
Roy yg sudah pengangguran itu bingung harus dengan cara apa lagi dia mencari uang lalu mendapatkan sebuah ide untuk menculik silvi
"sial,sial,sial,udah nggak kerja terus diceraikan tika kalau begini dengan cara apa lagi aku cari uang" roy yg sedang emosi lalu membanting gelas minumnya
seketika roy mendapatkan ide yg menurutnya menguntungkan
"aku ada ide,bagaimana kalau aku culik anak si somad itu dan meminta tebusan uang yg banyak hahaha" roy yg sudah senang dengan ide busuknya itu lalu tertawa
sedangkan di rumah somad
"besok hari kedua kita libur,anggap saja ini sebagai cuti kita ya sayang" ujar somad sambil menyunggingkan senyum pada istrinya
"namanya juga kehidupan bang,kadang kita di atas kadang kita di bawah pokoknya kalau lagi di atas jangan sombong kalau lagi di bawah jangan mudah putus asa" jawab rosa pada suaminya
"kamu lihat foto pernikahan kita!! disitu kita berdua tersenyum dan senyuman kita berdua itu sekarang jadi senyumannya silvi" somad mengajak istrinya melihat foto pernikahannya
"benar yg kamu bilang bang,sekarang kita tinggal menunggu janin ini keluar ke dunia ini" rosa mengelus perutnya lalu tersenyum
Kemudian silvi datang ke kamar orang tuanya
"assalamualaikum" silvi yg masuk ke dalam kamar orang tuanya
"waalaikumsalam" jawab somad dan rosa pada anaknya
"ayah,mama aku tidur di sini ya" silvi bertanya pada kedua orang tuanya
"iya sayang ayo tidur di tengah" jawab rosa pada anaknya
"mama sekarang kan mama lagi mengandung adik bayi,aku mau lihat dong foto waktu mama mengandung aku" silvi bertanya pada ibunya
"ntar dulu ya mama ambil dulu" kemudian rosa mengambil album foto di nakas
"emang kamu kenapa sayang kok mau tidur sama ayah dan mama" somad bertanya pada anaknya
"nggak apa² yah,aku cuma kangen aja tidur disini" jawab silvi pada ayahnya
"nih sayang foto mama waktu mengandung kamu dulu" rosa yg memperlihatkan album foto pada anaknya
"ini aku di dalam lagi ngapain ya ma??" silvi bertanya pada ibunya
"lagi nendang²" jawab rosa pada anaknya
"oh,kalau begitu aku tidur dulu ya ma,aku udah ngantuk" tanya silvi pada ibunya
"iya,mama juga udah ngantuk" rosa yg sudah mengantuk itu.menjawab pertanyaan anaknya
Keesokan harinya!!!
Roy yg sudah bersiap² menculik silvi itu lalu berangkat ke sekolah silvi
"untung udah selesai semuanya sekarang tinggal berangkat ke sekolah anak si somad itu" roy yg sudah memakai baju dan topeng penjahat itu siap menjalankan misinya
35 menit kemudian roy sampai di sdn bina mulia
"akhirnya aku sampai juga di sekolah anak si somad itu,mana ya anak itu" roy yg baru sampai ke sekolah silvi itu melihat sekeliling
"sayang ayah pulang dulu ya,assalamualaikum" somad pamit pada anaknya
"iya yah,waalaikumsalam" jawab silvi pada ayahnya
Kemudian somad pulang ke rumahnya,lalu roy turun dari mobil
"nah itu dia,untung si somad udah pulang,mumpung anak itu lagi ke kamar mandi saatnya aku beraksi" roy yg baru saja turun dari mobil mulai bergerak
__ADS_1
setelah itu roy mengendap² mengikuti silvi yg menuju toilet
"hah kena kamu" roy membekap silvi dengan sapu tangan yg sudah ada obat biusnya
setelah itu roy membawa silvi ke mobil dan membawanya ke tempat tinggalnya
"tidur yg nyenyak dulu ya" roy memasukkan silvi ke dalam mobil lalu berangkat
sementara di sekolah
"anak² itu kan tasnya silvi,terus silvi kemana???" rima bertanya pada semua muridnya
"nggak tau buk" jawab semua murid kelas 1
"masa nggak tau kalau dia pergi ke mana atau tidak" rima semakin khawatir dengan keberadaan silvi
"oh iya buk aku lupa tadi dia mau ke kamar mandi buk katanya" teman sebangku silvi yg bernama susan itu memberitahu gurunya
"oh iya susan dari kapan silvi ke kamar mandi" rima bertanya pada susan
"kalau nggak salah 15 menit yg lalu buk" jawab susan pada gurunya
"15 menit yg lalu?? seharusnya sudah kembali masa belum sama sekali,oh iya anak² kalau begitu ibu ke kamar mandi dulu ya" rima yg sudah curiga itu lalu pergi ke kamar mandi
sesampainya di kamar mandi
"silvi,silvi,kamu dimana" rima yg sudah mencari silvi di kamar mandi
"ya ampun,kemana ya silvi bagaimana kalau ayahnya bisa marah nanti" rima panik dan menggaruk² jilbabnya
sedangkan di rumah somad
"kamu kenapa rosa kok kelihatan cemas seperti itu" bu mirna melihat menantunya yg sedang cemas
"kamu sakit sayang" somad bertanya pada istrinya
"nggak ada yg sakit,tapi perasaan aku benar² nggak enak banget" jawab rosa pada suaminya
"benar kamu nggak sakit sayang" somad memeriksa dan memegangi dahi istrinya
Kemudian somad mendapatkan telpon dari nomor tak dikenal
'drrt'
"halo siapa ini" somad menyapa penelpon
(jika kamu mau anak kamu selamat segera bawa uang 500 juta) ujar roy pada somad
"apa???anak saya kamu culik" tanya somad pada roy
(ya anak kamu lagi bersama saya,cepat bawa uang itu kalau mau dia selamat,dan jangan bawa polisi) jawab roy secara paksa
"oke kalau soal uang gampang yg jelas alamat kamu dimana sekarang" somad bertanya pada roy
(nanti saya share lokasinya) jawab roy lalu mengirimkan alamatnya pada somad
setelah percakapan somad dan roy di telpon selesai membuat rosa,bu mirna dan pak abdullah panik
"dengar²,silvi diculik ya mad??" tanya pak abdullah pada anak sulungnya
"iya pa,dan dia minta uang tebusan 500 juta" jawab somad pada ayahnya
"apa??? silvi diculik" rosa kaget mendengar apa yg dikatakan suaminya
__ADS_1
"sayang kamu tenang dulu ya,aku bisa menyelamatkan silvi tanpa harus membawa uang 500 juta itu" somad membujuk istrinya agar tenang
"tapi caranya gimana bang,pantes saja perasaan aku dari tadi nggak enak karena silvi diculik" rosa menangis lalu bertanya pada suaminya
"aku tau apa yg harus aku lakukan" jawab somad pada istrinya
kemudian roy mengirimkan alamatnya pada somad
(ini alamat🗺️ saya segera bawa uang itu sekarang juga) roy mengirimkan lokasinya pada somad
"baik kamu tunggu aja uangnya" somad membalas chat dari roy
"aku ikut ya bang??" pinta rosa pada suaminya
"ya sudah,kamu juga harus hati² ya agar janin kamu selamat" somad menasihati istrinya
"iya" jawab rosa pada suaminya
mereka berduapun berangkat ke lokasi roy menculik silvi
"akhirnya kamu udah bangun juga anak kecil" roy melihat silvi yg sudah bangun dari pingsannya
"om siapa,kok aku diikat begini sih" tanya silvi pada roy yg memakai topeng itu
"kamu mau tau siapa saya,nih kamu lihat" roy membuka topengnya dan menunjukkan wajahnya pada silvi
"oh,ternyata om gila yg ngikat aku" silvi yg biasa² saja melihat wajah roy di hadapannya
"diam kamu,ayah kamu yg gila bukan saya" roy geram dengan ucapan silvi
"kalo ayah yg gila kenapa ayah nggak di rumah sakit jiwa??,sedangkan om yg udah nggak punya pekerjaan dan diceraiin sama tante tika malah jadi penculik hayyo mau ngomong apa" silvi bertanya² pada roy
seketika roy diam dan tak berkutik
"tuh kan yg aku bilang benar makanya cari kerja yg halal dong om jangan jadi penculik,pemulung aja meskipun dapat uangnya nggak banyak dia lebih mulia karena yg dia pikir itu yg penting bisa makan,daripada penculik mengharapkan duit orang lain demi kepentingannya sendiri yg penting dia bisa kaya" silvi kembali mengoceh di depan roy
"diam kamu" roy memarahi silvi
"om aja udah diam tadi,itu pasti karena yg aku bilang udah mengganggu jiwa om,dan yg pasti om mikirin terus lama² om jadi gila" jawab silvi pada roy
Kemudian somad dan rosa datang
"jadi kamu yg menculik anak saya roy" somad berjalan menghampiri roy
"iya yah,om gila ini yg udah culik aku" silvi memberitahu ayahnya
setelah itu rosa melepas ikatan yg ada di kursi itu
"kamu nggak apa² kan sayang" rosa melepas ikatan tali itu lalu memeluk silvi
"nggak apa² ma" jawab silvi pada ibunya
"kemarin kamu mencemarkan nama baik suami saya,sekarang kamu menculik anak saya" rosa menampar roy dua kali
Roy pria dengan visual Rama Michael itu masih terdiam
"kamu mau 500 juta kan,itu yg kamu minta" somad menunjukkan 3 polisi pada roy
"saudara roy anda kami tahan karena anda telah menculik anak pak somad dan bu rosa,ajudan tangkap dia" komandan polisi memberitahu roy dan memberikan aba²
"siap komandan" jawab polisi 1 dan 2 pada komandannya lalu menangkap roy
"maafkan saya somad atas apa yg saya lakukan terhadap anak kamu,mungkin karena saya terlalu iri dengan kamu makanya saya tidak bisa memiliki anak" roy menyesal dan memberitahu somad
__ADS_1
"oke saya maafkan kamu,tapi kamu jalani dulu hukuman ini" jawab somad pada roy