih ya pak" siska membayar driver lalu turun


"sama² buk" driver menerima uang siska


saat turun dari taksi online terlihatlah dengan jelas sebuah Rumah bertuliskan (Rumah Sakti Ki Slamet)

__ADS_1


"akhirnya sampai juga di sini,Rumah Sakti Ki Slamet" siska tersenyum membaca nama tempat itu


"permisi" siska memasuki tempat itu


"masuk!!" ki slamet menyuruh siska masuk


siska masuk ke dalam rumah itu


"permisi mbah" siska menyapa ki slamet


"jangan panggil saya mbah panggil saja saya ki slamet" ujar ki slamet pada siska


"baik ki,perkenalkan nama saya siska" jawab siska pada ki slamet


"kalau saya boleh tau ada masalah non siska" ki slamet bertanya pada siska


"jadi begini ki saya mau pelet seorang laki²" jawab siska pada ki slamet


"kalau boleh tau siapa nama laki² tersebut??" ki slamet bertanya pada siska


"somad jaylani ki" jawab siska pada ki slamet


"non siska sendiri namanya siapa??" ki slamet bertanya nama panjang siska


"nama saya siska aprilia" jawab siska pada ki slamet


kemudian ki slamet membacakan mantra dan menuliskan di kertas


"ini non mantranya" ki slamet memberikan kertas itu pada siska


"terima kasih ki" siska menerima kertas mantra itu lalu memasukkan ke dalam tasnya


"berapa ki jadinya semuanya" siska bertanya soal tarif


"100K aja non" jawab ki slamet pada siska


"ini dia ki" siska memberikan uangnya


"terima kasih non" ki slamet menerima uang siska


"nggak ada taksi yg lewat apa,nah itu dia taksi" siska memanggil taksi


"mau kemana mbak??" supir taksi bertanya pada siska


"jalan mangga pak" jawab siska


"baik" supir taksi menurut


setelah satu jam naik taksi siska sampai di kontrakan


"udah sampai mbak" supir taksi memberitahu siska


"nih uangnya makasih ya pak" siska membayar ongkos lalu turun dari taksi


"sama² mbak" supir taksi menerima uang siska


"akhirnya impianku untuk mendapatkan somad bisa terwujud lewat pelet ini" siska tersenyum licik


sedangkan di rumah somad


"jadi begini ma,pa,sebenarnya setelah silvi pulang sekolah niatnya kami semua mau pergi sekeluarga tapi apa papa dan mama nggak keberatan kalau gak diajak" somad bertanya pada orang tuanya


"maksudnya cuma kamu rosa silvi dan annisa yg pergi" bu mirna bertanya pada anak sulungnya


"iya ma" jawab somad pada ibunya


"ya ampun kirain apaan kalau kalian pergi sekeluarga kan bagus,lagipula papa dan mama udah tua,jadi nggak akan sedih kalau kamu mau pergi bersama keluarga kecilmu" pak abdullah mengizinkan mereka pergi


"assalamualaikum" silvi menyapa semuanya


"waalaikumsalam" jawab semuanya

__ADS_1


.


"ayah,mama,kakek sama nenek lagi kumpul bareng" silvi bertanya pada keluarganya


"iya,lagi nungguin kamu pulang" jawab rosa pada anaknya


"memangnya kenapa aku ditungguin ma" silvi bertanya pada ibunya


"kamu siap² aja kita mau jalan²" rosa menjawab pertanyaan anaknya


"asyik jalan²" silvi senang mendengarnya


Mereka semua bersiap² sedangkan somad memanaskan mobil


"nah itu dia somad,lebih baik aku baca dulu mantranya" siska melihat somad lalu membacakan mantra


"Wahai somad jaylani tunduklah engkau padaku siska aprilia yg sangat mencintaimu sampai mati" siska membaca mantranya


kemudian somad menghampiri siska


"yes dia datang" siska senang somad menghampirinya


"kamu kenapa??" somad bertanya pada siska


"aku cinta sama kamu" siska mengaku pada somad


"ya ampun pantesan badanmu panas tenyata kamu sakit" somad menyentuh dahi siska


Kemudian datang seorang preman bertato menghampiri mereka berdua


"ada apa ini" preman yg biasa dipanggil jay itu bertanya pada mereka berdua


"ternyata kamu jay,ngapain kamu kesini" somad bertanya pada jay


"nggak apa² bang somad aku kesini karena aku mau ke rumah pacarku" jawab jay pada somad


"memangnya pacar kamu siapa" somad bertanya kembali pada jay


"ya cewek ini bang" jay menunjuk siska sebagai pacarnya


"wow selamat ya jay,semoga langgeng" somad mengucapkan selamat pada jay


"hai cowok yg aku itu somad jaylani tau nggak" siska membentak jay


"sayang,jay itu cuma panggilan aku aja,nama lengkap aku itu somad jaylani" jay memberitahu siska


"apa???,bukannya somad jaylani itu kamu" siska bertanya pada somad


"ya bukanlah,itu privasi" jawab somad sambil tertawa


melihat mereka bertiga silvi menghampirinya


"nah,ini dia bocahnya datang juga" siska menunjuk silvi


"kenapa tante??" silvi bertanya pada siska


"kamu bilang nama ayah kamu itu somad jaylani,tapi kenapa preman ini yg muncul dan mengaku namanya somad jaylani" siska komplain pada silvi


setelah itu rosa menyusul mereka


"emangnya siapa yg mau kasih orang tuanya ke pelakor sedangkan mama aku sendiri baru melahirkan,dari awal pas mau berangkat sekolah tadi aku itu udah pikir kalau tante itu mau pelet ayah kan" jawab silvi secara santai


"apa?? pelet,jadi kamu mau pelet suami saya" rosa menatap siska secara serius


Plakk (rosa menampar siska)


"ini adalah tamparan dari seorang ibu dan seorang istri,ingat itu baik²" tegas rosa pada siska


"ya udah sayang ayo kita pergi,ngapain disini" somad mengajak istri dan anaknya untuk pergi jalan²


"iya bang" jawab rosa pada suaminya

__ADS_1


"ayo jay kita pergi dulu ya" somad pamit pada jay


"iya bang somad" jawab jay pada somad


__ADS_2