Berita Cinta

Berita Cinta
Silvi si Bocah Kepo dan Pintar


__ADS_3

Saat sedang mengerjakan pr silvi didatangi oleh orang tuanya


"assalamualaikum" somad dan rosa menyapa anak mereka


"waalaikumsalam,ayah,mama" silvi menjawab lalu menoleh ke belakang melihat orang tuanya


"sayang baru jam 2 siang,udah ngerjain pr aja??" rosa bertanya pada anaknya


"nggak apa² ma,oh iya aku mau tau dong soal yg tadi" jawab silvi lalu menagih janji tadi pagi pada ibunya


"soal apaan??" somad yg sudah curiga itu mengerutkan dahinya


"soal itu yah,mama sama ayah dulu ketemunya gimana" jawab silvi pada ayahnya


"jadi gini sayang dulu mama sama ayah adalah reporter dari channel tv yg berbeda,ayah masih di channel tv burung dara dan mama dari channel tv burung beo" jawab rosa pada anaknya


"terus???" silvi bertanya kembali pada ibunya


"mama disuruh sama bos mama yg dulu menjatuhkan popularitas ayah kamu,karena ayah kamu dulu dibilang reporter ganteng dan punya pacar 10" jawab rosa pada anaknya


"apa????,emang benar dulu ayah punya pacar 10" silvi yg kaget itu kemudian bertanya pada ayahnya


"iya sayang dulu ayah punya pacar 10,tapi semenjak ayah ketemu sama mama kamu di jumpa pers walikota baru,disitu ayah tanya sama kameramen «katanya channel tv burung beo keluarin reporter baru yg mana orangnya» pas ayah lihat di kamera itu ayah bilang «cantik sekali» setelah selesai jumpa pers ayah mau nganterin mama kamu dan ayah ajak kencan pakai gaun warna ungu keesokan harinya tapi yg datang itu bukan mama kamu yg datang itu 10 pacar ayah, lalu ayah diputusin sama mereka semua sampai disiram minuman,di lempar pakai kue ke muka" somad menjawab pertanyaan anaknya secara detail


mendengar jawaban somad,rosa meneteskan air matanya


"kok mama nangis" silvi bertanya pada ibunya


"nggak apa² sayang" rosa yg menyeka air matanya lalu menjawab pertanyaan anaknya


"pasti kamu menyesal sama kejadian dulu ya sayang" somad bertanya pada istrinya


"iya,tapi kamu udah banyak bantu aku sampai sekarang" rosa yg menyandarkan kepalanya di bahu suaminya menjawab pertanyaan suaminya


"tapi kalau dulu mama mau jatuhin popularitas ayah,yg bikin mama semakin dekat sekali sama ayah itu apa??" silvi yg masih kepo itu bertanya kembali pada ibunya


"waktu itu mama ngeliat ayah yg sudah berubah dan sikapnya lebih dingin,terus ayah jemput tante kamu pulang sekolah sekalian anterin mama pulang,disitu mama semakin penasaran kenapa ayah berubah drastis kemudian mama cerita semua ke nenek kamu kalau mama udah disuruh bos mama jatuhin popularitas ayah dengan kirim 10 pacar ayah ke kafe dan malam harinya mama datang ke kesini minta maaf sama ayah,akhirnya ayah ngajak mama menikah" rosa menjawab pertanyaan anaknya


"kamu tau gak kenapa ibu guru kamu itu bilang mata kamu itu mengingatkan pada seseorang" ujar somad pada anaknya


"nggak tau yah emang kenapa??" tanya silvi pada ayahnya


"karena ibu guru kamu itu adalah salah satu mantan pacar ayah" jawab somad pada anaknya


"oh,ibu guru itu dulu pacar ayah juga ternyata berarti dia salah satu orang yg udah lemparin ayah pakai minuman dong" tanya silvi pada ayahnya


"iya" jawab somad pada anaknya


"kalo ibu guru dikerjain sekali² boleh juga kali ya yah" tanya silvi pada ayahnya


"jangan sayang" somad menjawab pertanyaan anaknya


keesokan harinya!!!

__ADS_1


saat pagi hari mau mengantarkan silvi ke sekolah somad sengaja memakai pakaian rapi


"kamu rapi banget bang kan berangkat jam 10 sedangkan ini masih jam 7" rosa yg baru bangun itu bertanya pada suaminya


"nggak apa² sayang" somad yg sedang bercermin itu menjawab pertanyaan istrinya


Somadpun mengantarkan silvi ke sekolah


"sayang sebenarnya kemarin itu ayah bilang jangan itu karena ada mama kamu,tapi kalau kamu mau isengin ibu guru ayah dukung kamu" ujar somad secara pelan pada anaknya


"oh,itu gampang yah" silvi yg mengacungkan jempol itu setuju dengan ide ayahnya


sesampainya di sekolah


"sekarang kamu masuk kelas" ujar somad pada anaknya


"iya ayah" jawab silvi pada ayahnya


sebelum silvi masuk ke kelas rima datang dan menghampiri ayah dan anak itu


"permisi pak,ini anaknya" ujar rima pada somad dan silvi dari belakang


"iya" jawab somad lalu membalikkan badannya


rimapun kaget melihat ayah dan anak itu


"kamu" rima yg kaget melihat pria dengan setelan kemeja,jas,dasi,celana panjang serta kacamata bening itu


"oh iya buk kenalin ini ayah aku namanya pak somad syaefulloh" silvi yg memperkenalkan ayahnya pada gurunya


"kalau ibu aku namanya siti rosalinda buk,biasa dipanggil ibu rosa" jawab silvi pada gurunya


mendengar silvi mengucapkan nama ibunya rimapun menjatuhkan buku yg ia pegang


"kukira selama ini di tv dia hanya genit pada rosa dengan mengatakan «rekan hidup saya» di liputan burung dara siang ternyata maksud dia «rekan hidup saya» itu adalah istri,ya ampun seandainya silvi itu anakku mungkin panggilan ayah itu masih kukatakan sampai sekarang pada somad yg semakin ganteng ini" rima membatin


"bu guru kenapa melamun" somad bertanya pada mantan pacarnya


"nggak apa² kok" rima yg baru sadar itu kemudian mengambil buku² yg sudah berjatuhan


"oh iya sayang ayah pulang dulu ya" somad pamit pada anaknya


"iya ayah" jawab silvi lalu mencium punggung tangan ayahnya


"mari buk" somad pamit pada sang mantan dengan senyuman mautnya


"iya ayah,eh pak" jawab rima dengan mata yg masih tertuju pada pria dengan visual Habibi Hood itu


somad yg sengaja berpenampilan rapi itu memang salah satu perangkap dendamnya karena ia masih tak terima atas perlakuan rima dan 9 mantan yg lainnya hingga membuat dirinya basah kuyup dan kotor di kafe dulu,tetapi ia tidak dendam dengan rosa


"Dari kata 'ayah' aja sepertinya bu rima ini memang masih suka sama ayah" silvi yg melihat kejadian itu kemudian masuk ke kelasnya


setelah melihat somad pulang rima juga masuk ke kelas dan mengajar muridnya

__ADS_1


"selamat pagi anak²" sapa rima pada muridnya


"pagi buk" jawab semua murid kelas 1 sd


"oh iya,kemarin kan ibu minta kalian kerjakan pr matematika sekarang tolong dikumpulkan" rima meminta semua muridnya mengumpulkan pr


"iya buk" jawab semua murid kelas 1


saat menilai pr semua muridnya rima heran hanya silvi yg mendapatkan nilai 100 sedangkan 29 murid lainnya mendapatkan 80 dan 75


"ya ampun kenapa hanya silvi yg jawabannya benar semua sedangkan yg lain masih ada beberapa lagi yg salah" rima membatin dan memeriksa kembali jawaban murid yg lain


"oh iya silvi coba kamu kesini" pinta rima pada silvi


"iya buk" jawab silvi lalu berjalan ke meja gurunya


"ada apa ya buk" tanya silvi pada gurunya


"nggak apa² kok" jawab rima pada silvi


"ibu mau tanya kamu kalau pulang sekolah kemana" tanya rima pada silvi


"nggak kemana² buk di rumah sama kakek dan nenek doang,kalau siang ngeliat ayah sama mama lagi bawain berita di tv" jawab silvi pada gurunya


"oh,memangnya kamu kamu nggak main sama teman² kamu" tanya rima pada silvi


"kalau main si iya buk tapi aku juga harus nemenin kakek sama nenek buk di rumah nanti takutnya kenapa² gimana" jawab silvi pada gurunya


"ya ampun anak ini masih kecil sudah ada inisiatifnya,seandainya aku yg menikah dengan ayahmu dan melahirkan kamu silvi aku pasti bangga punya anak seperti kamu" rima membatin


kemudian rima mengajar kembali muridnya sampai jam pelajaran selesai


"oh iya silvi,ibu mau cerita sama kamu" rima yg sudah selesai mengajar itu keluar dari kelas bersama silvi


"cerita apa buk,apa mau ceritain soal ibu itu dulu pacarnya ayah" tanya silvi pada gurunya


kemudian rosa datang dan melihat silvi bersama mantan pacar suaminya


"halo sayang" rosa menyapa anaknya


"mama" silvi yg melihat ibunya datang menjemput lalu memeluknya


"bu rosa apa kabar" rima menyapa istri dari mantan pacarnya


"alhamdulillah baik" jawab rosa pada rima sambil tersenyum


"ayahnya semakin ganteng,mamanya juga semakin cantik,silvi juga pintar beruntungnya keluarga ini" rima yg iri melihat silvi memeluk rosa


"buk aku pulang dulu ya" silvi pamit pada gurunya


"iya hati²" jawab rima pada silvi


"kita pulang dulu ya buk" rosa juga pamit pada rima

__ADS_1


"iya buk" jawab rima pada rosa


"seandainya panggilan mama dari silvi itu tertuju padaku,tapi ya sudahlah suamiku juga sudah menceraikan aku hanya karena aku tak bisa punya anak" rima yg memikirkan masa lalunya itu kemudian pulang ke rumahnya


__ADS_2