
saat hari minggu di siang hari rosa yg sedang pergi ke kafe dan bertemu dengan rima
"mbak pesan nasi goreng sama es jeruk ya" rosa memesan makanan dan minuman pada pelayan
"iya buk,ditunggu ya" pelayan tersenyum lalu menuju dapur
kemudian rima datang dengan mobilnya
"itu kan rima,ngapain dia kesini" rosa yg melihat rima dari mejanya
pesanan rosa kemudian datang
"ini buk pesanannya" pelayan yg meletakkan makanan dan minuman ke meja rosa
"makasih ya mbak,dan ini uangnya" ujar rosa pada pelayan sambil memberikan uangnya
"iya buk sama²" pelayan tersenyum pada rosa
"bu rosa,ngapain disini buk??" tanya rima pada rosa
"ini buk lagi makan" rosa yg baru saja memasukkan sesendok nasi goreng ke mulutnya
"kok sendirian buk,silvi nggak diajak??" tanya rima pada rosa
"silvi nggak mau diajak kesini" rosa menjawab pertanyaan rima
"kenapa buk???" tanya rima pada rosa
"silvi itu sama seperti ayahnya kalau nggak mau ya nggak mau" jawab rosa pada rima
"kok bisa begitu buk" tanya rima pada rosa
"meskipun dulu suami saya sering kesini,tapi sekarang kafe ini adalah malapetaka buat dia" jawab rosa pada rima
mendengar jawaban rosa rima kaget dan melamun
"ya ampun mungkin semenjak suaminya dulu kepergok sama aku dan 9 pacarnya yg lain,jadinya dia itu udah nggak mau lagi kesini" rima yg melamun memikirkan kejadian dulu
"bu rima kenapa melamun" rosa yg melambaikan tangannya di depan wajah rima
"nggak apa² kok buk" rima yg sudah sadar dari lamunannya
"sebenarnya suami saya itu punya pacar banyak itu hanya pelampiasan saja" ujar rosa pada rima
"maksud bu rosa pelampiasan apanya" rima bertanya pada rosa
"bu rima tau roy wicaksono kan??" tanya rosa pada rima
"iya saya tau,yg dipenjara karena memukul pak somad kan" jawab rima pada rosa
"jadi dulu suami saya waktu masih susah pernah melamar tika istrinya roy bersama ayah mertua saya,tapi lamarannya ditolak oleh ayahnya si tika yg gila materi itu,berhubung dulu si roy ini kaya raya dia datang melamar dan langsung diterima lamarannya,jadinya suami dan ayah mertua saya pulang ke rumah kecewa karena dulu dia masih baru jadi reporter terus semenjak dia populer dia memilih untuk mempunyai pacar yg banyak untuk melupakan si tika ini" ujar rosa secara detail
"terus??" rima kembali bertanya pada rosa
"semenjak karir suami saya sudah melejit,bos saya yg dulu menyuruh saya untuk menjatuhkan popularitasnya dia" jawab rosa pada rima
"dengan cara apa bu rosa jatuhin popularitasnya pak somad??" tanya rima pada rosa
"sewaktu pulang jumpa pers pemilihan walikota baru,dia mau nganterin saya pulang tapi saya tolak,tapi dia tetap maksa setelah itu di mobilnya saya melihat ada kertas dengan 10 nomor telpon lalu saya foto pakai hp saya,lalu dia ajak saya kencan ke kafe ini pakai gaun warna ungu,disitu saya telpon kalian semua untuk dateng ke kafe ini pakai gaun warna ungu,disitu saya sudah merasa berhasil menjatuhkan popularitasnya dia" jawab rosa pada rima
__ADS_1
"berarti yg nelpon saya dengan nama mumun itu bu rosa" tanya rima pada rosa
"iya,yg saya heran semenjak dia sudah selesai dari kafe keesokan harinya,dia berubah menjadi pria yg cuek dan dingin,akhirnya saya mengaku pada ibu saya bahwa saya yg menjatuhkan popularitasnya dan ibu saya memarahi saya dan di malam hari saya dan ibu saya pergi ke rumahnya untuk meminta maaf atas apa yg saya lakukan,tapi di malam itulah malam yg membuat saya juga jatuh cinta padanya dia mengatakan «justru saya yg terima kasih sama kamu karena sudah membuat saya melepas 10 wanita itu,menikahlah denganku kamu adalah wanita yg bisa membuat saya tau apa itu cinta yg sebenarnya»,kata² itu yg membuat hati saya jadi luluh" rosa menjawab pertanyaan rima
"tapi semenjak bu rosa menikah dengan pak somad apa dia pernah marah atau menampar bu rosa" rima yg sengaja bertanya seperti itu agar membuat rosa tersinggung
"nggak,dia nggak pernah melakukan KDRT terhadap saya,justru sewaktu silvi masih dua tahun dia pernah mengatakan 'apa perlu kita memberikan silvi adik' terus saya bilang nunggu silvi berusia 7 tahun aja" jawab rosa pada rima
"berarti pak somad itu suami terbaik ya buk" rima yg mulai iri pada rosa bertanya kembali
"dia bukan hanya suami saya,tapi dia juga malaikat yg diciptakan oleh yg maha kuasa untuk saya" rosa tersenyum menjawab pertanyaan rima
"kok bu rosa bisa bilang seperti itu,memangnya sebaik apa pak somad sama bu rosa" rima penasaran dengan jawaban rosa
"karena dia sudah banyak membantu saya,seperti menjadikan saya news anchor sampai sekarang,menjebloskan mantan bos saya yg dulu ke penjara,pokoknya masih banyak lagi" jawab rosa pada rima
"selain saya apa bu rosa pernah bertemu dengan mantan pacar pak somad yg lain" tanya rima pada rosa
"pernah waktu itu silvi masih 7 bulan di kandungan saya,setelah periksa kandungan saya pergi ke danau naik perahu bebek bersama suami saya saat memesan air kelapa 2 dan yg mengantar kelapanya itu mantannya yg bernama ratih setelah selesai naik perahu dia mengemis untuk minta balikan pada suami saya jelas saja suami saya menolaknya,terus setelah dari danau kita pergi ke toko buah dan bertemu lagi dengan mantannya yg bernama sinta menjadi pegawai toko buah udah itu doang" jawab rosa pada rima
"oh iya buk,kok saya belum pernah melihat bu rima sama suaminya kemana emang suaminya???" tanya rosa pada rima
"suami saya udah menceraikan saya,karena saya tidak bisa punya anak" jawab rima pada rosa
"sudah berapa tahun bu rima sama mantan suami pisah???" tanya rosa pada rima
"5 tahun yg lalu dia menikahi saya dan 4 tahun yg lalu dia menceraikan saya,pernikahan yg berusia hanya setahun itu membuat saya menyesal menikahinya yg dia bilang aku mau anak,anak makanya saya kuliah dan memilih menjadi guru agar bisa selalu melihat anak²" jawab rima pada rosa
"roy wicaksono juga seperti itu,pernikahan yg sudah berusia 12 tahun lalu itu,masih belum dikaruniai anak,saat silvi masih berusia 2 tahun kami pernah ke sana,ayahnya tika pernah menyuruh suami saya untuk menikahi tika,suami saya menjawab «kalau saya menikahi tika belum tentu juga tika bisa hamil atau tidak» " ujar rosa pada rima
"oh,kalau pernikahan bu rosa dan pak somad sudah berapa tahun" tanya rima pada rosa
Kemudian rosa merasakan tidak enak badan
"bu rima saya ke toilet dulu ya" rosa yg tidak enak badan itu pergi ke toilet
"iya buk" rima mengangguk lalu mengintip rosa yg sedang mual²
melihat dari pintu toilet rima penasaran atas apa yg terjadi pada rosa yg muntah² di toilet
"kenapa dia,apa jangan² dia hamil" rima yg mengintip dari toilet mencoba menebak keadaan rosa
"untung udahan" rosa yg bercermin dan merapikan jilbabnya
"ke meja lagi aja dah" rima yg kembali ke meja agar rosa tak mengetahui keberadaannya
"lama banget buk" rima bertanya pada rosa
"nggak tau ini mungkin masuk angin kali saya" jawab rosa yg berjalan ke meja
"bu rosa lagi haid atau nggak???" tanya rima pada rosa
"nggak juga udah dua bulan saya nggak haid" jawab rosa pada rima
"jangan² bu rosa hamil lagi ya,dan memberikan silvi adik" tanya rima pada rosa
"alhamdulillah kalau begitu,masalahnya suami saya juga pernah buka kancing daster saya buk waktu itu hehehe" jawab rosa lalu tertawa
"selamat ya bu rosa" rima terpaksa senyum meskipun di hatinya sakit
__ADS_1
kemudian datanglah mobil pajero sport putih yg merupakan somad dan silvi datang menjemput
"mama" teriak silvi dari dalam mobil
"sayang" rosa menjawab dari mejanya
somad dan silvi menghampiri mereka berdua
"sayang ayo kita pulang" somad yg sudah muak melihat kafe itu meminta istrinya pulang
"bu guru ada di sini juga ternyata" tanya silvi pada gurunya
"iya tadi mau ke sini,tapi ketemu sama mama kamu,pak somad apa kabar" jawab rima pada silvi lalu mengarahkan kepalanya pada somad
"alhamdulillah baik" jawab somad pada rima
melihat somad yg hanya memakai kemeja dan celana panjang saja sudah membuat rima semakin terpesona dengan ketampanannya
"ya ampun ini cowok semakin tampan saja kelihatannya,celana panjang dengan sabuk lalu kemeja lengan pendek" rima yg melihat² somad dari rambut sampai sandalnya
"ini orang kenapa sih ngeliatin aku aja" somad yg melihat kepala rima yg naik turun itu
kemudian rosa memberitahukan sesuatu pada somad
"bang" rosa yg memanggil suaminya
"kenapa" tanya somad pada istrinya
"ini" jawab rosa sambil memegang perutnya
"kamu lapar??" tanya somad pada istrinya
"bukan" jawab rosa pada suaminya
"ya terus apa,kalau bukan lapar??" tanya somad pada istrinya
"ada lagi" rosa memberikan kode pada suaminya
"ada lagi apa sih,yang benar kamu" somad yg belum paham lalu sadar atas perbuatannya itu
"hmm" rosa tersenyum lalu mengangguk
"alhamdulillah,aku kan jadi ayah lagi,sayang kamu mau punya adik lagi" somad yg bahagia itu lalu memberitahukannya pada anaknya
"kan emang iya yah,yg dari tante kan" tanya silvi pada ayah
"bukan tapi yg ini dari mama,ini ada di dalam sini" jawab somad sambil menunjuk perut istrinya
"hore aku mau punya adik lagi" silvi yg bahagia atas kehamilan ibunya
"ayo sayang kita pulang" somad yg menggendong rosa di tangannya
"ih kamu jahil" rosa mencubit hidung suaminya
"jahil² juga suami sendiri,bu guru kita pulang dulu ya" jawab somad pada istrinya lalu pamit pada rima
Kemudian mereka naik ke mobil lalu pulang sedangkan rima masih sedih
"ya ampun bahagianya mereka,di saat aku melihat somad yg bertambah ganteng tapi dia berhasil membuat sang istrinya hamil lagi,aku pulang juga deh" rima membatin lalu menuju mobilnya dan pulang
__ADS_1